
Setibanya di kamar Andra langsung melepaskan sepatunya lalu bergantian melepaskan kemeja yang ia kenakan, setelah itu ia berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang ia rasa sangat lengket. Dua puluh menit kemudian Andra keluar dari kamar mandinya.
Setelah selesai mandi, ia pun kembali memakai baju santainya yang baru saja ia ambil dari lemari besar yang ada di dalam ruang ganti. Sesudah berganti pakaiannya ia pun berjalan lalu duduk di sofa yang letaknya ada di kamarnya itu, guna untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah.
Namun tiba-tiba Fikiranya teringat tentang Iza. Andra pun mengambil ponselnya yang ia letakkan tadi di atas meja samping tempat tidurnya, lalu ia pun segera menghubungi kekasihnya itu.
Panggilan pun tersambung tetapi tidak di Angkat oleh Iza.
"kemana dia? Kenapa tidak di angkat?" Andra pun mencoba menghubungi Iza beberapa kali. Namun lagi- lagi tetap sama tidak ada respon.
"Kemana dia?" gumamnya dalam hati. Fikiranya saat ini bertanya-tanya merasa tidak tenang dan khawatir, Karena Seharian tadi ia terlalu sibuk banyak pekerjaan yang harus di selesaikan nya, hingga ia sampai lupa tidak menghubungi Iza. Semenjak tadi pagi mengantarkan nya pergi ke Cafe ia belum menghubungi nya kembali.
Andra pun melemparkan ponselnya kearah tempat tidur, dengan perasaan sedikit kesal, Setelah mencoba menghubungi nomor Iza beberapa kali tetapi tidak tersambung ia merasa tidak tenang.
πΌπΌπΌ
Di lain tempat.
Iza Sibuk membantu Thika di Dapur menyiapkan makan malam untuk majikannya. Setelah sudah selesai dan tertata rapi di meja. Rika dan Rohim pun datang ke meja makan dan mulai makan malam bersama.
"Kakak lebih baik kamu istirahat saja biar nanti Aku yang selesaikan." Ucap Thika menyuru.
Kebetulan Semuanya sudah selesai hanya tinggal menungu Rika dan Rohim saja selesai makan.
"Baiklah Aku tinggal ke kamar dulu ya mau melihat ibu." Iza pun mengiyakan nya lalu berjalan meninggalkan Dapur menuju ke kamar ibunya.
Iza membukak pelan pintu lalu masuk kedalam kamar untuk memberikan obat kepada ibunya, kebetulan saat ini ibunya lagi tidur.
"Bu Ayo minum obat dulu !" Ucapnya sambil menggoyang pelan tubuh ibunya yang masih tertidur.
"Ibu. Ayo bangun dulu, sekarang waktunya ibu minum obat." Iza kembali membangunkan ibunya, tetapi ibunya masih belum bergerak dan masih belum juga bangun. Kebetulan saat ini Isa tidur dengan posisi miring membelakangi nya.
Iza pun merasa ada yang aneh dengan ibunya itu, Kenapa ibunya dari tadi tidak bangun juga, padahal ia sudah beberapa kali mencoba untuk membangunkannya.
Iza pun merasa takut karena sudah beberapa kali ia membangunkan ibunya tetapi sama sekali tidak bergerak. Akhirnya Iza pun membalikkan posisi ibunya dan setelah sudah terbalik, ternyata ibunya tidak sadarkan diri, Tiba-tiba Ia merasa panik,kaget dan berteriak memanggil-manggil ibunya setelah menyadari bahwa ibunya saat ini tidak bernafas lagi.
__ADS_1
"Ibuuuu....Ayo bangun bu." Ucapnya panik sambil menggoyangkan tubuh ibunya kembali yang sudah meninggal dunia itu, ia masih belum percaya dan masih berusaha untuk membangunkan ibunya lagi berharap supaya ibunya bangun.
Iza semakin panik dan berteriak menangisi ibunya, hingga suaranya terdengar ke arah Dapur. Rika dan Rohim yang baru selesai makan pun mendengar suara Iza berteriak. Thika juga menyadari itu Suara Iza. Kebetulan saat ini ia ada di meja makan membereskan piring kotor bekas makan malam majikannya tadi.
Tidak butuh waktu lama kemudian mereka semua pun datang menyusul Iza ke dalam kamar ibunya, setelah mendengar keributan dan teriakan Iza tadi. Mereka semua juga ikut panik takut terjadi sesuatu dengan Isa.
Setelah sudah berada di dalam kamar, betapa kagetnya mereka semua saat melihat keadaan Iza menangis dan memeluk ibunya yang tidak sadarkan diri.
"Iza apa yang terjadi dengan ibumu Nak?" Tanya Pak Rohim khawatir setelah melihat semuanya.
Kemudian Rika pun mendekat Menghampiri Isa mencoba untuk melihat Dan memastikannya sendiri.
"Inalillahi wa'inalilahirajiun.Buk Isa sudah Tiada Pa." Ucap Rika lirih kepada Suaminya.
Rika dan Suaminya merasa Sangat kaget Setelah tau bahwa Isa Sudah Meninggal.
Thika pun juga ikutan menangis dan menghampir Iza lalu memeluknya rasanya ia masih belum menyangka atas kepergian budehnya, Kakak tertua dari ibunya itu.
"Kakak yang sabar ya." Ucap Thika sambil memeluk Iza berusah untuk menenangkan nya.
Iza pun tidak bisa berkata-kata lagi saat ini Ia hanya bisa menangis masih tidak Menyangka dan masih belum bisa menerima atas kepergian ibunya.
"Ayo pa tolong angkat Iza bahwa dia kekamarnya." pintah Rika kepada suaminya meminta bantuan untuk mengangkat tubuh Iza yang sedang pinsan. Dengan Cepat Rohim pun membawa Iza ke kamarnya.
"Thika Tolong kamu Kabari Andra ya Nak kasih tau dia kalau buk Isa telah tiada." Ucap Rika kembali menyuru Thika.
"Baik buk." Thika pun segera menghubungi Keluarga Andra lewat telepon rumah.
*******
Terdengar telvon rumah berbunyi nyaring kemudian bik Tatik pun segera mengangkatnya.
"Halo Assalamualaikum ..." Ucap bik Tatik.
"Waalaikumsalam... Maaf saya bicara dengan siapa ya?" Sebelum menyampaikan semuanya. Thika terlebih dahulu menanyakan saat ini ia sedang bicara dengan siapa.
__ADS_1
"Saya pembantu di rumah ini Nak. Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya bik Tatik lagi.
"Maaf Saya hanya memberitahu kan kabar duka, kalau ibunya kak Iza saat ini meninggal dunia tolong sampaikan ya bik kepada kak Andra." Ucap Thika dengan berat hati menyampaikannya.
Bik Tatik pun merasa kaget setelah mendengar kabar tersebut "Inalillahi wa innailaihi Raji'un.. baik nak akan segera saya sampaikan kepada tuhan Andra." Ucapnya lalu menutup Telvon dan berjalan menemui majikannya , guna untuk memberitahu kan kabar duka tersebut atas meninggalnya calon mertuanya Andra.
Kebetulan jam masih menunjukkan pukul 9 malam. Setelah tamu pak Ardi sudah pulang mereka Semua kembali ke kamar mereka masing-masing.
Bik Tatik pun menghampiri Andra kedalam kamarnya, Sebelum masuk bik Tatik mengetuk pintunya terlebih dahulu.
Tok,tok,tok...
Andra pun membuka pintu kamarnya "Ada apa bik?" Ucapnya setelah pintu terbuka.
"Itu tuan, Saya hanya menyampaikan tadi ada telvon memberi tau saya. Katanya ibunya non Iza saat ini meninggal dunia." Ucap bik Tatik langsung karna ia juga merasa kaget.
Andra pun merasa kaget setelah mendengar perkataan bik Tatik tadi. Kemudian ia langsung bergegas lari kedalam kamar untuk mengambil jaketnya dan kunci mobil.
"Bik tolong kasih tau mama dan papa ya, katakan saja kepada mereka untuk segera kesana menyusul saya." Ucapnya menyuru bik Tatik karena saat ini bik Tatik Masih ada di depan kamarnya.
Ia tidak bisa berlama-lama menunggu mama dan papanya, Akhirnya ia memilih pergi lebih duluan kesana setelah mengetahui kabar duka atas meninggalnya calon mertuanya .
"Baik Tuan akan saya sampaikan kepada nyonya. " Bik Tatik mengiyakan perintah Andra.
Andra pun langsung bergegas keluar menuju mobil, lalu ia segera mengendarai mobilnya melajuhkan dengan kecepatan tinggi, agar cepat sampai tujuan saat ini perasaannya sangat khawatir kepada Iza.
Setelah kepergian Andra, Bik Tatik pun langsung memberitahukan kepada Windah dan Ardi sesuai perintah Andra tadi.
.
.
.
.
__ADS_1
.
tetap berikan dukungan jangan lupa like komentar dan vote nya... Next tunggu saja kelanjutan ceritanya yang semakin seruh.π€