
Sedangkan Andra diam-diam tangannya mulai meraih tangan Iza dari bawah meja,
kemudian ia pun mulai mengengamnya.
Sih empunya tangan pun refleks langsung merasa terkejut ketika merasakan sentuhan di tangannya. Setelah di pastikan dan di lihatnya sendiri ternyata tangannya sudah menyatuh dengan tangan suaminya.
"Masss....! Ucap Iza liri sambil mendongakkan kepalanya kemudian menatap lekat wajah Andra. Andra pun sekilas tersenyum kepadanya jujur ia tidak bisa marah terlalu lama kepada istrinya itu, apa lagi saat melihat wajah memelasnya itu ia semakin tidak tega.
Sedangkan Iza merasa lega akhirnya suaminya tidak bersikap Dingin lagi, itu berarti suaminya sudah tidak marah lagi kepadanya.
Beberapa menit kemudian. makanan pun sudah di antar oleh salah satu pelayan cafe, mereka berempat pun mulai menikmati acara makan siangnya bersama tanpa banyak lagi berbicara.
Mereka tetap fokus dengan makanan mereka masing-masing. Hening sejenak, hanya terdengar suara Gelutikan sendok dan garpu yang menyatuh dengan piring mereka masing-masing.Setelah makanan sudah habis, mereka pun mulai berbicara kembali.
"Aku mau masuk dulu kedalam sekalian mau izin pamit sama pengurus cafe, Aku juga mau berpamitan kepada teman-temanku yang lainnya." Ucap Diana memberitau sembari membereskan piring kotor bekas makanannya tadi.
"Baiklah Cintaku cepetan ya, aku tunggu Jangan lama-lama." Pinta David dengan kata-kata gombalannya.
"Oke ...!" Diana mengiyakannya kemudian ia berjalan masuk kedalam meninggalkan David, Andra dan juga Iza di luar.
Diana dan David mereka berdua hampir memiliki sifat karakter yang sama dan seimbang, David pandai merayu jahil serta banyak bicara, tapi Diana tetap bersikap biasa saja menanggapinya, Diana bisa mengimbangi sifat-sifatnya itu.
Sedangkan Andra dan Iza sangat berbedah Andra memiliki sifat yang sangat dewasa tapi pengertian sedangkan Iza memiliki sifat yang dewasa tapi terkesan sangat pemalu dan masih sangat polos.
"Ayok kita keluar dulu kita tunggu saja David dan Diana di dalam mobil." ajak Andra kepada Iza.
" Yah lebih baik kalian keluarlah lebih dulu. Tunggu saja kita di dalam mobil." sahut David menyuru.
" Tapi aku juga mau berpamitan dulu sama teman-teman lainnya, biyar aku masuk kedalam dulu yah" Ucap Iza meminta izin kepada suaminya sembari menatapnya.
"Terserah kamu saja, tapi jangan lama-lama." Jawab Andra singkat.
"Iya...! jawab Iza dengan Anggukan kepala.
Iza pun langsung melangkah masuk ke dalam untuk menemui Resti dan juga Vina teman seperjuangannya waktu itu, Ia ingin berpamitan kepada mereka sebelum benar-benar pergi meninggalkan tempat yang sudah menjadi sejarah baginya.
Bertahun-tahun bekerja di cafe itu menikmati susah senang bersama. Melayani pembelian dan mengerjakan tugas bersama mereka adalah pengalaman yang sangat berharga baginya, yang tidak akan pernah ia lupakan.
💮💮💮💮💮
Sedangkan Andra dan David masih menunggunya di luar.
__ADS_1
"Sebenarnya ada masalah apa kamu sama Istrimu itu ? kok gue heran saja dengan sikap kalian berdua ?"
David pun akhirnya bertanya Setelah Iza dan Diana sudah masuk kedalam dan kini hanya tinggal mereka berdua. Merasa sangat penasaran apa yang terjadi kepada sepasang pengantin baru itu.
Andra menatap David lalu diam sesaat memperhatikan nya. " Kamu ingin tau...?" Tanya Andra kemudian ia mulai bicara.
David mengangguk cepat mengiyakan nya.
" Iya Cobala ceritakan sama sahabat Gantengmu ini."
David kembali memuji dirinya sendiri, kemudian memaksa Andra untuk menceritakannya lagi kepadanya.
Andra menghela nafasnya dengan kasar
" Tapi Gue mau keluar sekarang karena mereka sudah datang !"
Andra menunjuk Kearah Diana dan juga Iza yang baru saja keluar dari dalam, lalu berjalan Menghampirinya.
"Awasss loh gitu saja Nggak mau bagi-bagi cerita ke gue." Ucap David dengan muka kesalnya.
" Lebih baik jernika fikiranmu dulu agar tidak jenuh." Andra tak menggubris perkataan David.
"Ayok Cepetan katanya mau pergi jalan-jalan ke pantai !" Sahut Diana yang baru saja datang bersama dengan Iza. Ia sangat Antusias ketika di ajak calon suaminya itu pergi jalan-jalan.
Kemudian Andra juga mulai beranjak dari duduknya berjalan beriringan dengan Istrinya itu, tapi mereka hanya berjalan biasa saja tanpa mengumbar kemesraannya itu di depan umum, yang seperti David dan juga Diana lakukan sekarang.
Iza pun menggelengkan kepalanya Setelah melihat kelakuan Diana dan juga David.
"Di kasih saran supaya cepat segera menikah tapi malah tidak di dengarkan. Aku hanya tidak mau melihat mu di pandang orang buruk Diana seandainya saja kamu mengerti maksudku."
Gumam Iza dalam hati merasa khawatir akan kedekatan David dan juga Diana yang semakin hari semakin bertambah mesranya.
Mereka berempat berjalan keluar dari cafe menuju ke arah mobil mereka masing-masing.
Andra pergi dengan Iza sedangkan David dengan Diana. mereka segera melajuhkan mobilnya menuju ke pantai.
___________________
30 menit kemudian.
Mereka semua sudah sampai di tujuannya. Sudah sampai di pantai yang sangat ramai pengunjungnya. Karena memang letak pantai itu tidak terlalu jauh jadi mereka memilih yang lebih dekat saja. Memilih pantai yang sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan, pantai itu sangat ramai pengunjungnya.
__ADS_1
Alasan mereka memilih keramaian adalah untuk menghibur diri, dan menikmati suasana keramaian pantai itu supaya tidak jenuh dan lebih merasakan gembira bisa bergabung dengan orang-orang banyak di sana.
Andra dan Iza masih berada di dalam mobil. Setelah memarkirkan mobilnya itu mereka masih menunggu kedatangan mobil David yang masih belum nampak juga kearah parkiran.
"Mas Dimana mobil David Kok mereka masih belum juga kelihatan ?"
"Entahlah aku juga tidak tau...Ayok lebih baik kita keluar saja." Ajak Andra sembari melepas seatbelt pengamannya.
" Baik ....!" Iza pun menurut ia pun juga mulai melepaskan seatbelt pengamannya itu, lalu mengikuti Andra keluar dari mobil.
Setelah sudah berada di luar.
" Mas itu kayaknya mobil David deh..." Ucap Iza menunjuk Kearah mobil David yang baru saja masuk ke arah parkiran.
"Iya kamu benar itu mobilnya David.." Ucap Andra Setelah memastikannya kembali.
"Yasudah Ayo mas kita hampiri saja mereka kesan dari pada harus menunggu di sini." ajak Iza
Kemudian Andra pun menuruti Ajakan Istrinya itu, mereka berdua berjalan menghampiri David dan Diana yang baru saja memarkirkan mobil mereka di arah yang berbedah dengan mobilnya.
Setelah sudah bertemu Mereka pun memutuskan untuk segera masuk kedalam lokasi pantai yang sangat ramai itu.
Kebetulan cuaca saat ini tidak terlalu panas karena memang saat ini musim penghujanan. Jadi cuacanya pun agak sedikit mendung.
" Mas kamu sering ya main kesini ? Tanya Iza kepada Suaminya sembari terus berjalan di atas pasir putih.
"Tidak juga... " Jawab Andra singkat.
"Kalau boleh tau kapan kamu terakhir kalinya main kesini. Sebelum kenal sama aku ?" Iza masih penasara. Andra pun menoleh ke arah Istrinya.
" Sudah lamah banget aku tidak mengingatnya lagi, lagian aku juga tidak ada waktu untuk pergi jalan-jalan ke pantai seperti ini." jelas Andra lagi.
" Ya mungkin saja kamu pernah kesini bersama mantan kamu." Iza menerka-nerka ia juga masih tidak menyadari arah bicaranya itu kemana.
Andra pun menatapnya tajam. "Mengapa kamu bertanya hal yang tidak penting !" Ketus Andra.
Iza pun langsung sadar ketika melihat Suaminya itu tersinggung dengan kata-katanya barusan.
" Ya maaf aku kan hanya bertanya saja." jawab Iza dengan sedikit rasa bersalahnya.
"Yasudah jangan bahas-bahas hal yang tidak penting lagi." Ucapnya lagi mengingatkan.
__ADS_1
Kemudian Andra dan Iza pun berjalan mendekati ombak, mereka berdua berjalan di tepian pantai sembari menikmati suasana pantai itu, sesekali mereka juga merasakan debyuran ombak pantai yang mengenai kaki mereka. Sedangkan David dan Diana mereka berpencar dengan Iza dan Andra.
💮💮💮💮