
Andra memperhatikan Iza yang masuk ke dalam kamarnya. Setelah melihat sekeliling Isi kamarnya itu ia menyadari bahwa istrinya sekarang tidak bergeming sedang melamun. Kemudian ia pun mulai mencoba untuk mendekatinya.
" Sayang....!" Panggil Andra sembari memeluk Iza dari belakang lalu sekilas mencium pipinya.
Refleks Iza pun merasa kaget seketika di buatnya. Setelah tangan Andra kini melingkar di perutnya bibir Andra sekilas menyatu di pipi kanannya. Membuat Iza semakin takut.
"Ya Allah mas kamu ngagetin aku saja." Ucap Iza Gelagapan. Kemudian mengatur nafasnya kembali.
Saat ini ia benar-benar masih takut saat di Sentuh Oleh Andra, padahal ia sudah menjadi istri sahnya.
Andra pun terkekeh geli melihat tingkah Iza sekarang. Terbesit di Fikiranya untuk menggoda istrinya yang sangat polos dan pemalu itu.
" Kenapa kamu harus kaget gitu sih sanyang ? kan kita sekarang sudah menjadi suami istri yang sah." Ucap Andra sembari membalikkan posisi tubuh Iza menghadap kearah nya. Mereka pun saling bertatapan muka.
" Aku tadi hanya kaget saja habisnya kamu tiba-tiba mendadak ada di belakangku lalu memelukku." Ucap Iza menjelaskan dengan muka cemberutnya.
"Memangnya kenapa kalau aku memelukmu kan sekarang kamu adalah istriku ?" tanya Andra heran sembari mencubit kecil hidung Iza.
"Iya aku tau mas, tadi Aku hanya merasa kaget saja !" Jelas Iza kembali dengan singkat sembari mengusap hidungnya yang baru saja di cubit oleh Andra.
"Yasudah Ayok kita mandih dulu. Aku ingin mandih bersama denganmu, sini biyar aku bantu kamu melepaskan bajumu." Goda Andra Sembari menuntun Iza menuju sofa kecil yang letaknya di sebelah tempat tidur. Kemudian mengajaknya duduk di sana.
Iza pun menelan Salifan nya dengan kasar rasanya ia sudah tidak bisa berkutik lagi untuk saat ini.
"Mas...! Panggil Iza liri.
"Iya Sayang ada apa ?"sahut Andra mendongakkan kepalanya kemudian menghadap ke arah wajah Iza.
"Lebih baik Kamu mandih dulu saja, koper bajuku masih ada di dalam mobil." suruh Iza dengan wajah memelasnya.
"Kamu tenang saja di lemari itu aku sudah siapkan beberapa baju ganti yang masih baru untuk mu." Andra menunjukkan jarinya ke arah lemari besar yang letaknya ada di dalam kamarnya itu.
"Jadi ayok sekarang kita mandih dulu." Ucapnya lagi tetap memaksa.
Iza pun menghela nafasnya dengan kasar.
"Tapi aku malu mas, aku nggak mau mandih bareng sama kamu." Ucap Iza berkata jujur Sembari menundukkan pandangannya, Ia saat ini benar-benar tidak berani menatap mata Andra.
" Lebih baik kamu saja yang mandih duluan aku mau bersikan riasan wajaku ini terlebih dahulu." Ucap Iza kembali memberitau .
__ADS_1
Iza akhirnya mengatakan yang sebenarnya dan mengakui bahwa saat ini dirinya masih belum siap dan masih maluh.
Andra pun langsung meninggalkan Iza tanpa berkata apa-apa, sebenarnya ia tadi hanya berpurah-purah saja.
Andra tidak begitu serius dengan perkataan nya tadi untuk mengajak Iza mandih bareng bersamanya. Hanya saja ia mencoba untuk menggoda dan mengetesnya.
Setelah kepergian Andra Iza pun mulai duduk di meja rias menghadap ke arah kaca. Mulai membersihkan riasan wajahnya dengan menggunakan kapas yang telah di berinya cairan pembersih wajah.
Iza melepaskan Kerudung yang ia kenakan tadi. Kemudian kini terpampang jelas leher jenjang nya yang begitu putih bersih. Iza tidak pernah melepaskan kerudungnya Meskipun ada di dalam rumah atau kamar kecuali waktu mandih baru ia melepasnya.
Tangannya mulai menyisir rambut panjangnya itu, kemudian menggulungnya ke atas karena sekarang ia mau bersiap untuk segera mandih.
Setelah di rasa sisa make up nya sudah hilang dan bersih. Iza pun mulai bangkit dari duduknya menuju ke arah lemari yang di maksud oleh Andra tadi. Guna untuk mengambil baju pakaian yang akan ia kenakan sekarang.
Kebetulan di waktu yang sama Anda keluar dari kamar mandih bertelanjang dada hanya mengunakan haduk putinya yang melilit di bawah perutnya. Andra memang sengaja Memperlihatkan secara langsung kepada Iza tubuh atletisnya itu yang sangat terlihat Maco.
Mendadak muka Iza pun berubah memerah seketika. Iza pun segera memalingkan wajahnya ketika melihat Andra keluar dari kamar mandih hanya menggunakan handuknya saja.
Sedangkan Andra memperhatikan lekat istrinya itu yang baru pertama kali ini ia melihat tidak memakai kerudungnya. Andra pun merasa tergoda ketika melihat leher jenjang istrinya yang kelihatan sangat putih. kemudian ia pun mulai mencoba untuk mendekatinya.
"Mas aku mau mandi dulu." Ucap Iza cepat ketika ia tau Andra datang menghampirinya.
"Iya terserah kamu saja mas." Ucap Iza pasrah.
Iza pun meninggalkan Andra menuju ke kamar mandih. Sedangkan Andra hanya memperhatikan kepergian Iza dari arah belakang.
Di dalam kamar mandih.
Iza mencoba membuka resleting bajunya berulang kali tetapi ia masih merasa kesulitan untuk membukanya.
"Ya Allah ini kenapa sulit sekali untuk di bukak." Iza menghela nafasnya dengan kasar
" Masak aku harus minta bantuan sama mas Andra." Ucapnya sedikit ragu.
Akhirnya Iza pun terpaksa keluar lagi dari kamar mandih menemui Andra guna untuk meminta bantuannya, Iza merasa sudah capek karena berulang-ulang kali mencoba untuk membukanya sendiri tetapi tetap saja masih gagal.
"Ada apa lagi sayang kenapa kamu kok belum mandih juga? Tanya Andra heran ketika melihat Iza datang menghampirinya lagi.
"Mas tolong kamu bukain resleting baju aku ! Aku tadi di dalam kesulitan untuk membukanya." pinta Iza Sembari membalikkan posisinya membelakangi tubuh Andra.
__ADS_1
"Sudah...!" Dengan cepat Andra membuka resleting bajunya.
"Terimakasih banyak ya mas...!" Ucap Iza sembari tersenyum menghadap ke arahnya sebentar kemudian kembali masuk kedalam kamar mandih.
Andra pun tersenyum lalu menggelengkan kepalanya, Setelah melihat tingkah istrinya itu yang benar-benar membuat dirinya tergoda.
Kemudian Andra pun kembali duduk di atas tempat tidur guna untuk mengistirahatkan tubuhnya. Meluruskan kedua kakinya yang sangat capek.
Lain halnya dengan Iza di dalam kamar mandih Setelah melepaskan semua pakaiannya ia sangat terkejut ketika melihat bahwa tamu bulanannya saat ini sudah datang.
Iza pun mengusap wajahnya dengan kasar saat ini ia benar-benar merasa tidak nyaman dan tidak enak karena situasinya berbeda dengan sebelumnya. Iza masih belum terbiasa dan masih bingung untuk menghadapinya.
"Lebih baik aku mandih saja dulu, masalah ini nanti saja di fikirkan kembali. " Gumamnya dalam hati.
Kemudian ia pun segera membersihkan tubuhnya yang sangat lengket.
20 menit kemudian Iza keluar dari kamar mandih berjalan perlahan menghampir Andra.
"Mas dimana koperku apa masih berada di bawah ?" tanya Iza hati-hati.
"Iya masih ada di bawah, biarkan saja nanti aku suruh Bik Tatik untuk mengantarnya ke sini, Lebih baik ayok sekarang kita istirahat dulu." Andra mengajak Iza segera naik ke tempat tidur.
" Mas tapi aku membutuhkan koperku sekarang, aku ingin mengambil barang-barangku di sana." Ucap Iza bersikeras.
Iza masih bingung untuk menjelaskannya itu bagaimana. Jujur ia masih tidak enak hati kepada Andra, pasti Andra akan kecewa setelah tau yang sebenarnya bahwa saat ini ia sedang halangan. Malam pertamanya akan tertunda karena memang waktunya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan olehnya.
"Sudahlah sayang lebih baik ayok cepat sini kita istirahat dulu kamu jangan membanta lagi. Oke." Pungkasnya cepat.
Andra mulai kesal dengan sikap keras kepalanya Iza saat ini.
Akhirnya Iza pun mulai mendekatinya dan mulai Menjelaskan kepadanya. "Mas aku butuh barangku yang ada di dalam koper itu karena sekarang aku lagi datang bulan aku butu pembalut. " Ucap Iza terus terang.
Iza menjelaskan panjang lebar kepada Andra dengan perasaan sedikit bersalah mengingat kondisinya sekarang yang sedang halangan. Malam pertamanya akan menjadi tertunda.
Andra pun langsung terkejut seketika setelah mendengar perkataan Istrinya Barusa.
______________
Jangan lupa tinggalkan jejak 🙏 like, komentar, dan juga vote.
__ADS_1
Terimakasih 🙏.