Impian Gadis Manis

Impian Gadis Manis
Menyesal


__ADS_3

Iza menjelaskan Maksud nya kepada Diana, menyuru Diana dan David untuk mengatakan hubungan nya yang sejujurnya di depan kedua orang tua David, dan juga di depan buk Rika. Menurut Iza dengan cara inilah pasti buk Rika bakalan mengerti dan memahaminya lalu perjodohan pun akan di batalkan.


" Bagai mana apa kamu mengerti maksud ku Din?" tanya Iza berharap agar Diana mau di ajak kerjasama.


"Baiklah Iza aku akan mengatakan semuanya, kepada kedua orang tua David dan juga buk Rika, tapi aku masih tidak yakin kalau mereka mau menerima aku Za." Ucap Diana ragu.


"Kamu harus yakin Din. Kan ada David, Nanti pasti dia juga bakalan berusaha untuk meyakinkan kedua orang tuanya, kalau dia itu benar-benar mencintai kamu. Aku juga bakalan berusaha untuk membantu kalian agar bisa bersatu, Kamu tentang saja ya." Ucap Iza meyakinkan Diana sambil memohon agar Diana mau membantunya.


"Baiklah iya aku akan melakukannya hanya Demi kamu." Ucap Diana Menurut.


"Hey bukan hanya demi aku, tapi juga demi cinta kamu." Ucap Iza Tidak terima dengan perkataan Diana.


"Iya, Iya, demi kita berdua." Ucap Diana mengalah.


"Nah gitu dong, Terimakasih banyak ya Din akhirnya kamu mau juga." Ucap Iza sangat senang karena Diana mau menerima permintaan nya.


Akhirnya mereka berdua pun saling berpelukan.


Iza benar-benar yakin jika Diana dan David mau mengakui perasaan mereka yang sebenarnya, di depan buk Rika dan juga kedua orang tua David. Maka hubungan mereka berdua bakalan di restuin, soalnya Iza tau betul kalau buk Rika itu orang baik. Makanya dia tidak mau menyakiti hati nya atau perasaannya. Iza pun lebih memilih cara lain untuk menolak perjodohan ini, tanpa harus melukai perasaan buk Rika Majikannya.


Tiba-tiba suara ponsel Iza pun berbunyi, dengan cepat Iza pun langsung milihatnya. Setelah sudah tau siapa yang menghubungi nya, Iza tidak mau mengangkat dan lebih memilih untuk membiarkan nya saja.


Setelah tau raut wajah Iza yang tiba-tiba berubah setelah melihat panggilan masuk di layar ponselnya. Akhirnya Diana pun langsung bertanya.


"Apakah Andra yang menelfon?" Ucap Diana menebak panggilan masuk di layar ponsel Iza.

__ADS_1


"Heemm !" jawab Iza males.


"Pasti dia menyesal dan sekarang dia ingin mencoba minta maaf sama kamu." Ucap Diana sambil tersenyum membayangkan penyesalan Andra.


"Yasudah lah biarkan saja Din,, Aku juga nggak mau ambil pusing." Iza masih kesal dengan sikap Andra.


Sebenarnya aku sangat mencintai kamu, tapi mengapa kamu tidak bisa mencoba untuk memahami aku, dan kenapa kamu bisa bicara seperti itu kepada aku, Aku masih kecewa sama kamu.


Kejadian Tadi malam masih terbayang bayang di fikiran Iza. Iza masih benar-benar tidak menyangka dengan sikap Andra, Mengapa orang yang dia cintai tidak percaya dan tidak bisa mengerti perasaan nya saat ini, Padahal Iza sangat berharap agar Andra bisa mengerti perasaan nya, dan membantu nya dengan cara yang lebih bijak tanpa harus melukai perasaan orang lain, Tapi Andra malah memilih melepaskan Iza begitu saja.


************


Di tempat Lain saat ini Andra sangat bingung, dia sudah beberapa kali mencoba untuk menghubungi Iza. Tapi tidak di angkat oleh Iza dan malah tidak di respon.


Andra benar-benar sangat menyesal dengan perkataan nya tadi malam kepada Iza. Dia tau kalau dia itu salah. Makanya saat ini Andra ingin mencoba untuk meminta maaf kepada Iza, sudah beberapa kali Andra menelfon nya tapi sama sekali tidak di respon oleh Iza. Bahkan Andra juga sudah mencari nya di cafe tapi dia tidak menemukan keberadaan Iza di sana.


Setelah sudah tiba di rumah Buk Rika, Andra pun langsung menuju kearah pintu, lalu menekan tombol pintu rumah tersebut.


Ting....tong....


Suara pintu berbunyi nyaring. Dari dalam Buk Isa pun langsung berjalan menuju ke arah pintu lalu membuka pintunya.


Kebetulan saat ini suasana lagi sepi, buk Rika tidak ada di rumah. Karena memang di siang hari buk Rika jarang sekali berbeda di rumah, hanya ada buk Isa saja saat ini. Jadi masih beruntung Andra datang kesitu.


Setelah pintu terbuka.

__ADS_1


"Assalamualaikum buk !" Ucap Andra dengan sopan ketika Buk Isa membukak pintunya.


"Waalaikumsalam Nak, Kamu pasti mencari Iza ya? tanya Buk Isa kepada Andra.


Buk Isa sebenarnya sudah tau kalau ada masalah dengan hubungan Andra dan Iza. Dia sudah menebak kalau Iza saat ini sangat sedih setelah pulang bersama dengan David tadi malam, Dia selalu diam dan tidak banyak bicara.


"Iya buk saya lagi mencari Iza, apakah sekarang dia ada di rumah? Soalnya saya tadi sudah mencarinya ke cafe tapi dia tidak ada di sana, Kata pengurus cafe saat ini Iza nggak masuk, saya juga sudah beberapa kali mencoba untuk menghubungi dia tapi tidak dia angkat." Ucap Andra panjang lebar menjelaskan kepada buk Isa bahwa dia sekarang lagi mencari-cari Iza.


"Tapi sekarang Iza juga tidak ada di rumah Nak, Ibuk juga kurang tau dia pergi kemana soalnya tadi ibu kira dia pergi ke cafe." Ucap bu Isa memberitau Andra.


"Ohh kalau gitu Yasudah bu, Andra mau pamit pulang saja kan Iza tidak ada di rumah. Tadi Andra kira Iza ada di rumah." Setelah tau Iza Tidak ada di rumah akhirnya Andra memutuskan kembali pulang.


"Loh kenapa kok malah pulang kan kamu baru datang, Ayok lebih baik kamu masuk dulu


Nak !" buk Isa mengajak Andra untuk masuk kedalam rumah.


"Tidak buk terima kasih ya, lain kali saja Sekarang Andra pamit dulu Assalamualaikum !"pamit Andra lagi sambil menyalimi tangan buk Isa.


Buk Isa pun mengiyakan nya. "Yasudah kalau begitu Waalaikumsalam,, hati-hati ya Nak di jalan" Ucap buk Isa.


"Iya bu." jawab Andra lalu pergi dari rumah buk Rika.


Andra melajukan kembali mobilnya menuju ke tempat kerjanya, dari pagi dia mencoba untuk menghubungi dan mencari Iza tapi tidak bisa ketemu. Saat ini dia benar-benar sangat menyesali perkataan nya tadi malam kepada Iza, dia tau sekarang pasti Iza sangat kecewa kepada nya.


"Aku harus mencari kamu kemana lagi sayang ? aku sangat menyesal tolong maafkan aku. Aku tau pasti saat ini kamu sangat marah kepada ku. Tolong agkat telvon ku, aku benar-benar ingin ketemu sama kamu aku kangen sama kamu !"

__ADS_1


Andra bicara sendiri di dalam mobilnya sambil tetap fokus menyetir mobil nya.


__ADS_2