
* Diana dan David *
Sepasang kekasih yang sangat cocok dan serasi itu sedang buduk bermesraan di atas pasir putih sembari menikmati suasana pantai yang sangat indah.
Setelah berputar-putar mengelilingi pantai mereka pun merasa kecapean akhirnya memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak di bawah pohon kelapa.
" Sayang maunya kamu kapan menikah sama aku..?" tanya David hati-hati sembari mengelus pucuk kepala Diana yang terbalut kerudung pashmina warna hitam.
Diana pun mendongak menatap wajah David
"Apa kamu sudah tidak sabar... ?" Tanyanya sambil tersenyum.
" Iya kamu betul. " Jawab David dengan jujur.
" Kalau begitu ayok kita langsung pergi ke KUA sekarang." Diana menangapi perkataan David dengan serius.
" Apa kamu yakin dengan perkataan mu itu...? Tanya David lagi kembali memastikan.
"Dengarkan aku ya... Berikanlah aku waktu, aku akan memikirkan nya lagi, Aku harap kamu bisa mengerti dan memahami keadaanku sekarang yang mempunyai tanggung jawab sebagai kakak sekaligus sebagai orang tua bagi Adikku." jelas Diana lagi panjang lebar, setelah ia melihat keseriusan di wajah David dan mulai tidak sabar untuk mengajaknya segera menikah.
"Baik...baikk... Aku mengerti kok, tapi adikmu itu juga sudah aku anggap seperti adikku sendiri. Kalaupun nanti kita sudah menikah kamu dan Dimas akan menjadi tanggung jawabku juga ."
David meyakinkan Diana agar tidak perluh khawatirin tentang Adiknya.
"Terimakasih banyak..." Ucapnya bahagia setelah mendengar perkataan David barusa.
Diana terharu, tanpa sadar buliran bening pun langsung saja menetes dari mata indahnya. David pun langsung mengusap air mata Diana dengan tangannya.
"Kamu jangan menangis dong, nanti aku bakalan ikutan nangis juga gimana ?"
David sebenarnya tidak tega saat melihat orang yang di cintainya sekarang bersedih.
" Ini tu tangisan bahagia." jelas Diana. "Lagian kalau kamu ikutan menangis juga tidak papa asal kamu bisa menahan malu."
Diana pun tertawa membayangkan David jika ikutan menangis sepertinya di tempat umum yang sangat rameh itu.
Ceeekkk.... David berdecak.
" Sudah ahh tidak lucu jangan tertawa lagi." Ucap David dengan muka cemberutnya.
"Iya.. Iya... jangan ngamek gitu dong... Nanti gantengnya hilang loh." Ucap Diana mulai merayu. David pun tersenyum.
Tiba-tiba Andra dan Iza pun datang menghampirinya.
" Sudah puas pacarannya... ?" tanya David kepada Andra dan juga Iza yang baru saja datang menghampirinya. Lalu ikut duduk gabung di sebelahnya
"Pacaran sama istri sendiri kan tidak Apa-apa." sahut Andra cepat.
"Ya tidak apa-apa memangnya siapa yang melarang." Gumam David pelan tapi masih terdengar di telinga Andra.
" Cobalah katakan sekali lagi..." suruh Andra kembali setelah ia mendengar gumaman David barusan.
"Sudah ahh mas jangan ribut-ribut, malu tuh di lihat sama semua orang ...!" sahut Iza mulai menegur suaminya agar tidak mengungkitnya kembali.
__ADS_1
Andra pun menuruti permintaan istrinya itu, ia tidak mempermasalahkan nya lagi.
"Ini sudah hampir sore lebih baik ayo kita pulang."
Ajak Andra Sembari melihat jam arloji branded di tangannya itu. Yang menunjukkan sudah pukul 3 soreh.
" Iya lebih baik ayok kita pulang." Sahut Iza mengiyakan ajakannya.
" Kalian pulanglah lebih dulu, kita masih ingin disini." Ucap Diana menyuru. " Aku masih ingin menikmati suasana pantai di soreh hari ini." Imbuhnya lagi memberitau.
"Bener kalau kalian ingin pulang. Pulanglah saja duluan." David ikut menimpali perkataan Diana.
"Yasudah Ayok mas kita pulang." Ajak Iza kemudian ia pun mulai berdiri dari duduknya.
"Oke Ayok... " Andra juga mengikutinya ia juga mulai ikut berdiri.
" Yasudah kita tinggal dulu. Pamit Iza kembali Kemudian Diana dan David pun mengiyakan nya.
____ ____ ____ ____ ____
Mereka berdua pun mulai meninggalkan pantai berjalan menuju ke arah mobilnya yang berada di parkiran.
"Mas aku ingin beli cemilan, nanti kita mampir dulu ke minimarket ya." Ucap Iza memberitau sembari tetap berjalan beriringan dengan suaminya.
" Baik...!" Jawab Andra singkat.
Kemudian tidak ada lagi percakapan diantara mereka berdua, mereka hanya diam tidak banyak bicara lagi, Setelah sudah sampai di mobil mereka langsung masuk ke dalam, Andra pun mulai melajuhkan kembali mobilnya untuk segera pulang kerumahnya.
Di perjalanan Iza pun tertidur sangat pulas, Karena Istrinya tertidur Andra pun lebih fokus untuk mengendarai mobilnya itu, hingga tanpa sadar ia melupakan permintaan Istrinya tadi untuk singgah ke minimarket.
"Oohya tadi kan dia mengajak ku untuk mampir dulu ke minimarket." Gumam Andra dalam hati sambil menepuk jidatnya setelah mengingat kembali permintaan Istrinya tadi.
Kemudian Andra pun mulai memperhatikan kembali istrinya yang masih tertidur pulas di sebelahnya itu. Sesaat ia pun memperhatikan dan menatap wajahnya, mulai mengusap pucuk kepalanya yang terbalut kerudung pashmina berwarna coklat muda itu.
Kemudian ia pun sekilas mencium keningnya, Setelah itu ia kembali tersenyum ketika mengingat kejadian kemari yang hampir saja membuatnya menjadi gila.
Andra pun menggelengkan kepalanya ia masih belum percaya kalau ternyata Istrinya itu sangat lugu dan masih saja malu kepadanya, padahal mereka kan sudah menikah tetapi Iza masih saja tidak mau ganti baju ataupun memperlihatkan tubuhnya itu di depannya secara langsung, Bahkan ganti baju pun ia memilih ganti di dalam kamar mandi.
Andra membayangkan yang tidak-tidak di dalam mobilnya itu, Kemudian terbesit di dalam Fikiranya untuk membuat Istrinya itu mengerti dan memahami kalau dia itu sudah menjadi istri sahnya seharusnya ia mengerti apa keinginannya. Andra ingin Istrinya itu bersifat biasa saja di depannya tanpa harus menutupinya lagi.
"Kamu masih belum mengerti dan belum faham, kalau begitu aku yang akan membuatmu menjadi mengerti dan sadar bahwa kamu itu sudah menjadi istriku, Kamu sudah menjadi miliku tetapi kamu masih saja tidak mau menampakkan tubuhmu sediri di depanku."
Batin Andra dalam hati sambil menatap wajah Istrinya itu yang masih tertidur di dalam mobilnya. Andra Adalah lelaki dewasa tetapi ia juga memiliki sifat yang pengertian ia juga pintar dalam hal apapun termasuk mengurus usahanya dan mendapatkan istrinya itu sampai menjadi istri sahnya.
Andra pun keluar dari mobil lalu berjalan memutar kearah Istrinya itu untuk mengangkat tubuhnya yang masih tertidur, ia ingin membawanya masuk kedalam kamar.
Belum sempat ia mengangkat tubuh istrinya, Istrinya itu pun lebih dulu mengeliat dan mulai terbangun dari tidurnya, ia pun mulai mebuka lebar-lebar kedua bola matanya.
Iza menatap Wajah Andra dan mulai memperhatikan sekeliling, ia sadar kalau sekarang ia sudah tiba di depan rumahnya.
" Ayok turun kita sudah sampai." Ajak Andra ketika melihat Istrinya itu masih berdiam diri berada di dalam mobil.
"Mas kenapa tadi tidak membangunkan Aku?"
__ADS_1
Iza mulai bicara Sembari merapikan jilbabnya.
"Aku lupa...!" Jawab Andra cepet.
"Lagian kamu tadi tertidur sangat pulas jadi aku tidak tega untuk membangunkan mu." Ucapnya lagi beralasan.
Andra terpaksa berbohong karena ia tidak ingin Istrinya itu kembali mempermasalahkan nya lagi. Iza pun merai tasnya kemudian ia turun dari mobil.
Setelah sudah berada di luar Andra pun menutup kembali mobilnya, kemudian mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah.
Di dalam rumah Mama Windah pun menyapanya.
" Loh kalian kok pulang bersama, Kalian ini dari mana...?"
Winda bingung setengah melihat dan memperhatikan celana anaknya dan rokk panjang menantunya itu bagian bawahnya basah.
Andra dan Iza pun saling memandang kemudian mereka kembali menghadap ke arah Mama Windah.
"Kita habis dari pantai ma..." Jawab Iza sambil tersenyum.
"Ohhw yasudah mama kira kalian habis kehujanan atau habis kebanjiran, kan maklum saja sekarang musim penghujanan..."Windah pun menerka-nerka.
Windah merasa senang setelah tau kalau anak dan menantunya itu habis pergi jalan-jalan.
Andra dan Iza pun mengerutkan keningnya setelah mendengar perkataan mamanya barusan.
" Yasudah kalau begitu kita masuk kedalam dulu yah ma..." Pamit Iza.
Windah pun mengiyakan nya kemudian Andra dan Iza pun langsung masuk menuju ke kamarnya guna untuk membersihkan tubuhnya.
Didalam kamar.
"Sayang Kamu mandi Saja duluan." Suruh Andra.
"Baiklah aku akan mandi duluan." Iza menurut kemudian ia berjalan ke arah lemari guna untuk mengambil pakaiannya yang akan ia kenakan nanti sehabis mandi.
Andra pun memperhatikan gerak-gerik istrinya itu berjalan kearah lemari untuk mengambil pakaian gantinya, Tapi ia hanya diam saja memperhatikannya terukir senyuman jahil di bibirnya itu.
" Aku akan memulainya sekarang untuk membuatmu Mengerti dan sadar kalau kamu itu sudah menjadi istriku. Sungguh istriku yang lucu, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nantinya kepadamu ketika aku akan melakukan rencana ku ini, dan sudah di pastikan kali ini aku akan berhasil membuatmu terkejut."
Batin Andra dalam hati sembari tersenyum menyeringai, membayangkan bagaimana reaksi wajah istrinya itu ketika nantinya tau apa yang akan di lakukanya.
.
.
.
.
.
💗💗💗💗💗
__ADS_1
Simak terus kelanjutan ceritanya yang semakin seruh kelanjutan nya akan segera di mulai. Siap-siap yah🤗🤭 Jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan vote
Terimakasih 🙏🥰