
" Bagaimana mas Apakah kamu sudah menghubungi dokternya ? " tanya Iza sembari menatap wajah Andra.
" Sudah sayang Aku sudah menghubunginya, Sebentar lagi Dokternya juga akan datang." Jelas Andra Sembari memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
" Yasudah Kamu tunggu di sini dulu ya mas. Aku mau mengambil air es buat mengompresnya." Suruh Iza.
Andra pun mengangguk, kemudian Iza segera pergi menuju ke arah Dapur mengambil Air es dan juga handuk kecil untuk di gunakan mengompres tubuh Thika ya masih demam.
Di ruang tamu Andra masih menunggu Thika yang masih belum sadarkan diri, ia duduk di kursi sembari beberapa kali memperhatikan ke arah pintu menunggu kedatangan Dokter pribadinya, tapi tiba-tiba Thika pun mulai mengerjap perlahan ia mulai sadar dan membuka matanya.
" Apa yang terjadi kepadaku ? " Ucap Thika pelan dengan suara lemas.
" Kamu sudah Sadar." Andra mulai bangkit dari duduknya ia berjalan mendekati Thika yang baru sadar kembali.
" Kak Andra, Kenapa kamu ada di sini ?" Thika merasa bingung setelah menyadari keberadaan Andra di dekatnya, Perlahan ia mulai bangun dari tidurnya.
" Aku di sini tidak sendiri tapi bersama dengan Istriku. Sudah lebih baik kamu tidur saja, sekarang aku sudah panggil dokter kesini untuk memeriksa kondisimu." Ucap Andra ia berusaha untuk menjelaskan kepada Thika.
Iza pun mulai datang menghampiri mereka sembari membawa mangkuk yang berisi air es dan juga handuk kecil.
" Kamu sudah Bangun Thika " Ucap Iza Setelah ia melihat Thika sudah sadar kembali. Thika pun menolehkan pandangannya menghadap ke arah Iza.
" Kok kak Iza bisa tau kalau aku lagi sakit siapa yang memberitahumu ?" Tanya Thika penasaran.
" Buk Rika yang memberitahuku. Tadi aku hampir 1 jam menunggumu di depan dan ternyata kamu pulang-pulang tidak sadarkan diri, Kamu itu sudah membuat Aku cemas saja Thika."
Iza Menjelaskan dengan perasaan sedikit kesal. Setelah mengingat kejadian tadi, karena ia juga merasa khawatir kepadanya. Apalagi jika mengingat kalau Thika adalah orang baru, ia hanya takut terjadi sesuatu hal yang buruk kepadanya.
" Untung saja tadi Danang melihatmu dan menolongmu, kamu itu tadi pingsan di pinggiran jalan tau." jelas Iza sembari mendekati Thika lalu duduk di depannya.
" Pingsan di pinggir jalan." Ucap Thika sediki kaget.
" Iya kamu tadi pingsan di pinggir jalan dan Untung saja tadi Adiknya mas Andra melihatmu kemudian Dia yang mengantarmu pulang." Iza kembali menjelaskan kepada Thika yang masih bingung.
" Sudah lah lebih baik sekarang kamu berbaring lagi biar aku kompres, ini demammu sangat tinggi." Suruh Iza.
Thika pun menurut kemudian ia mulai menidurkan tubuhnya kembali di atas kursi karena memang ia juga merasakan sedikit sakit di bagian kepalanya. Setelah Thika sudah berbaring Iza pun mulai mengompresnya.
" Oohya memangnya kamu tadi itu dari mana saja ? kok bisa kamu pingsan di pinggir jalan?" Iza kembali bertanya karena ia masih penasaran.
" Tadi Aku mau ke apotik beli obat, tapi tiba-tiba kepalaku pusing dan aku tidak tau lagi apa yang terjadi, aku tidak mengingatnya." Jelas Thika sambil mengingat-ingat kembali.
" Lagian kamu sendiri ngapain keluyuran sudah tau sakit malah main pergi sendiri beli obat, Kan kamu bisa hubungi aku pasti aku akan membantumu." Ucap Iza dengan muka kesalnya.
" Aku hanya tidak ingin merepotkan mu kak." Jelas Thika dengan raut wajah sedihnya Setelah mendengar cacian dan Omelan Iza barusan.
" Sudahlah sayang jangan terlalu berlebihan kepada Thika kasihan dia." Sahut Andra menenangkan Istrinya.
__ADS_1
Andra tidak tega melihat wajah sedih Thika.Iza pun hanya diam Setelah menyadari bahwa Thika sudah menyesalinya.
🌡️🌡️🌡️🌡️
10 menit kemudian.
Dokter pun sudah datang kini ia mulai memeriksa kondisi Thika.
" Bagaimana dok dengan kondisinya ? tanya Iza kepada Dokter itu.
" Kondisinya baik-baik saja dia hanya kecapean dan kurang istirahat, lebih baik untuk saat ini jangan terlalu kecapean ya mbak, biar demamnya cepat turun nanti segera di minum obatnya." Jelas Dokter itu sembari memberikan resep obatnya kepada Iza.
" Yasudah saya permisi dulu." pamit Dokter itu kembali.
" Baik dok terimakasih ya." sahut Iza dan Thika seretak.
Kemudian Andra pun mengantarkan Dokter pribadinya itu keluar dari rumah Rika.
Di luar rumah.
" Istrimu tadi yang benar ya mana Ndraa ? Kok kamu menikah diam-diam tidak ada kabar?" Tanya Dokter Fahri penasaran. Dokter Fahri adalah Dokter mudah dia adalah teman Andra waktu sekolah dulu.
" Yang tadi bicara sama kamu." jawab Andra sembari tersenyum.
" Cantik juga ya, Nggak kalah cantik dengan Sania mantan mu dulu." Ucap Dokter Fahri sembari mengingatkan Andra kembali kepada mantannya. Andra pun hanya diam Setelah mendengar perkataan Dokter Fahri barusan. Mendadak mukanya langsung berubah.
" Sudah hampir 1 Minggu ini." Jawab Andra singkat.
" Ohhw selamat ya semoga kalian cepat mendapatkan momongan."
" Iya terimakasih atas doanya."
" Yasudah Aku balik dulu ." Pamitnya kemudian Andra pun mengiyakan nya.
Dokter Fahri pun meninggalkan kediaman rumah Rika, Andra pun langsung masuk ke dalam rumah menghampir Iza dan Juga Thika.
Di dalam rumah.
" Sayang ayo lebih baik aku antar kamu pulang sekarang. Aku ingin segera ke kantor ini sudah siang" Ajak Andra.
" Tapi Thika kasihan mas dia sendirian disini." Iza merasa tidak tega kepada saudara sepupunya itu.
" Ajaklah juga Thika kesana." pinta Andra kembali.
" Apa benar kamu mengizinkan Aku mengajak Thika kesana." Iza kembali memastikannya dengan cepat Andra pun mengangguk.
" Yasudah ya cepetan kalian segera keluar aku tunggu di dalam mobil." Kemudian Andra pun langsung meninggalkan Iza dan Thika yang masih diam membisu.
__ADS_1
" Kamu dengar kan Thika apa kata mas Andra barusan, Kamu ikut saja sama aku ya." Ucap Iza sembari menghadap ke arah Thika.
"Tapi kak aku merasa tidak....!" Kata-kata Thika terpotong oleh perkataan Iza.
"Sudahlah lebih baik kamu nurut saja sama aku Oke. Tadi buk Rika sendiri yang menyuruhku Thika, jadi aku mohon ikutlah bersamaku untuk sementara ini." Jelas Iza dengan cepat, ia masih berusaha untuk membujuk Thika supaya mau ikutan pergi bersamanya kerumah Andra.
"Nanti Setelah kamu sudah sembuh kamu boleh kembali lagi kesini, lagian kan sekarang buk Rika tidak ada di rumah jadi kamu tidak perlu khawatir ya."
" Baiklah kalau begitu." Thika pun akhirnya pasrah dan menuruti permintaannya.
" Baiklah ayok kita keluar sekarang." Ajak Iza kemudian ia mulai berdiri dan membantu Thika berjalan.
" Tapi Aku mau mengambil bajuku dulu kak." Thika pun menghentikan langkahnya.
" Sudah kamu tidak usah bawa ganti, nanti di sana kamu bisa pakai bajuku." Pungkas Iza dengan cepat
" Yasudah kalau begitu." lagi-lagi Thika pun menurut kemudian mereka berdua pun mulai berjalan keluar menghampir Andra yang sudah berada di mobil.
Andra melihat kedatangan Istrinya dan juga Thika kemudian ia pun mulai turun lalu segera mebukakan pintu mobilnya itu untuk mereka berdua.
" Maaf ya mas sudah menunggu lama." Ucap Iza merasa tidak enak kepada Suaminya itu.
" Sudah tidak apa-apa ayo kalian segera masuk biar aku antar kalian pulang dulu." Suruh Andra kembali.
Iza dan Thika pun menurut mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil. Setelah sudah berada di dalam Andra pun segera menutup pintunya, lalu ia berjalan memutar menuju ke arah kemudi dan mulai melajuhkan mobilnya kembali untuk menuju pulang kerumahnya mengantarkan Iza dan Thika.
Di perjalanan hanya ada keheningan Iza duduk di kursi belakang menemani Thika yang lagi sakit. Thika menyandarkan kepalanya di bahu Iza Karena masih merasakan pusing. Sedangkan Andra lebih fokus mengendarai mobilnya itu.
Sesampainya di kediaman ARDIANO Mereka pun langsung keluar dari mobil lalu segera masuk ke dalam rumah.
" Sayang kamu langsung saja ajak masuk Thika kedalam ya Aku ingin langsung ke kantor ada urusan penting yang harus aku selesaikan." Ucap Andra Setelah membukakan pintu mobilnya itu.
" Iya mas tidak apa-apa kok." jawab Iza.
" Maafkan aku ya kak, karena sudah merepotkan kalian berdua." Thika merasa tidak enak saat ini ia benar-benar merasa sungkan kepada Andra dan juga Iza.
" Kamu tidak boleh ngomong begitu, kamu sudah aku anggap sebagai adikku sendiri." Jelas Andra. Iza pun tersenyum senang Setelah mendengar perkataan Suaminya itu.
" Terimakasih banyak ya kak." Ucap Thika sembari tersenyum menatap wajah Andra dan Iza secara bergantian.
Thika pun juga ikutan bahagia setelah mendengar perkataan Andra bahwa ia sudah di anggap sebagai adiknya sendiri.
" Yasudah cepetan kalian masuk kedalam dan segera istirahat nanti sore aku akan pulang cepat setelah aku menyelesaikan semua pekerjaanku." Suruh Andra kembali.
Iza dan Thika pun menurutinya mereka berdua langsung masuk kedalam rumah. Sedangkan Andra langsung menuju ke kantornya.
🍁🍁🍁🍁
__ADS_1