
Iza berjalan kearah meja rias Sesudah mengambil baju gantinya tadi, ia pun mulai melepaskan jilbabnya yang masih ia kenakan. Kemudian Setelah itu ia berjalan masuk ke dalam kamar mandi tanpa ia sadari, sedari tadi Andra memperhatikannya.
Andra diam-diam mengambil kunci kamar mandinya ketika Iza pas lagi fokus memilih baju gantinya itu di dalam lemari.
Andra mengambil kuncinya supaya Iza tidak menguncinya dari dalam, karena rencananya ia akan menjalankan misinya itu untuk membuat Istrinya mengerti dan sadar, bahwa sekarang ia adalah suaminya, yang berhak atas dirinya sepenuhnya.
Di dalam kamar mandi. Iza mulai melepaskan satu persatu pakaian yang ia kenakan, sampai akhirnya ia pun mulai membasahi tubuhnya itu di bawah shower yang mengeluarkan air dari atas kepalanya, hingga membasahi rambut panjangnya yang tergerai dan tubuh polosnya itu.
Sedangkan Andra sudah di depan pintu kamar mandi mendengarkan suara gemericik air yang menyalah. Tangannya mulai memegang kenop pintu kamar mandi tersebut perlahan ia pun mulai membuka pintunya.
Setelah pintunya terbuka ia pun mulai melihat pemandangan yang sangat indah yang baru pertama kalinya ia lihat, tubuh polos Istrinya rambut panjangnya yang tergerai basah terkena semburan air shower yang mengalir dari atas kepalanya.
Andra pun menelan Salifan nya dengan susah payah, Ia melihat istrinya itu tanpa berkedip membut jantungnya berdetak lebih kencang seperti lari maraton. Tapi ia masih berusaha untuk mengendalikan dirinya supaya tetap terlihat tenang di depan Istrinya.
Iza masih belum menyadarin keberadaan suaminya, Karena sekarang posisinya membelakangi keberadaan Andra, ia masih fokus menikmati segarnya air yang mengalir mengenai tubuhnya.
Sesaat kemudian Karena merasa ada yang aneh Iza pun menolehkan pandangannya menghadap ke arah belakang dan betapa terkejutnya ia saat ini. Dengan suara kerasnya itu, Iza pun mulai berteriak sekencang mungkin.
" Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa.................. " triak Iza sangat keras setelah melihat keberadaan suaminya itu di dalam kamar mandi secara tiba-tiba bahkan menyaksikan dan melihat secara langsung tubuh polosnya itu.
Iza pun terkejut,kaget, hingga membulatkan kedua matanya menatap suaminya itu. Kemudian dengan cepat Andra pun langsung membungkam mulutnya dengan tangan besarnya itu.
"Jangan berteriak nanti semua orang akan datang kesini. " Ucap Andra dengan suara lirihnya sambil menatap wajah istrinya itu yang masih panik apalagi saat ini jarak diantara mereka sangat dekat.
"Tenang aku ini suamimu sendiri. Jadi jangan anggap aku ini seperti orang lain. Apa kamu mengerti." Andra kembali menjelaskan kepada istrinya itu supaya ia faham sambil tangannya tetap membungkam mulut istrinya itu supaya tidak berteriak lagi, dengan cepat Iza pun mengangguk mengiyakan nya.
" Bagus kalau kamu sudah mengerti." Andra pun tersenyum senang kemudian ia pun Mulai melepaskan tangannya dari mulut Istrinya itu. Iza pun langsung mengatur nafasnya kembali akibat ulah suaminya barusan.
"Kamu keterlaluan mas sudah bikin aku kaget saja." Ucap Iza dengan muka kesalnya sembari memalingkan wajahnya dari wajah Andra.
"Maafkan aku, tadi aku hanya ingin mandi Saja bersamamu ." Jawab Andra sambil tetap memperhatikan tubuh polos istrinya itu,
Setelah sadar bahwa suaminya sedang memperhatikan nya saat ini. Iza pun dengan cepat menutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya dan merubah posisinya. Andra pun terkekeh geli saat melihatnya. Dengan cepat ia pun juga mulai melepaskan semua pakaiannya.
__ADS_1
" Mas apa yang kamu lakukan lagi ? jangan aneh-aneh deh, cepetan kamu keluar aku mau mandi sekarang." Usirnya dengan cepat.
Iza kaget setelah melihat Andra melepaskan semua pakaiannya. Andra pun tak menggubris perkataan Istrinya itu.
" Kan sudah aku bilang aku mau mandi bersamamu sayang." Ucapnya lagi dengan santai.
Iza pun sudah tidak perduli lagi menurutnya percuma saja jika harus berdebat dengan suaminya, secepatnya ia menyelesaikan mandinya ia ingin segera keluar dari kamar mandi itu.
" Sayang tolong kamu gosok bagian punggung aku dong ." suruh Andra lagi keren ia ingin menggoda istrinya. Iza pun menurut dengan ragu-ragu ia mulai mengosok punggung suaminya.
Kemudian mereka berdua pun kembali melanjutkan kegiatan mandi bersamanya, 10 menit kemudian mereka berdua keluar dari kamar mandi, Andra mengunakan haduk putinya sedangkan Iza mengunakan haduk kimono nya.
"Seruh kan mandi bersama suami sendiri, lain kali kalau mau mandi kita bareng saja Oke." Andra tersenyum menyeringai menatap wajah istrinya itu yang cemberut.
Iza pun langsung menatapnya tajam. "Terserah kamu saja." Ucapnya tidak perduli kemudian ia pun pergi meninggalkan suaminya sendiri, Iza masuk kedalam ruang ganti untuk mengunakan pakaiannya.
"Benar-benar menjengkelkan kalaupun ingin mandi bersama kan tidak begini caranya mengagetkan aku saja, Coba tadi dari awal dia bilang dengan baik-baik pasti aku akan menuruti permintaannya itu."
Gerutu Iza dalam hati sambi memakai pakaiannya di dalam ruang ganti.
✨✨✨✨
Malam Harinya.
Setelah acara makan bersama mereka pun mengobrol di ruang tengah dengan keluarga ARDIANO lainya.
"Besok pagi mama dan papa akan kembali lagi pergi keluar kota." Ucap Ardi memberitau.
"Kok cepet baget sih pa? sahut Danang.
" Sudah satu Minggu papa meninggalnya, banyak pekerjaan yang harus papa tangani dan selesaikan di sana." Jelas Ardi lagi.
" Andra, Iza, apa kalian tidak mau ikutan sama kami? tanya Windah Mulai ikut bicara.
__ADS_1
Andra pun mengerutkan keningnya. Andra yang tadinya hanya diam kini mulai iku bicara setelah mendengar perkataan Mamanya barusan
" Memangnya kenapa Andra dan Iza harus ikutan sama mama?" tanya Andra heran dengan ajakan mamanya barusan.
" Bulan madu lah kamu ini masih belum mengerti juga, di Bali kan cocok tempatnya sangat bagus buat Honeymoon." Jawab Windah langsung pada intinya Karena memang ia ingin sekali anak dan menantunya itu pergi bulan madu.
Kebetulan juga Windah dan suaminya itu akan pergi ke Bali mengurus perusahaannya yang ada di sana.
Andra dan Iza pun sesaat merasa heran dengan sikap Mamanya itu yang sangat antusias kepadanya. Padahal mereka yang pengantin baru hanya biasa saja menjalaninya.
" Kapan-kapan saja dehhh Ma perginya." pungkas Andra cepet. Sedangkan Iza hanya Diam saja mendengarkan nya.
Heran aku sama mama mertua sangat perhatian banget Dia, sampai-sampai Bulan madu pun ia yang menyuruhnya.
Batin Iza dalam hati sambil menatap wajah Mama mertuanya itu yang terlihat sangat bahagia.
" Terserah kalian saja yang penting kalau kalian pergi Honeymoon, Kalian perginya ke Bali saja ya, biar sekalian bisa mampir ke Mama dan papa waktu di sana." Pinta Windah kembali kepada Anak dan menantunya itu.
" Iya.... Iya...Ma !" Andra dengan cepat mengiyakannya saja.
"Bagus... !" Windah pun tersenyum bahagia menatap kearah anak dan menantunya itu secara bergantian. Setelah itu pandangannya Windah pun beralih menuju ke arah putra bungsunya.
" Dan kamu Danang mama dan papa juga ingin melihatmu cepat segera menikah, jika nanti mama dan papa sudah kembali pulang tapi kamu masih belum juga mendapatkan seorang wanita, kami sendiri yang akan Carikan calon istri untukmu." Ucap Windah langsung pada intinya.
" Benar apa kata Mamamu itu. jangan buang-buang waktu pergunakan semuanya dengan baik. Jika nanti kamu belum saja menemukan wanita yang cocok dengan pilihanmu itu, terpaksa kami akan menjodohkan kamu dengan putrinya pak Heru sahabat papa." jelas Ardi lagi panjang lebar kepada putra bungsunya.
Setelah mendengar perkataan Mama dan papanya Danang pun merasa kagetnya bukan main, bukan hanya Danang bahkan Iza dan Andra pun juga kaget setelah mendengarkan perkataan Mama dan papanya barusan.
Dengan cepat Danang pun langsung tertawa sangat keras menangapi perkataan mama dan papanya barusan.
Hua..ha..ha..ha...ha...." Papa dan mama sangat lucu mau menjodohkan aku." Ucap Danang sambil tertawa-tawa.
" Memangnya Aku ini tidak laku apa sampai harus di jodohkan segala." ucapnya lagi dengan sombong. Sedangkan Andra dan Iza hanya diam menyaksikan nya.
__ADS_1
✨✨✨✨