Impian Gadis Manis

Impian Gadis Manis
Wanita kita


__ADS_3

"Maafkan aku mas..." Ucap Iza liri sambil menundukkan kepalanya, Saat ini ia benar-benar tidak berani menatap wajah Andra secara langsung.


Andra pun mengusap wajahnya dengan frustrasi sambil mengacak-acak rambutnya yang masih basah itu.


Kemudian Andra pun masuk kembali ke dalam kamar mandi untuk menuntaskannya. Tanpa menggubris perkataan maaf dari istrinya lagi.


Iza pun merasa tidak enak hati kepada suaminya itu. Merasa tidak tenang dan gelisah, takut jika Andra akan semakin marah kepadanya nanti.


Sambil menunggu suaminya keluar Iza berjalan mondar-mandir di depan pintu kamar mandi sambil meremas kedua tangannya.


"Gimana ini pasti nanti mas Andra akan marah lagi kepadaku. Aku takut jika nanti mas Andra akan mempermasalahkan nya, lalu menambah hukumannya lagi kepadaku."


Gumam Iza dalam hati merasa takut sambil membayangkan yang tidak-tidak.


Tok....tok....tok.....


Terdengar suara pintu di ketuk, Iza pun langsung menolehkan pandangannya ke arah pintu.


"Sayang apa kalian di dalam ? Cepat keluarlah Ayok kita sarapan bersama." Panggil Windah berteriak dari luar kamar.


Iza pun langsung berjalan menuju ke arah pintu untuk membukanya.


Pintu pun terbuka.


"Iya Ma sebentar lagi kita akan turun." Ucap Iza dengan senyuman di paksakan, supaya mama mertuanya itu tidak curiga kepadanya. Setelah apa yang terjadi barusan.


Sesaat Windah pun memperhatikan sekeliling ruangan olahraga itu, lalu kembali bertanya saat di rasa tidak melihat keberadaan putranya di dalam.


"Dimana Suamimu sayang Kok tidak ada di dalam ?" Ucap Windah mencari tau sambil celingak-celinguk kembali mencari keberadaan putranya di ruangan olahraga itu.


"Ohhw... Mas Andra lagi ada di dalam kamar mandi Ma ..." Ucapnya memberitahu.


Windah pun menoleh ke arah menantunya memperhatikan nya sesaat. Kemudian mengerutkan keningnya.


"Ohhw ya sayang apa Kamu habis ikutan olahraga bersama Suamimu, kok wajahmu banyak keringatnya ... ?"


Windah merasa heran ketika melihat banyak keringat di Kening Iza yang mulai keluar dan menetes. Refleks Iza pun langsung mengusap wajahnya cepat dengan kedua tangannya.


"Yasudah Mama tunggu di bawah cepatlah segera turun...!" Ucap Windah langsung pergi meninggalkan menantunya sendirian yang masih panik dan masih sibuk membersihkan keringat di wajahnya itu.


Iza pun langsung menghela nafasnya dengan lega. Setelah kepergian Mama mertuanya.


Untung saja dia cepat pergi tidak bertanya lagi yang macam-macam kepadaku. Pagi-pagi sudah membuat orang panik saja."


Gerutu Iza dalam hati merasa kesal.

__ADS_1


Tiba-tiba Andra datang dari arah belakang, Iza pun masih belum menyadarinya.


"Ayok keluar...! Ajak Andra dengan muka dinginnya. Berjalan mendahului Sang istri yang masih berdiam diri di depan pintu.


Iza pun langsung mengikuti Andra dari arah belakang tanpa banyak bicara lagi, saat ini ia tau dan faham perasaan suaminya yang lagi kesal.


Mereka berdua berjalan menuju ke arah Dapur untuk melakukan sarapan paginya. Setelah sampai tiba di meja makan Semuanya pun sudah ngumpul di sana termasuk Windah, Ardi dan Juga Danang.


Mereka bertiga memperhatikan sepasang pengantin baru itu yang sepertinya kelihatan berbedah, Sepertinya Ada yang salah ketika melihat perubahan di wajah dingin Andra.


Iza sadar bahwa semua keluarganya itu saat ini sedang memperhatikannya, jadi ia mencoba untuk bersikap santai saja biyar mereka tidak curiga.


" Maaf ya semuanya sudah membuat kalian menunggu terlalu lama." Ucap Iza dengan perasaan sungkannya.


"Nggak kok kakak ipar, kita juga baru saja datang." Sahut Danang sambil tersenyum kemudian sekilas melirik ke arah kakaknya itu yang terlihat berbedah dari biasanya.


" Ndra Apa hari ini kamu akan pergi ke tempat kerjamu ?" Tanya Ardi kepada putranya Setelah melihat Anaknya itu sudah rapi memakai pakaian kerjanya.


" Iya pa Aku akan pergi sebentar kesan...! Jawab Andra singkat dengan muka Dinginnya.


"Kenapa harus pergi...? Kalian kan pengantin baru lebih baik kalian jalan-jalan saja atau mungkin bulan madu. Soal pekerjaanmu sudah tenang saja serahkan Semuanya kepada Adikmu." Turut Windah.


"Benar apa kata Mama tenang saja masalah pekerjaan biyar semuanya aku yan Handle lagian kan sekarang sudah ada Asisten pribadi yang membantu kita." Ucap Danang membenarkan perkataan mamanya


" Aku Akan pergi sebentar ada urusan penting yang harus aku selesaikan. " Pungkas Andra cepat sembari menatap tajam ke arah wajah adiknya.


Setelah mendengar keputusan Andra tidak ada lagi yang banyak bicara atau membantah perkataannya. Mereka semuanya pun lebih fokus melanjutkan kembali Acara sarapan paginya bersama menantu barunya.


Setelah sudah selesai mereka langsung pergi ketujuan nya masing-masing yaitu berangkat ke tempat kerjanya.


___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___


* Di ruangan pribadi Andra *


Siang harinya David datang ke tempat kerjanya Andra, tanpa memberitau nya terlebih dahulu.


Setelah mendapatkan kabar dari Danang adiknya Andra. David pun langsung meluncur ke sana kebetulan ia juga ingin menemuinya saat ini.


Sedangkan Andra di tempat kerjanya juga tidak ada pekerjaan ia hanya bersantai-santai saja di dalam ruangannya. Semua pekerjaannya sudah di tangani oleh Danang dan juga Asisten pribadi barunya yang bernama Beni itu.


Andra hanya ingin menenangkan dirinya juga fikirannya saja di sana dengan begini ia akan sedikit lebih tenang.


David langsung menyelonong masuk kedalam ruangan Andra tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.


" Pengantin baru kok malah keluyuran bukanya bersenang-senang di rumah dan menikmatinya." Celetuk David mengagetkan Andra yang sedang memejamkan kedua matanya sambil duduk di kursi kebesarannya sebagai pengusaha sukses.

__ADS_1


Andra pun tersentak ketika mendengar suara David yang baru saja datang mengagetkannya secara tiba-tiba, Dengan cepat Andra pun langsung melempar buku besar ke arah wajahnya.


Bagaimana mungkin David yang memang memiliki sifat karakter jahil dan pececilan itu tidak menjahilinya, ketika melihat Andra memejamkan kedua matanya ia pun berjalan mengendap-endap supaya tidak ketahuan David memang sengaja untuk mengagetkannya.


"Berengsek loh... Sengaja loh mau buat Gue mati jantungan." Umpat Andra kesal dengan kelakuan sahabat satunya itu yang hampir saja membuat jantungnya copot akibat Kaget karena ulahnya.


David mengambil satu botol Air mineral yang baru saja ia ambil dari meja lalu memberikannya kepada Andra.


"Ini minum dulu agar loh tidak kaget !" Ucapnya sambil menyodorkan botol minuman air mineral kepada Andra.


Andra pun langsung mengambilnya dengan kasar dari tangan David, lalu dengan cepat segera meneguk airnya sampai habis tak tersisa. Saat di rasa sudah habis ia pun melempar botol plastik itu ke sembarang arah akibat masih merasa kesal dan jengkel dengan ulah Sahabatnya barusan.


Bagaimana mungkin ia yang pergi ke tempat kerjanya dengan tujuan untuk menenangkan dirinya malah di gangu dan di kagetkan dengan kedatangan Sahabatnya itu secara tiba-tiba.


Itu menurutnya bukan membuat situasi hati dan fikirannya kembali tenang dan membaik tapi malah menjadi buruk. Apalagi ia sudah tau dan mengerti maksud kedatangannya David kesitu pasti akan bertanya-tanya yang tidak-tidak dan menggodanya.


" Ada Apa loh kesini ? Kenapa loh kok bisa tau Gue sekarang Ada disini ...?" Tanyanya dengan ketus.


"Tenang dong Santai saja brohhhhh...." Mengusap punggung sahabatnya berusah untuk menenangkannya."Gue Nggak bakal tanyain loh yang macam-macam kok jadih loh nggak usah khawatir Oke." Ucapnya lagi dengan santai berusah untuk meyakinkannya.


David sudah tau dari Danang Suasana hati Andra sekarang, jadi ia sudah mengerti ia hanya ingin mencoba untuk menenangkan dan menghiburnya saja agar tidak terlalu setres.


"Sebaiknya loh Ceritain saja ke gue sebenernya ada apa yang terjadi...?


Andra pun hanya membungkam mulutnya tanpa menjawab pertanyaan David tadi. Sedangkan David hanya bisa menghela nafasnya kasar akibat Andra tidak menggubrisnya sama sekali.


Pasti Danang yang sudah memberitahu nya. Benar-benar mereka semua itu sama sajah." Batin Andra dalam hati.


"Lebih baik sekarang loh temani saja gue makan siang dari pada loh bertanya-tanya terus percuma nggak bakal Gue jawab." Ucap Andra dengan muka Dinginnya.


"Baiklah kalau begitu tapi kita makanya bareng wanita kita ya, tadi Gue sudah janjian soalnya." Ucapnya David membujuk Andra supaya mau.


"Loh tenang saja Iza juga sudah Ada di sana kok sama Diana, mereka tadi sudah janjian untuk bertemu makan siang di cafenya Tante Rika." Imbuhnya lagi memberitau


Andra tanpa menjawab perkataan David ia pun langsung pergi meninggalkan David sendiri di ruangan pribadinya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


. Berikan Author vitamin ya. VOTE nya jangan lupa 🙏


__ADS_2