Impian Gadis Manis

Impian Gadis Manis
Menghindar.


__ADS_3

"Yang sabar ya Iza, kita selalu ada kok untuk kamu. Jika ada apa-apa atau jika kamu butu bantuan kami hubungi saja kami." Ucap Mbak ida berpesan Sambil memeluk Iza karna mereka mau pamit pulang.


"Betul Iza kami siap selalu membatu mu jika kamu butu bantuan kami." Ucap Resti dan juga Vina menimpali.


"Iya mbak Ida, Vina,Resti makasih ya buat kalian semua sudah mau jengukin ibuku." Iza mengucapkan terimakasih kepada Mereka semua.


"Iya..." Ucap mereka sambil tersenyum." Yasudah kami pulang dulu ya." Pamit mereka semua kembali.


"Iya mbak sekali lagi terima kasih, Kalian semua hati-hati di jalan." Iza mengantarkan sampai depan rumah, kebetulan Diana masih belum pulang Diana Masih di dalam.


Setelah mereka semua sudah pergi Iza pun kembali masuk.


Di dalam rumah Diana dan Thika mengobrol berdua Iza pun menghampiri mereka berdua.


Diana melihat Iza datang menghampiri nya.


"Apa mereka semua sudah pulang?" tanyanya kepada Iza.


"Sudah..." jawab Iza singkat. Kemudian ia berjalan kembali menuju ke arah dapur untuk mengambil minum.


Iza pun membawa beberapa botol minuman dan cemilan setelah itu ia kembali lagi menghampiri Diana dan Thika. Yang masih ada di halama belakang rumah, Mereka duduk di lantai istirahat sejenak kebetulan merasa lelah setelah seharian bekerja.


Menikmati Suasana sore hari yang hampir menjelang petang. angin segar masuk kedalam membuat rasa capek dan letih hilang seketika.


" Apa kamu tidak pulang ?" Tanya Iza sambil melirik ke arah Diana lalu memberikan botol minuman yang telah di ambilnya tadi.


"Aku Masih ingin di sini..." Ucap Diana sambil menerima air minum yang di berikan Iza kepada nya.


"Makasih ya.." imbuhnya lagi.


"Iya,, " Jawab Iza singkat.


Iza juga memberikan botol minuman kepada Thika.


" Apa nggak sebaiknya kamu nginap di sini saja ? Ini sudah malam loh pasti tidak ada angkot." Ucap Thika kepada Diana.


"Itu tidak mungkin adik ku di rumah sendiri." Jawab Diana menolak tawaran Thika.


" Terus kamu mau pulang naik apa ini sudah tidak ada angkot." Iza mengerutkan keningnya.


"Nanti ada yang jemput Sendiri kamu tenang saja." Jawab Diana santai.


Iza dan Thika pun baru mengerti.." Yasudah Terserah kamu. Lebih baik mandilah dulu sebelum kekasihmu datang untuk menjemput mu." Ucap Iza sambil tersenyum mengejek.


"Ambillah bajuku di dalam lemari, dan pakailah kamu kan gak bawah ganti." ucapnya lagi menyuru Diana.


Benar apa kata Iza lebih baik aku mandih dulu sebelum Dia datang. ucapnya dalam hati menyadari, sambil menciumi bau badannya yang bau asem Karen habis seharian bekerja.

__ADS_1


"Baiklah aku akan segera mandih." Diana pun menuruti perkataan Iza, lalu beranjak dari duduknya berdiri melangkah masuk ke dalam untuk membersihkan tubuhnya.


Thika hanya tersenyum melihat tingkah Diana yang menurutnya lucu.


"Benar-benar tidak menyangka ternyata Diana itu sangat dekat sama kamu ya kak? " Tanya Thika kepada Iza.


"Ya beginilah kami berdua, memang sudah dekat dari semenjak kita pertama kali bertemu. Menurut kakak Diana itu tidak jau bedah dengan kakak kami memiliki kisah nasib yang sama." Ucap Iza menjelaskan sambil mengingat semua awal ketemunya ia dengan Diana dulu.


Iza menceritakan semuanya kepada Thika, tentang pertemuan nya dengan Diana hingga sampai saat ini menjadi sahabat dekatnya.


Tiba tiba terdengar bel pintu berbunyi.


"Kak kayaknya itu Tuan David sudah datang." kata Thika kepada Iza.


"Mungkin, biar kakak saja yang bukak kamu masuk saja ke dalam ini sudah malam." Ucap Iza menyuru.


"Baiklah kak." Thika pun menuruti perkataan Iza dan Iza berdiri lalu berjalan menuju ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.


Pintu pun terbuka ternyata benar dugaannya Thika tadi. Memang benar David lah yang datang. Gumamnya Iza dalam hati.


"Ayo masuk Diana masih di dalam." Ucap Iza mempersilahkan David untuk masuk.


" Baiklah, Makasih yah iza ...!" Ucap David lalu segera masuk ke dalam rumah.


Iza pun menutup kembali pintu nya.


"Kamu duduk saja dulu biar aku panggilkan Diana kedalam." Ucap Iza menyuru kembali David untuk duduk di ruang tamu.


Iza pun menolehkan pandangannya ke belakang dan melihat Diana." Ohhw yasudah kalau begitu aku akan buatkan minuman kamu duduk saja dulu."


"Sudah gak usah repot-repot lagian ini aku akan langsung balik kok." ucap David menolak.


"Kenapa buru-buru sekali." tanya Iza heran.


"Aku hanya mampir sebentar ingin menjemput Dia." ucapnya lagi menunjuk ke arah Diana.


"Ohh yasudah kalau begitu terserah kalian."


"Aku pulang dulu ya sampai ketemu besok di cafe." Ucap Diana berpamitan kepada Iza.


"Baiklah Makasih banyak ya kamu sudah mau mampir." Ucapnya sambil tersenyum.


Diana pun lalu kembali pulang dengan di antaranya David.


🌷🌷🌷


*Di rumah Andra*

__ADS_1


Suasana di kediaman keluarga ARDIANO saat ini sangat rame. Kebetulan mereka semua kedatangan tamu, yang tak lain ialah teman lamanya pak Ardi atau bisa di sebut sahabat waktu mudahnya dulu. Mereka makan malam bersama di rumah Andra.


" Jadi Sebentar lagi Anak mu akan menikah Ar? Kenapa mendadak banget? "Tanya pak Heru kepada pak Ardi karna merasa penasaran tiba-tiba Anak sahabatnya itu mau menikah.


"Iya Anaku Andra mau menikah 2 Minggu lagi." Jawab pak Ardi Sambil tersenyum.


"Lalu kenapa mendadak banget? Setau ku, Aku belum pernah melihat Anakmu Andra itu membawa wanita, Kok sekarang tiba-tiba sudah mau menikah saja." Tanya pak Heru mencari tau ia merasa penasaran.


"Iya Mas, memang pertemuan mereka sangatlah singkat ya mungkin sudah jodohnya kali," Windah pun ikut menjelaskan.


"Kami semua sudah sepakat ingin pernikahannya Andra di percepat saja, lagian mereka berdua juga sudah setuju jadi aku dan mas Ardi pun sangat bahagia karna keinginan kami melihat anak kami menikah akan segera terwujud." Windah pun menjawab pertanyaan Heru dengan tersenyum bahagia.


"Iya jeng kami juga turut bahagia melihat Anak pertama kalian akan segera menikah." Ucap buk Dina istri pak Heru.


"Sebenarnya kami juga kepingin melihat putri kami segera menikah tapi ya mungkin jodohnya belum ada jadi ya mau gimana lagi." Ucap buk Dina lagi merasa bersedih setelah mendengar kabar bahwa anak Sahabat dari suaminya itu akan segera menikah, padahal di hati kecilnya ia dulu ingin sekali menjodohkan putrinya dengan Andra anak pertama dari keluarga ARDIANO.


"Doakan saja jeng yang terbaik untuk anak-anak kita." Windah pun memegang tangan Dina supaya tidak bersedih.


Dina pun menjawab perkataan Windah dengan senyuman di paksakan.


Seandainya Renita yang akan menikah dengan Andra pasti hati ini sangat bahagia. Gumam Dina dalam hati.


" Kemana anakmu Ar, kok Aku tak melihat mereka dari tadi?" Tanya Heru lagi.


"Mereka belum pulang mungkin sebentar lagi, Tadi aku juga sudah hubungi mereka untuk pulang lebih cepat." Jawab Ardi.


"Ar Ngomong- ngomong Sebenarnya calon mantumu itu siapa kalau aku boleh tau ?" Pak Heru masih penasaran.


"Assalamualaikum...." Belum sempat menjawab pertanyaan pak Heru Andra pun datang bersamaan dengan Danang di waktu yang tepat.


Lantas semua orang pun menoleh ke arah Suara Andra barusa.


"Waalaikumsalam nak rupanya kamu sudah datang." Ucap Windah menjawab salam dari anaknya.


" Andra Danang kamu masih ingat kan ini om heru dan Tante Dina teman lama papa." Ucap Ardi kepada kedua putranya.


"Iya pa Aku masih ingat." jawab Andra singkat lalu ia menyalimi heru dan Dina bergantian. begitu pun Danang melakukan hal yang sama seperti Andra lakukan menyalimi tamu papanya itu dengan sopan.


"Andra masuk dulu ya ma,pa." Pamitnya kepada kedua orangtuanya.


"Iya nak Setelah itu kalian turun lagi ya, mari kita makan malam bersama." Tutur Windah kepada kedua putranya.


"Tapi maaf ma, Aku tadi sudah makan jadi Danang saja yang iku gabung bersama kalian." Ucapnya lalu berlalu meninggalkan mereka semua.


Danang pun merasa kesal dengan Kakaknya itu, yang main seenaknya saja menyuru nya untuk ikut makan bersama mereka. Ia mengerutu dalam hati.


Sebenarnya Danang dan Andra tadi sudah pulang mereka tidak sengaja mendengar percakapan kedua orang tuanya dan juga Heru serta istrinya,, Andra merasa tidak suka dengan sikap mereka, karna menurutnya mereka itu terlalu berlebihan karna ikut campur masalah pribadinya.

__ADS_1


Andra pun Malas akhirnya ia memilih untuk menghindar dari tamu papanya.


jadi mau tidak mau Danang pun menuruti permintaan mamanya untuk iku makan malam bersama sahabat papanya dengan perasaan kesal.


__ADS_2