
" Apa maksud kamu sayang ?" Tanya Andra mencari tau saat ini ia masih belum faham dengan perkataan Iza Barusan.
"Aku lagi kedatangan tamu bulanan ku mas. Maafkan aku ya." Ucap Iza liri sambil menundukkan kepalanya.
Andra pun baru mengerti Setelah Iza mengulangi perkataannya kembali.
"Sialllll.... " Umpat Andra dalam hati tangannya mengepal Karen merasa kesal
akibat malam pertamanya akan gagal total.
Sekilas Iza memperhatikan perubahan di wajah Andra saat ini yang terlihat sangat Dingin berbeda dengan sebelumnya.
"Maafkan aku ya mas..." Ucapnya lagi merasa bersalah.
Tanpa menjawab perkataan Iza Andra bangkit dari tempat tidurnya.
"Mas kamu mau kemana...?" Tanya Iza sambil memegang tangan Andra yang hendak melangkah pergi meninggalka tempat tidurnya.
"Kamu tunggu saja disini !" Ucapnya singkat kemudian pergi meninggalkan Iza di dalam kamar sendirian.
Iza hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar. Sesuai permintaan Andra, Iza masih tetap menunggu di dalam kamarnya.
Andra keluar dari kamar menuju kearah mobilnya untuk mengambil koper Iza tadi yang masih tertinggal di dalam bagasi. Setelah mengambil kopernya Andra pun langsung kembali menuju kedalam kamarnya untuk menghampiri istrinya itu.
Iza melihat Andra datang kembali membawa kopernya. Terukir senyuman di wajahnya.
"Ini kopermu ...!" Ucap Andra sambil memberikan koper kepada Iza.
"Terimakasih banyak ya mas. Kamu pengertian banget sama Aku." Ucap Iza memuji Setelah menerima koper yang di berikan Andra kepadanya.
Andra hanya mengangguk saja menanggapi perkataan Iza tadi. Sedangkan Iza menyadari bahwa saat ini Andra sedang marah.
Iza pun segera memutuskan untuk mencari pembalut yang ada di dalam kopernya itu, Kebetulan kemarin Sebelum pergi Ia menata semua perlengkapannya di dalam koper itu untuk di bawa pergi pindah ke rumah suaminya.
Setelah mendapatkan apa yang di carinya segeralah ia masuk ke dalam kamar mandih untuk memakainya, dan setelah sudah selesai Ia pun kembali keluar menuju ke tempat tidur.
Andra sekilas melirik ke arah Iza ketika sudah duduk di atas tempat tidur bersebelahan dengan dirinya. Ia terus memperhatikan Iza saat ini. Kemudian ia pun mencoba mengeserkan posisinya untuk mendekati Iza.
" Berapa lama tamu bulanan mu itu Akan selesai...?" tanya Andra mencari tau.
"Emmm,... Biasanya kurang lebih 1 Minggu mas." Jawab Iza sedikit ragu.
Andra pun menghela nafasnya dengan kasar sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.
“ Bener-bener siall kenapa harus selama itu.”
__ADS_1
Gumamnya dalam hati.
"Lebih baik ayok cepet kita istirahat dulu aku sudah capek." Ajak Andra kemudian segera merebahkan tubuhnya kembali di atas tempat tidur.
Iza pun menurutinya ia juga ikut tidur di sebelahnya. Tanggan Andra kini melingkar di perutnya kebetulan saat ini Iza tidur dengan posisi miring membelakangi nya.
Tak butuh waktu lama mereka berdua pun langsung terlelap ke dalam dunia mimpi. Tertidur pulas dengan saling berpelukan.
__ __ __ __ __ __ __
Sore Harinya.
Jam 4 sore Andra dan Iza baru bangun tidur, mereka berdua sangat nyenyak tidurnya mungkin karena efek dari kecapekan. Hingga mereka tidak menyadari kalau waktu sudah sore hari. Mereka mulai bangun ketika terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar.
Tok...tok....tok....
Suara ketukan pintu yang di ketuk oleh bik Tatik dari luar kamar.
Iza pun bangun perlahan mulai bangkit dari tempat tidurnya. " Mau kemana sayang ?" tanggan Andra mencegah Iza yang hendak melangkah pergi meninggalkannya.
Iza pun menoleh ke arah Andra. " Aku mau buka pintunya mas, Kamu nggak dengar ada orang yang datang." Jelas Iza kemudian ia berjalan menuju ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.
Andra pun juga mulai bangkit dari tidurnya. Melihat ke arah jam sekilas untuk memastikan bahwa sekarang sudah jam berapa. Rupanya sudah jam 4 soreh. Gumamnya dalam hati. Kemudian ia berjalan menuju ke arah kamar mandih untuk segera membersihkan tubuhnya.
Iza pun membuka pintu kamarnya.
"Nggak Apa-apa kok non, saya hanya memberikan ini, tadi saya di suruh sama nyonya Windah." Menyodorkan sebuah paper bag.
" Ini untuk saya bik ?" tanya Iza sambil meraih paper bag yang di berikan bik Tatik kepadanya.
"Iya non... Ini dari Nyonya Windah untuk nona Iza, tadi Nyonya berpesan kepada saya Katanya Ada keperluan mendadak jadi beliau pergi dan nggak sempat pamitan sama nona Iza dan tuan Andra." Jelas bik Tatik panjang lebar.
" Ohhw Yasudah bik terimakasih ya."
" Iya non Saya permisi dulu." Pamitnya sambil menunduk hormat.
Iza pun menjawab dengan anggukan kepalanya.
Setelah kepergian bik Tatik Iza kembali menutup pintunya, kemudian berjalan menuju ke arah sofa kecil. Melihat isi paper bag yang di berikan oleh mertuanya tadi.
Iza mengeluarkan isinya yang ternyata adalah beberapa baju tidur dan lingerie seksi.
Iza pun mengerutkan keningnya setelah melihat semua barang yang di berikan oleh mertuanya itu.
"Mama ada-ada saja memberikanku pakaiannya yang kurang bahan seperti ini, mau di taro di mana muka aku kalau memakai pakaian seperti ini."
__ADS_1
Ucapnya dalam hati sambil mengangkat dan membolak-balikkan lingerie seksi itu di hadapannya.
Sesaat ingatan nya baru sadar kembali kalau di dalam kamarnya itu dia tidak hanya sendirian saja, tapi melainkan juga ada Suaminya. Kemudian dengan cepat ia memasukkan lingerie seksi itu kembali ke dalam paper bag tas tersebut.
"Lebih baik aku simpan saja Sebelum mas Andra melihat semuanya. Yang ada bikin aku malu saja kalau sampai ketahuan."
Gumamnya dalam hati sambil memperhatikan sekeliling takut kalau Andra segera keluar dari kamar mandih lalu melihatnya.
"Kamu ngapain sayang ? Apa itu ?" Tanya Andra yang baru saja keluar dari kamar mandih.
Iza tidak menyadari bahwa Andra sudah keluar dari kamar mandih saat ini ia masih sibuk melipat baju tidur dan lingerie tadi.
"Eehhh mas Nggak Papa kok. Aku hanya melihat-lihat baju tidur yang baru saja di berikan oleh Mama mertua." Ucap Iza setenang mungkin agar tidak ketahuan oleh Andra.
"Ohhw memangnya tadi yang datang Mama ?"
Andra melangkah mendekati Istrinya yang berbeda di sofa.
"Tidak tadi bibik yang datang Sekalian memberikan baju tidur ini, Mama pergi katanya lagi ada urusan mendadak Mas." Jelas Iza kembali.
"Ohhw yasudah cepat kamu mandih sana Setelah itu ayok kita keluar." Suruh Andra.
"Baik mas..!" Ucapnya menurut.
Iza memasukkan baju lingerie terlebih dahulu kedalam paper bag tas tersebut, kemudian atasnya ia tutupi dengan baju tidur jadi tidak ketahuan oleh Andra. Setelah itu ia meletakkan kedalam lemari pakaiannya.
Untung saja mas Andra tadi tidak melihatnya. Gumam Iza dalam hati merasa lega.
Sesegera mungkin Iza masuk ke dalam kamar mandih untuk membersihkan tubuhnya. Sementara Andra ia sudah selesai dan sudah rapi kini tinggal menunggu istrinya saja. Sambil menunggu istrinya selesai mandih ia pun memainkan ponselnya.
20 menit kemudian mereka sudah rapi, lalu mereka berdua pun langsung segera turun menuju ke bawah.
Sepasang pengantin baru yang terlihat sangat lengket berjalan menuruni anak tangga sembari bergandengan tangan. Andra sangat kagum ketika melihat istrinya itu yang kiyan hari tambah terlihat semakin cantik menurutnya.
Dalam hati kecilnya saat ini rasanya ia sudah tidak sabar lagi untuk menunggu lebih lamah. Namun ia masih tetap mencoba untuk menahan Hasratnya mengingat kondisinya sekarang tidak memungkinkan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Maaf ya jika ada Kata-kata yang salah ejaan atau typo nya harapan di maklumi...🤗🙏
jangan lupa like, komentar dan vote nya biar author lebih semangat up nya 😊