
*Andra, David dan Danang*
Malam Harinya
Sementara di rumah Andra, ia juga jadi bahan godaan Ledekan David dan juga Danang. mereka semua menggoda Andra habis-habisan sampai mereka tidak bisa berhenti untuk tidak tertawa.
Mereka berdua sudah hafal dengan sikap karakter Andra yang sangat bucin terhadap Iza. Mengingat perjuangan nya selama ini itu tidaklah mudah. Dari yang pertama kali mereka ketemu lalu berusa mengejar cintanya hingga sampai mereka jadian, lalu berbagai macam cobaat suli yang mereka lalui. Sangat tidak di pungkiri dan di sangka-sangka mereka bisa melalui semuanya hingga sampai detik ini. Andra bisa mendapatkan cintanya bahkan sangat mustahil mereka bisa bersatu, tapi Tuhan berkehendak lain akhirnya mereka berdua pun berjodoh.
"Ini adalah malam terakhir kita ngumpul, Mungkin Setelah ini kita tidak bisa untuk seperti ini lagi." Ucap David memulai bicaranya sambil menatap lurus.
"Ini juga malam yang akan selalu Aku kenang. Di mana Aku kehilangan sosok seorang kakak yang selama ini selalu bersamaku, Menjagaku, Hingga kita berjuang bersama sampai detik ini." Ucap Danang sambil mengingat-ingat masah lalunya, Kemudian ia sekilas melirik ke arah Andra.
Andra hanya memperhatikan dan mendengarkan celotehan sahabat dan adiknya itu.
"Memangnya Aku akan kemana ? Kenapa kalian bisa berfikiran seolah-olah akan kehilangan Aku?"
Andra merasa tidak paham Setelah mendengar perkataan David dan Danang tadi, Ia masih tidak mengerti apa maksudnya.
"Besok kamu akan menikah yang pasti aku akan kehilangan kamu, Kehilangan sosok seorang kakak yang dari kecil bersama dan selalu menjaga ku." Ucap Danang menjelaskan.
"Jika kamu sudah menikah pasti kamu Akan menjadi milik istrimu seutuhnya." Sahut David ikut menimpali perkataan Danang. "Itu yang di maksud oleh Adikmu Ndraa." Ucapnya lagi menjelaskan.
Andra pun menoleh ke arah wajah Danang Setelah mendengar perkataan David tadi "Kalau begitu cepatlah menikah agar ada yang menemanimu juga." Ucap Andra memberikan Saran kepada Adiknya.
"Jelas Aku juga pingin menikah kakak tapi masalahnya dengan siapa ?"
Danang bingung karena Ia memang belum menemukan wanita yang cocok dengan dirinya untuk saat ini.
"Wanita di luar sana sangat banyak kenapa kamu sampai kesulitan mencarinya ?"
David merasa heran dengan Danang adik Andra. Kenapa ia bedah sekali dengan kakaknya yang pintar dan cerdas.
"Dia itu bukan seperti loh Vid, yang sangat pintar dan mudah merayu wanita." sahut Andra membedakan Antara adik dan sahabatnya.
"Tapi nyatanya Kamu lebih pintar dari pada Gue. Lagian gue pintar itu juga belajar dari loh." Ucap David memutar balikkan fakta.
"Berengsek loh..." Ucap Andra sambil mendorong pelan bahu David.
__ADS_1
"Emang nyatanya benar kan ?... Tapi ngomong-ngomong besok loh udah siap nggak belah duren nya dengan Iza ?" Ucap David sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah wajah Andra. " Jangan lupa juga bagi-bagi pengalaman dan ilmunya nanti ke Gue." Ucap David kembali mengingatkan kepada Andra.
"Ceritani juga semuanya ke Aku gimana rasanya itu malam pertama." Celetuk Danang ikut menimpali.
Andra menatap David dan Danang dengan tajam. Namun tiba-tiba Fikiranya teringat tentang Iza yang sangat polos dan pemalu yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.
"Aku juga sudah tidak sabar bagaimana besok kesan malam pertamaku. Selama ini Aku sudah tahan, benar-benar menjaga dan tidak menyentuhnya."
Gumamnya dalam hati. Kemudian Ia mulai bicara kembali membalas perkataan David dan Danang yang dari tadi terus menerus menyindirnya.
"Kalau penasaran ingin ngerasain bagai mana itu rasanya malam pertama, makanya cepetan kalian semua pada menikah... " Ucap Andra sambil tersenyum mengejek.
Andra tidak terlalu menggubris perkataan Danang dan David yang menggodanya habis-habisan, Ia hanya cuek saja dan santai menanggapi omongan mereka berdua yang semakin menjadi.
"Gue rasa Iza besok Nggak Akan tahan sama Adik loh yang besar itu." David kembali menggoda Andra sambil senyum-senyum membayangkan nya.
"Sebaliknya kakak juga pasti Nggak Akan tahan merasakan bagaimana kenikmatan nya." Sahut Danang tersenyum, ia juga iku menggoda kakaknya.
Mereka berdua terus menggoda Andra sambil tertawa terbahak bahak melihat reaksi wajah Andra sekarang berubah menjadi dingin tidak memperdulikan mereka.
"Gue cuma ngingetin sama loh Ndra. Kendalikan nafsu loh besok Kasian Iza pasti Akan kesakitan." Ucap David sambil menepuk pundak Andra berusaha untuk mengingatkannya kembali.
Tanpa menjawab perkataan David. Andra pergi menyelonong meninggalkan mereka berdua. Andra Sudah bosen mendengar ejekan, godaan, sahabat dan adiknya itu ia pun memilih pergi meninggalkan mereka berdua, lalu menuju ke dalam kamarnya.
Sedangkan Danang dan David mereka masih berada di halaman belakang rumahnya. Mereka Menikmati acara minum Anggur. Menjelang malam terakhir kalinya Sebelum setatusnya itu akan berubah, Andra mengadakan pesta keci di rumahnya bersama sahabat dan adiknya.
__ __ __ __ __ __ __
Kamar Andra.
Andra kembali mengingat perkataan David dan Danang tadi waktu di luar.
" Selama ini dia selalu menjaga jarak dengan ku. Rasanya Aku sudah tidak sabar untuk menyentuhnya. Gadis ku yang manis sebentar lagi akan menjadi Istri sah ku."
Batinnya dalam hati merasa sangat senang. Andra tersenyum akhirnya perjuangannya selama ini tidak sia-sia dan bisa menjadi kenyataan karena sebentar lagi ia akan menikah dengan orang yang sangat ia cintai.
"Kira-kira sekarang ia lagi ngapain ya ? Rasanya Aku kangen banget sama Dia." Ucap Andra penasaran.
__ADS_1
Kemudian Andra meraih ponselnya lalu segera mungkin ia menghubungi Iza karena merasa kangen dengannya.
Deerrtt.... Deerrtt.... Deerrtt.
Suara panggilan tersambung. Iza pun meraih ponselnya yang ia letakkan tadi di atas bantal tempat tidurnya.
Terukir senyuman di wajah manisnya saat tau siapa yang menelvonnya saat ini. Iza pun segera mengangkatnya.
📱“ Assalamualaikum... Iya mas ada apa ?” tanya Iza ketika panggilan sudah tersambung.
📱“ Waalaikumsalam... Sayang Aku kangen saja sama kamu rasanya Aku sudah nggak Sabar ingin sekali ketemu sama kamu !”
Jawab Andra jujur tentang perasaannya saat ini. Setelah mendengar suara sautan dari wanita yang ia rindukan.
📱“ Yang sabar kan tinggal satu malam saja kita akan segera bertemu kembali.” Ucap Iza sambil tersenyum setelah mendengar perkataan Andra tadi.
📱“ Iya tapi beneran saat ini aku sangat rindu kepadamu sayang. Apa kamu tidak merindukan aku? ” Ucap Andra kembali bertanya kepada wanitanya.
Iza pun merasa maluh ketika mendengar kata-kata dan rayuan maut dari Andra Barusa.
📱“ Kan sekarang mas Sudah mendengarkan suaraku. Aku juga kangen kok sama kamu." Ucap Iza membalas.
📱“ Yasudah apa kamu besok sudah siap sayang ? Besok pagi kamu sudah resmi menjadi miliku seutuhnya .” Andra mencoba mengingatkan.
📱“ Insyaallah Aku Siap mas !” Ucap Iza meyakinkan Andra.
📱“ Kamu sudah tau kan maksud dari semua perkataan ku?” Ucapnya lagi menjelaskan.
📱“Iya mas aku paham. Lebih baik ayo kita segera tidur, ini sudah malam aku ingin segera istirahat." Ucap Iza dengan cepat.
Iza tau Arah bicaranya Anda itu kemana, makanya ia pun lebih memilih segera mengakhiri pembicaraan nya dengan Andra. Sebelum Andra lebih lanjut membahas sesuatu yang aneh-aneh di dalam telvon.
📱“Baik Assalamualaikum...”
📱“ waalaikumsalam....”
Sedangkan Andra di lain tempat terkekeh geli melihat tingkah kekasihnya itu yang menurutnya sangat pemalu.
__ADS_1
Mereka pun mengakhiri pembicaraan nya lalu seger tidur. Untuk mengistirahatkan tubuhnya. Guna untuk mempersiapkan diri buat acara pernikahannya besok.
______________