Impian Gadis Manis

Impian Gadis Manis
Ciuman Pertama.


__ADS_3

Di dalam mobil.


Windah sesekali melirik ke arah menantunya. Kemudian tersenyum ketika melihatnya.


Sedangkan yang di perhatikan pun merasa tidak enak, Iza pun malah semakin salah tingkah akibat mertuanya selalu memperhatikannya sedari tadi.


" Sayang gimana kado yang telah Mama berikan kemarin kepada mu, Apa kamu menyukainya ?" tanya Windah memulai bicaranya sambil tetap fokus menyetir mobilnya.


Iza pun menolehkan pandangannya ke arah mama mertuanya itu. " Su..su..Suka kok ma !"


Jawab Iza terbata ia masih merasa kaget dengan pertanyaan Mama mertuanya barusan.


"Bagus kalau begitu..." Ucap Windah senang sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Apakah kamu sudah memakainya sayang ?" Imbuhnya lagi kembali bertanya.


Windah yang memiliki sifat Rama periang ia sama sekali tidak sungkan ataupun merasa malu menanyakannya secara langsung kepada menantunya itu. baginya Iza sudah ia anggap seperti Anak kandungnya sendiri jadi ia pun biasa saja.


Iza yang di tanyain terus akhirnya ia pun mengiyakannya saja.


" Iya Ma sudah Iza pakai kok." jawab Iza singkat sembari tersenyum kecut menghadap ke arah mertuanya.


" Bagai mana mungkin aku memakai pakaian seperti itu bikin malu saja. Aku nggak tau dengan jalan fikiran mama mertua ini, kenapa dia sampai segitunya memberikan ku pakaian yang kurang bahan seperti itu. Padahal dia kan sudah tua." Gerutu Iza dalam hati masih tidak menyangka.


"Bagus kalau begitu !" Windah kembali tersenyum setelah mendengar jawaban Menantunya.


" Dengan begini aku akan segera memiliki cucu. Pasti Andra tadi malam sangat bergairah ketika melihat penampilan istrinya memakai baju pemberianku itu."


Batin Windah dalam hati merasa sangat senang membayangkan anak dan menantunya ketika melakukan malam pertamanya.


Berbincang-bincang di dalam mobil hingga tidak terasa mereka sudah sampai di tujuannya. Mereka pun keluar dari mobil berjalan memasuki pasar yang sangatlah rameh itu.


Iza mengikuti Mama Windah dari arah belakang sambil membawa keranjang belanjaannya.


"Sayang kita beli ikan dan sayuran dulu. Ayok kamu ikuti Mama."


Windah mengandeng tangan Iza, Setelah tau menantunya itu membuntutinya dari arah belakang. Windah pun langsung menarik tangannya supaya berjalan Beriringan dengannya.


Iza pun hanya menurut saja tanpa banyak bicara.

__ADS_1


Windah dan Iza berbelanja macam-macam kebutuhan Dapur. Ikan, sayur-sayuran,ayam, daging, buah-buahan dan banyak macam lainnya yang mereka beli. Saat di rasa sudah penuh keranjang belanjaannya mereka berdua pun langsung bergegas kembali pulang.


___ ___ ___ ___ ___ ___ ___


Setibanya di rumah mereka langsung masuk ke dalam Meletakkan semua belanjaannya tadi.


Iza mulai menata semua belanjaannya tadi ke dalam kulkas. Sedangkan Windah langsung masuk ke dalam kamarnya untuk menghampir sang suami. Kebetulan jam menunjukan pukul 07.00 pagi waktunya sarapan.


"Sudahlah Non tinggalkan saja, tadi tuan Andra mencari enon."


Bik Tatik memberi tau. Setelah melihat Iza sudah selesai menata semua belanjaannya tadi kedalam kulkas.


Iza mengerutkan keningnya, Ingatannya kembali tertuju kepada Andra sejak tadi subuh ia belum ketemu lagi sama suaminya.


"Sekarang mas Andra nya ada di mana yah bik ?" tanya Iza mencari tau.


"Biasanya kalau Setelah sholat subuh tuan muda ada di ruangan olahraganya non. Kadang juga ada di ruang kerjanya." Jelas bik Tatik lagi memberitau.


"Ohhw yasudah ... Biar aku samperin dulu Dia ke sana." Melangkah meninggalkan Dapur kemudian baru beberapa langkah Iza pun berbalik, lalu kembali lagi.


"Kenapa lagi non ?" Bik Tatik merasa heran ketika melihat Iza datang lagi.


"Iza mau membuatkan kopi dulu untuk mas Andra." Ucap Iza sembari berjalan menuju ke arah kompor Mulai menyalahkan Apinya, kemudian mulai meracik kopinya.


Setelah sudah selesai Iza langsung menghampir Andra menuju ruang Olahraganya, ia mau memastikannya sendiri terlebih dahulu meskipun belum tau tempatnya ia hanya mengikuti arahan dari bik Tatik tadi yang memberitahunya.


Memang banyak kamar di lantai dua tapi Ia masih belum faham kamar satu-satunya itu kamar untuk apa dan di tempati untuk siapa saja, Ia belum tau.


Iza berjalan menuju ke kamar yang paling ujung, ia pun mulai membuka pelan pintunya kemudian berjalan masuk kedalam. Pandangannya memperhatikan sekeliling dan itu adalah ruangan olahraga yang sangat bagus, Di dalamnya banyak di penuhi alat olahraga bermacam-macam lainnya juga ada alat fitness treadmill elektrik yang bagus.



Iza tidak melihat suaminya berada di dalam tapi telinganya sekilas mendengar suara air gemericik menyala. Setelah meletakkan kopi di atas meja kecil, Iza berjalan menuju kearah suara air yang menyalah itu. Kemudian saat Iza mulai mengetuk pintunya, pintu pun lebih dulu terbuka lebar.


Andra mebuka pintu kamar mandih kecil tersebut, lalu keluar dari kamar mandi itu sudah rapi dengan mengunakan pakaian kemejanya yang berwarna putih serta celana berwarna hitam.


"Sayang ...!"


Andra kaget. Iza pun sebaliknya ia juga sampai tersentak ketika melihat Andra membukak pintunya secara tiba-tiba.

__ADS_1


Dengan cepat Andra langsung memeluknya, ketika melihat tubuh istrinya itu hampiri saja terjatuh akibat merasa kaget di buatnya tadi secara tiba-tiba.


Saat itu memang posisi mereka sangatlah dekat, jadi tidak heran jika Iza merasa kagetnya bukan main. Apa lagi awalnya ia juga sedikit takut dan ragu saat mengetuk kamar mandi tersebut.


Takut jika bukan suaminya yang berada di dalam melainkan anggota keluarga ARDIANO lainya yang berada di dalamnya.


Iza mengatur nafasnya di dalam pelukan Andra. Mereka bertatapan muka kemudian Iza pun memalingkan wajahnya dari wajah Andra yang sangatlah terlihat Ganteng, fresh, rambut basahnya membuat penampilannya semakin bedah terlihat sangat segar Setelah olahraga tadi.


Apalagi ketika melihat suaminya berpakaian seperti itu yang semakin terlihat sangat Gaga tubuhnya yang tinggi, ototnya yang kekar, dan aromanya yang khas bau maskulin itu membuat jantungnya semakin menjadi


Dek... Dek...Seerr...


Andra melihat tingkah istrinya itu semakin gemas ingin rasanya ia menerkamnya Sekarang juga. Karena sudah tidak tahan akhirnya perlahan ia pun mulai meraih wajah Iza dengan kedua tangannya mulai mendekat kan wajahnya ke arah wajah Iza.


Semakin Mendekat... Mendekat... Mendekat...Hingga jarak di antara mereka berdua tinggal beberapa sentii saja, perlahan-lahan Andra menyatukan bibirnya dengan bibir Iza yang sangat terlihat mengoda itu.


Kemudian ia pun mulai ********** perlahan dengan begitu lembut. Iza pun menerima perlakuan Andra saat ini tanpa menolaknya lagi, karena jujur di hati kecilnya ia juga tertarik kepada suaminya itu, Iza hanya bisa memejamkan kedua matanya.


Ini adalah yang pertama kali baginya di cium oleh seorang laki-laki jadi ia masih belum mengerti dan masih sedikit kaku untuk melakukannya.


Andra mulai menggigit kecil bagian bibir bawah Iza ketika Iza tidak membalas ciumanya. Iza pun langsung membuka mulutnya ketika merasa sakit di bagian bibir bawahnya akibat gigitan Andra barusa. Saat itu juga Andra mulai memperdalam ciumannya dan perlahan Iza juga mulai membalas ciumanya.


Kini Andra mulai terbawah emosi dan tidak bisa mengendalikan tubuhnya lagi tangannya mulai masuk kedalam baju yang dikenakan oleh Iza, mulai meremas bagian gudukan kembarnya yang sama sekali belum pernah ia lihat itu.


Iza pun merasa kaget.... Akhirnya ia pun mendorong keras tubuh Andra saat merasakan bagian bawah Andra menegang dan menempel di bagian perutnya.


Andra pun langsung merasa terkejut akibat Ulah istrinya itu secara tiba-tiba mendorongnya. Bagaimana mungkin di saat ia sudah tidak biasa menahanya lagi Istrinya malah mendorong keras tubuhnya.


Sebaliknya Iza pun merasa kaget ketika merasakan bagian bawah Andra tadi menegang lalu mengingat kembali Situasinya ketika sekarang ia masih belum selesai tamu bulanannya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


. Jangan lupa tinggalkan jejak 🙏 like komen vote tentunya biyar Author semakin semangat lagi untuk menulisnya.


__ADS_2