Impian Gadis Manis

Impian Gadis Manis
Terlambat.


__ADS_3

Andra pun langsung mengajak Iza keluar dari mobil, lalu segera masuk ke dalam restoran tersebut.


Ketika mereka berdua sudah masuk kedalam lestoran, mereka tidak sadar bahwa ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari arah jauh. Orang itu pun tersenyum mengejek saat melihat kedekatan Andra dan Iza.


β€œRupanya wanita itu yang akan menikah dengannya.” Gumam Orang itu dalam hati.


Bisa di tebak sendiri, kalau saat ini Orang itu nampak kelihatan sekali kalau ia tidak menyukai kedekatan Andra dan Iza.


Orang itu yang tak lain adalah Heru. Sahabat dari Ayahnya Andra sendiri.


Berbedah dengan Andra dan Iza, mereka sangat menikmati makan malamnya. Yang baru saja datang di antara oleh Seorang pelayan.


Malam itu kebetulan mereka sangat mesra. Mungkin keadaan Sudah memihak kepada mereka berdua.


Ketika mereka tidak menyadari bahwa ada orang yang tidak menyukainya dan sedang mengintainya. Saat itu Juga mereka menampakkan kemesraannya di depan Orang yang tidak menyukainya tersebut.


Makan malam pun Sudah tertata rapi di atas meja.


"Sayang makanya kita sepiring berdua saja ya." Bisik Andra di telinga Iza . "Aku ingin di suapin sama kamu." lanjutnya lagi memberi tahu di iringi dengan senyuman penuh makna.


Sesaat Iza menoleh dan memperhatikan lekat wajah Andra. Iza merasa heran tidak biasanya Andra meminta di suapin apalagi ini di tempat umum.


Iza pun mengerutkan keningnya.


"Kamu yakin mas minta di suapin sama aku ?" Iza kembali bertanya rasanya ia masih tidak percaya.


"Iya... Aku beneran ingin di suapin sama kamu." Jawab Andra kembali membenarkan, sambil menatap wajah Iza ia pun tersenyum.


entah kemana saat ini Iza menuruti permintaan Andra, tanpa bantahan lagi akhirnya Iza pun mengiyakan nya.


"Baik buka mulutnya Aku akan suapin kamu." Pintanya Kemudian ia mulai menyodorkan sendok makanannya ke dalam mulut Andra.


Andra pun langsung membuka mulutnya dan menerima suapan dari Iza. Secara bergantian Iza dan Andra makan makanan sepiring berdua, hingga sampai makanan habis tak tersisa dan di rasa sudah mulai kenyang.


"Terimakasih ya Sayang sudah mau suapin aku." Andra merasa senang Setelah di suapin iza tadi.


"Iya bayi Raksasa." Iza menahan tawanya ketika mengingat kelakuan Andra tadi yang menurutnya sangat manjah.


"Kok bayi raksasa sih,... Kamu jahat banget katain aku bayi raksasa." protesnya tidak terima.


"Habisnya kamu pakek manja, minta di suapin segala. Apa tidak malu hem ? tu, tu, tu, semua orang pada lihatin kita." Iza melihat ke sekeliling dan merasa tidak nyaman.


"Biarin saja aku tidak perduli ..."


"Dasar bayi Raksasa...." Iza menahan tawanya ketika mengingat situasi tadi. sambil menggelengkan kepalanya. Ia benar-benar merasa malu.


"Kamu itu yah...."

__ADS_1


Andra pun mendekatinya lalu menggelitik nya.


Refleks Iza pun langsung tertawa sambil menahan geli.


Hingga mereka sampai tidak menyadari bahwa semua Orang memperhatikan kelakuannya itu. Melihat tingkah mereka yang sangat lucu. Orang-orang yang ikut menyaksikan mereka berdua pun langsung menggelengkan kepalanya.


Namun Heru yang menyaksikan kemesraan mereka berdua merasa tidak suka, ia merasa iri. Melihat keromantisan Iza dan Andra saat ini. Lalu ia pun segera pergi meninggalkan lestoran itu dengan perasaan kesal.


Setelah membayar makanan mereka pun langsung kembali menuju mobil, untuk melakukan perjalanannya kembali pulang ke kota.


******


Di dalam mobil.


Beberapa kali Andra melirik kearah Iza yang nampak sudah kelihatan mengantuk. Akibat beberapa kali menguap karena memang waktu sudah menunjukan pukul 10 malam. Tapi Iza masih tetap setia menemaninya menyetir.


"Lebih baik tidurlah Nanti kalau sudah sampai aku bangunkan." Andra kembali menyuru Iza supaya segera tidur.


"Tapi kamu apa tidak Papa aku tinggal tidur?..." Iza merasa tidak enak hati karena harus meninggalkan nya sendirian.


"Tidurlah..." Sambil mengelus pucuk kepala Iza yang terbalut kerudung itu. Akhirnya Iza pun menurutinya.


Andra pun kembali tetap fokus menyetir mobilnya.


Hening....


Hening....


Beberapa jam kemudian Akhirnya mobil Andra pun sudah tibah di rumahnya. Andra membawa Iza pulang ke rumahnya untuk sementara waktu, karena ia rasa tidak mungkinkan untuk mengantarnya kembali ke rumah Majikannya. Mengingat kondisinya sekarang sudah jam 2 malam jadi tidak ada pilihan lain selain membawanya pulang kerumahnya.


Mereka tiba di rumah tepat pukul jam 2 malam. Andra memasukkan mobilnya kedalam setelah pintu gerbang terbuka.


Saat ini Iza nampak masih tertidur pulas. Akhirnya Andra pun mengendong Iza dari mobil lalu membawanya ke dalam kamar tamu.


Setelah menidurkan Iza ia pun kembali ke dalam kamarnya. Untuk segera tidur, karena Ia juga sudah mengatuk Setelah melakukan perjalanan jauh dari kampung menuju kota.


🌡🌡🌡


Keesokan harinya.


Iza perlahan mulai membukak matanya Ia masih belum sadar sepenuhnya.


Saat di rasa ia benar-benar sudah mulai sadar kembali, ia pun nampak bingung dan bertanya-tanya sekarang ia ada di mana. Memperhatikan sekeliling isi kamar tersebut.


"Aku ada di mana ya? Apa Sekarang aku ada di kamar mas Andra...?"Tanyanya dalam hati.


Kemudian ia pun memilih turun dari tempat tidur, berjalan menuju kearah kamar mandih untuk segera memandikan tubuhnya.

__ADS_1


"Ahh lebih baik aku mandih saja dulu..." Ia pun segera melepaskan semua pakaiannya.


"Sayang...." Terdengar suara Andra dari luar memanggilnya.


Iza pun merasa panik karena sekarang ini ia sama sekali tidak mengenakan pakaiannya, ia pun sesegera mungkin mengunci kamar mandihnya itu.


Andra masuk kedalam kamar tamu. Saat dirasa Iza sudah tidak ada di tempat tidurnya ia pun berjalan menuju ke arah kamar mandih Untuk memastikannya.


"Sayang apa kamu ada di dalam?..." Andra kembali memanggilnya.


"Ehhh iya mas Aku sekarang sedang mandih..." Jawabnya dari dalam kamar mandih itu.


"Yasudah Aku tunggu di luar ya Nanti kita makan bareng."


"Iya Mas... " jawabnya kemudian ia pun melanjutkan kembali Aktifitas mandihnya, Sesegera mungkin agar cepat selesai.


Saat ini perasaan Iza merasa tidak enak hati karena hari ini ia bangunya sedikit terlambat. Jam 6 pagi ia baru bangun tidur, mungkin terlalu nyaman tidur hingga membuatnya lupa dan terlambat bahwa sekarang ia berada di ruma calon mertuanya.


Sedangkan Andra pun kembali ke bawah menemui Mamanya, karena kebetulan tadi yang menyuhnya untuk menemui Iza kedalam kamar adalah mama Windah.


"Gimana sayang Apa menantu mama sudah bangun.? Windah bertanya kepada putranya saat ia datang menghampiri nya.


"Dia sedang mandih ma..." Jawabnya sambil duduk di sebelah mamanya.


"Oh yasudah mungkin Dia kecapean..."


Windah pun memakluminya.


"Nak Apa sebaiknya Iza kamu ajak tinggal di sini saja, lagian kan hari pernikahan kalian tinggal menghitung hari."


Windah memberikan saran kepada Putranya. Ia ingin sekali mengajak Iza tinggal bersama di rumahnya.


"Entahlah mah aku juga ingin mengajaknya tinggal disini... tapi aku belum tau Apakah dia mau atau tidak." Jawab Andra tidak yakin.


"Yasudah biar Nanti mama yang tanyakan sendiri kepada Iza...."


"Terserah mama saja, Tapi jika Iza menolak jangan di paksa ya..." Tutur Andra kepada mamanya itu.


Windah pun tersenyum. "Kamu tenang saja." Sambil mengacak rambut Anaknya.


"Jangan di rusak dong mah kan jadi berantakan lagi rambut Andra..." Andra merasa kesal akibat ulah mamanya barusan.


"Tapi tenang kamu tetap ganteng kok." Windah biasa saja tampa memperdulikan penampilan putranya saat ini.


Akhirnya semua orang pun mulai ngumpul datang menghampiri mereka termasuk Danang, Ardi dan Iza. Jam7 pagi mereka melakukan acara sarapan pagi bersama.


"Kesan pertama yang buruk kenapa aku tadi bisa terlambat bangunya." Gumam Iza dalam hati.

__ADS_1


Iza berjalan menuju meja makan menghampir Keluarga Andra dengan perasaan sungkan.


__________


__ADS_2