
"Mas aku mau ke Dapur dulu mau bantu bibik masak buat makan malam !" pamit Iza Setelah mereka sudah berada di bawah.
"Apa kamu mau aku buatkan kopi ?"
Lanjutnya lagi kembali bertanya.
" Iya terserah kamu saja...!"
Andra mengiyakan nya, lalu kemudian ia duduk di kursi ruang tengah yang bisanya ia gunakan untuk berkumpul bersama dengan keluarganya. Sambil menonton televisi.
Sedangkan Iza pergi menuju ke arah Dapur untuk menghampiri bik Tatik yang sedang memasak buat makan malam.
"Bibik lagi masak apa ?" Sini biyar aku bantu."
Panggil Iza seraya menghampir bik Tatik lalu menyapanya.
Bik Tatik pun menolehkan pandangannya menghadap ke arah Iza yang baru saja datang menghampirinya dari arah belakang. Lalu ia pun sekilas tersenyum kepadanya.
"Nggak perlu repot-repot non. Non Iza kembali saja biyar Bibik sendiri yang kerjakan." tolak bik Tatik sambil tetap menyiapkan dan memilah-milah bahan-bahan yang akan ia masak.
" Nggak papa bik sini biyar aku bantu, lagian aku juga sudah terbiasa memasak kok."
Ucap Iza kembali tetap bersikeras untuk membantunya.
" Tapi non...!"
"Sudah nggak papa...!"
Bik Tatik pun akhirnya mengizinkan Iza untuk membantunya memasak.
" Oohya bik.... biyar aku saja yang membuat bumbunya. Bibik lanjut saja potong sayur dan bersihkan ikannya yah." Suruh Iza kembali.
"Baik non..." Bik Tatik pun mengiyakan nya.
Sebelum memasak Iza mengenakan celemeknya terlebih dahulu, Kemudian ia mulai berkutat membuatkan 2 cangkir kopi untuk Andra dan Danang, Saat ini Iza tau bahwa sekarang suaminya itu sedang bersama dengan adiknya.
Iza baru mengetahui Setelah terdengar keramaian suara adik dan kakak itu yang sangat berisik. Sampai terdengar dari arah Dapur.
" Hanya berdua saja tapi sangat rameh kayak gini, Apa memang mereka setiap harinya kayak gini ya? Suara mereka sampai terdengar ke telingaku. Adik dan kakak itu benar-benar sama tingkahnya seperti ibu-ibu yang sedang berkumpul Arisan Saja."
Gerutu Iza dalam hati ketika terdengar suara Andra dan Danang yang begitu rame. Tidak tau apa yang terjadi Iza hanya merasa heran saja ketika mendengarnya.
Setelah sudah siap kopinya, Iza langsung mengantarkan keluar menuju ke tempat suaminya berada.
Andra dan Danang melihat kedatangan Iza yang menghampirinya sambil membawa 2 cangkir kopi di atas nampang. Tidak lupa juga di selingi dengan satu toples cemilan.
Mereka terus memperhatikan gerak-gerik Iza sampai ia meletakkan 2 cangkir kopi dan 1 toples cemilan itu di atas meja.
" Silahkan di minum kopinya." Ucap Iza sambil tersenyum menghadap ke arah Andra dan Danang secara bergantian.
"Kakak ipar sudah baik banget juga sangat perhatian." Puji Danang sambil tersenyum menyeringai menatap wajah kakak iparnya itu.
"Terimakasih banyak ya kakak ipar sudah di buatkan kopi juga untuk ku." Imbuhnya lagi merasa bahagia.
__ADS_1
"Iya sama-sama..." jawab Iza dengan anggukan kepala.
"Kalau begitu aku tinggal masuk ke Dapur dulu, Aku mau bantu bibik lagi lanjutin masak." Ucap Iza kembali berpamitan.
Danang dan Andra pun mengiyakan nya. Kemudian Iza pun langsung masuk kembali menuju kearah Dapur.
Danang sangat suka melihat perlakuan manis Iza. Ia benar-benar sangat kagum ketika melihatnya.
Andra pun sedari tadi memperhatikan dan mendengarkan celotehan adiknya itu saat memuji istrinya. Jujur saat ini ia merasa tidak suka saat melihatnya.
" Kamu kenapa kak ?" Tanya Danang heran ketika melihat sikap Andra yang sedari tadi memperhatikannya.
"Ayok di minum kopinya ini enak banget loh mumpung masih hangat. Kopi buatannya kakak ipar ini aku sangat suka."
Danang kembali menyeruput kopi yang baru saja di bawakan oleh Iza.
Andra hanya diam menatap Danang degan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan.
"Kamu itu jangan berlebihan lihat suasananya dan keadaannya jika mau memuji-muji atau mengagumi seseorang itu perhatikan dulu, di sini ada Suaminya."
Andra merasa tidak betah akhirnya ia pun mengeluarkan semua unek-unek di hatinya.
Uhuk....Uhukk... Uhukk....
Suara Danang tersedak kopi Setelah mendengar pengakuan dari kakaknya itu secara tiba-tiba. Danang pun langsung terkejut seketika di buatnya.
Andra hanya cuek saja setelah melihat Adiknya itu tersedak kopi hangat yang baru saja di nikmatnya.
"Kamu cemburu sama Aku ?" Tanya Danang sambil mengusap bekas kopi di mulut dengan tangannya.
Huaha.....haaa....haa...haa....ha....
Tiba-tiba Danang pun tertawa terbahak-bahak Setelah menyadari bahwa kakaknya itu sekarang sedang cemburu beneran kepadanya.
Tawa Danang semakin pecah di ruangan itu.
" Hey apa kamu itu sudah gila hentikan tawamu itu." Bentak Andra dengan keras Setelah melihat tingkah laku Danang sekarang.
Bukanya diam Danang pun semakin jungkir balik di kursi sambil tertawa terpingkal-pingkal Setelah mendengar perkataan kakaknya itu yang menurutnya sangat lucu.
Iza yang di dalam Dapur sedang memasak pun langsung keluar lagi. Menghampir mereka berdua, Setelah mendengar suara keributan itu.
"Ada apa ini mas ?"
Iza merasa bingung ketika melihat dua sosok laki-laki yang menurutnya sangat aneh. Yang satunya diam membisu dan yang satunya tertawa cekikikan.
Setelah melihat kedatangan istrinya dengan cepat Andra menginjak kaki Danang agar cepat menghentikan tawanya itu.
" Auuuuuu......" Pekik Danang kesakitan Setelah kakinya di injak keras oleh Andra.
"Kalian berdua ini kenapa...?" tanya Iza lagi merasa heran.
"Nggak kenapa-kenapa kok sayang, Ayok lebih baik kita masuk ke dalam kamar saja."
__ADS_1
Andra Menghampirinya lalu mengandeng tangannya untuk segera di ajak masuk kedalam kamarnya lagi.
"Tapi mas aku masih belum selesai bantu bibik masaknya."
Iza menolak ajakannya berusah untuk melepaskan tangan Andra dari tangannya.
"Sudah biarkan saja. Ayok masuk kedalam kamar. " Ucap Andra dengan cepat langsung menggendong tubuh Iza sambil menaiki anak tangga.
"Mas kamu Apa-apaan turunkan aku.."
Iza meronta berusah untuk minta di turunkan. Tapi tangan Andra yang besar dan kuat itu sama sekali tidak berpengaruh kepadanya.
Iza pun Akhirnya pasrah dan menurut saja tanpa menolak lagi. Sedangkan Danang melongo memperhatikan Andra yang mengendong tubuh Iza sambil menaiki anak tangga menuju ke lantai dua.
Danang pun menggelengkan kepalanya Setelah melihat sikap kakaknya itu.
" Benar-benar kamu sudah bucinya tingkat dewa. Kok bisa cemburu sama adiknya sendiri."
Gumam Danang dalam hati ia masih tidak percaya.
______ ______ ______
Andra menurunkan Iza di depan pintu kamarnya. "Ayok masuk kedalam. Nanti kalau Waktunya makan malam biyar aku suruh Bibik saja mengantarkan nya kesini." Ucap Andra memberi tau.
Iza pun menurutinya tanpa membantah lagi, Karena menurutnya jika ia membantah itu pun akan percuma saja. Iza sudah faham betul sifat dan karakter suaminya itu yang sebenarnya suka memaksa dan tidak mau di bantah.
Mereka berdua memasuki kamar kembali.
Sejenak fikiran Iza mulai teringat kembali tentang Danang tadi pas waktu di bawah, Soalnya ia melihat Danang tertawa keras dan tidak bisa berhenti.
Akhirnya Iza pun menanyakan secara langsung kepada suaminya itu apa yang sebenarnya telah terjadi.
"Mas sebenarnya ada apa kenapa Danang tadi Tertawa keras banget ?" Tanya Iza penasaran.
"Tadi Dia menertawakan ku...." Jawab Andra jujur.
"Kenapa kok bisa Dia menertawakan mu mas?"
"Karena aku cemburu melihat sikapnya yang terlalu berlebihan kepadamu sayang. Dia tidak bisa menghargai aku sebagai Suamimu."
Jelas Andra panjang lebar sembari menatap lekat wajah Iza lalu tangannya sekilas mengelus pipinya.
Iza pun mengerutkan keningnya.
Setelah mendengarkan penjelasan Andra yang sebenarnya. Iza baru mengerti dan faham semuanya. Lalu kemudian tiba-tiba Iza juga mulai ikut menertawakan nya ketika mengingat sifat Andra yang cemburu kepada adiknya sendiri.
✨✨✨✨
_________ ________ ________ ________ _______
BUAT TEMAN-TEMAN YANG SUKA & SELALU SETIA MEMBACA KARYA AUTHOR INI. AUTHOR MOHON SEKALI DUKUNGANNYA KALIAN. DENGAN CARA LIKE 👍, KOMENTAR, JUGA VOTE. RATE BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐ MASUKKAN KE DAFTAR FAVORIT ❤️ KALIAN.
KARENA SEMANGAT AUTHOR ADALAH KALIAN. BUAT MENGHIBUR KALIAN SEMUA.
__ADS_1
AKAN AUTHOR USAHAKAN UNTUK UPDATE SETIAP HARI...
SEKALI LAGI AUTHOR MENGUCAPKAN BERIBU-RIBU BANYAK TERIMAKASIH 🙏