
*Dua hari kemudian*
Sesuai permintaan Iza untuk tidak menemuinya dulu Andra pun menuruti permintaan nya, ia lebih memilih untuk menghubunginya saja lewat telfon. walaupun perasaan nya saat ini sangat rindu tapi ia mencoba untuk menahan nya untuk tidak bertemu dulu hanya demi menuruti permintaan Iza. Ia percaya dengan kekasihnya itu apa lagi mereka selalu dekat dan selalu berkomunikasi, sedangkan Iza juga tidak lupa selalu meyakinkan nya agar ia mau percaya kepada nya.
Pagi ini Jam 6 Rika lagi sarapan bareng suaminya di meja makan, setelah melakukan sarapan mereka pun mulai membicarakan tentang perjodohannya waktu itu. Sedangkan Iza masih membantu ibunya di dapur lagi beres-beres.
Letak dapur dan juga meja makan memang tidak terlalu jauh kebetulan bersebelahan, Rika pun mulai memanggil mereka ia ingin membicarakan sesuatu.
Iza dan ibunya pun mulai menghampiri majikannya yang masih duduk di meja makan.
"Iza Nanti siang kedua orang tua David datang kemari ingin bertemu dengan kamu Nak, Om Danu itu kakak nya Ibu Rika, dan juga istrinya Tante Ratih, nanti mereka akan datang jadi ibuk hanya ingin memberi tau kamu dan ibu kamu." Ucap Rika memberi tau setelah Iza dan ibunya sudah datang menghampiri nya.
Akhirnya Waktu yang aku tunggu datang juga, semoga semuanya berjalan dengan lancar biar Diana dan David di restui ketika mereka nantinya hadir mengungkapkan perasaan mereka yang sebenarnya, meskipun akan membuat buk Rika nantinya kecewa maaf kan aku buk karna tidak bisa menuruti perintah Ibu. Batin Iza dalam hati,
"Iya buk Iza mengerti.." Ucapnya singkat ia memilih tidak banyak bicara.
" Yasudah Nanti kamu dandan yang Cantik ya, biar mereka kagum saat melihat kamu nanti, ketika mereka sudah bertemu dengan kamu bahwa memang tidak salah ibuk memilihkan calon menantu buat mereka yang sangat manis dan cantik juga baik ini." Ucap Rika memujinya.
Ya Allah sampek segitunya buk Rika ingin sekali menjodohkan anak ku, Padahal aku juga tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
batin Isa sambil melirik sebentar ke arah putrinya ia memang sudah Faham akan perasaan putrinya, tapi ia juga sangat takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Mengingat rencana anaknya yang tidak ingin sekali di jodohkan dengan keponakan nya itu.
Iza pun menyadari bahwa ibunya mulai memperhatikan nya ia tau saat ini ibunya sedang khawatir, akhirnya ia mulai memberikan kode kepada ibunya agar tetap tenang dan tidak khawatir.
Setelah melihat putrinya Isa pun mencoba untuk tenang kembali dan lebih memilih untuk diam.
" Iya buk !" jawab iza, lagi-lagi Ia masih tetap tenang dan berusaha supaya majikannya itu tidak curiga ataupun tau bahwa dia sudah menyunsun rencananya.
" Baik kalau begitu ibuk berangkat duluan ya. Hari ini ibu mau ikut dengan Bapak." Ucap Rika lalu bergegas untuk berangkat bersama suaminya.
" Iya buk !" Jawab Iza dengan anggukan kepala.
__ADS_1
" Kita pergi dulu ya buk Isa Nanti saya akan kembali pulang ketika kak Danu dan istrinya kesini jadi Hari ini Iza nggak usah ke cafe dulu, kamu di rumah saja ya sayang. Ibu hanya ingin memeriksa kondisi keuangan saja lalu kembali pulang.
Iza dan ibunya mengiyakan nya lalu Rika dan Rohim pun mereka pergi meninggalkan rumah.
Sebenarnya Iza sudah tau dari David waktu itu David sudah memberi tau nya lewat pesan, bahwa orang tuanya nanti akan datang karena mereka sekarang lagi berada di apartemennya, semenjak kepulauan mereka dari luar kota mereka tinggal di apartemen putranya.
"Ibu kenapa, apa Ibu lagi sakit? tanya Iza kepada Ibunya saat tau wajah ibunya yang kelihatan pucat.
Iza pun menghampiri ibunya lalu mengusap keningnya memastikan keadaan ibunya itu barangkali lagi demam. " Ibu Tidak apa-apa Nak."Jawab Isa dengan nada suara yang sangat lemas sambil memeluk putrinya.
"Ibu ingin mengatakan sesuatu sama kamu Nak, Kalau nantinya Kamu benar-benar mencintai Nak Andra, Ibu ingin kalian segera menikah Ibu merestui hubungan kalian jadi setelah masalah Ini selesai kamu harus kembali sama Nak Andra. Filing ibu mengatakan kalau nak Andra itu Anak baik." Bisik Isa di telinga putrinya sambil memeluk lalu mengatakan permintaan nya itu kepada putrinya.
"Baik bu Mas Andra juga sudah janji bahwa setelah masalah kita selesai dia akan segera melamar aku." ucap Iza menuruti permintaan ibunya.
"Tapi beneran apa ibu tidak papa?" Tanyanya lagi yang masih khawatir dengan kondisi ibunya.
"Ibu tidak papa Nak, ibu hanya sedikit pusing dan mual." Ucap Isa yang purah-purah baik agar putrinya tidak khawatir.
"Yasudah lebih baik sekarang ibu istirahat saja, ayok biar Iza antar ibu kekamar. "
Di dalam kamar.
"Lebih baik Ibu nggak usah Fikirkan semua masalah ini, Ibu percaya kan sama anak ibu ini ? Jadi ibu jangan khawatir ya." Ucap Iza sambil memegang tangan ibunya setelah Isa sudah berbaring di tempat tidur, ia tidak mau Ibunya terlalu banyak Fikiran.
Isa pun tersenyum. "Semua Orang tua pasti khawatir Nak tapi kamu malah menyuruh ibu untuk tidak memikirkan masa depan putrinya." Jawab nya lagi.
"Yasudah kalau begitu sebaiknya sekarang ibu tidur saja." Ucap Iza lalu menyelimuti tubuh ibunya setelah memberikan obat kepada nya.
Iza pun berjalan keluar menuju Dapur lagi menyelesaikan pekerjaan nya tadi Yang belum terselesaikan, karena memang masih pukul 7 pagi.
✨✨✨
__ADS_1
Siang Harinya.
Akhirnya kedua orang tua David pun sudah datang kerumah Rika adhiknya untuk menemui Iza.
Saat ini Iza ada di dalam kamar lagi menemui Ibunya.
"Mereka sudah datang ibu." Ucap Iza memberitahu.
"Yasudah ayok kita keluar pasti buk Rika sudah menunggu." Ucap Isa dengan semangat ia ingin masalah ini cepat selesai.
" Apa kondisi Ibu sudah enakan ? Tanya Iza.
"Ibu Tidak apa-apa ayo kita keluar Nak, Apa Diana dan David sudah datang ?" Tanyanya lagi khawatir.
"Mereka masih di perjalanan bentar lagi juga sampai, Ibu jangan khawatir." Ucap Iza berusaha untuk menenangkan ibunya supaya tidak panik.
Mereka pun akhirnya keluar menghampiri Danu, Ratih, dan juga Rika yang sudah lebih dulu duduk di ruang tamu.
Setelah Iza sudah menyuguhkan minuman untuk mereka, Iza pun menghampiri ibunya yang ada di dalam kamar, sekalian memanggil nya karena memang kondisi ibunya saat ini sedikit kurang sehat.
Setelah sudah berkenalan Iza dan Isa pun duduk gabung bersama mereka.
"Memang benar apa kata kamu Rik, Nak Iza ini sangat cantik." Ucap Danu mengagumi dan memuji kecantikan Iza.
Ratih pun ikut menyautinya lalu menanyai Iza juga. "Nak apa kamu Sudah kenal dengan anak Ibu David, Apa kamu mau menikah dengan nya ?" Tanyanya dengan langsung pada intinya.
Iza pun Hanya bisa tersenyum. lalu Ia mencoba untuk bicara tapi belum sempat dia berkata Rika langsung menyautinya.
"Ya jelas Iza mau lah kak, kan aku sebelum nya sudah kasih tau kepada mereka semua. Sama David juga tentunya, mereka juga sudah saling mengenal ." jawab Rika cepat lalu Tersenyum ke arah Iza. "Iya kan Sayang?" Tanya Rika kepada Iza.
Belum sempat Iza menjawab David dan Diana pun sudah datang sambil bergandengan tangan begitu mesranya dari arah pintu, Mereka terus berjalan menghampiri kedua orang tuanya dan juga Tantenya yang sedang berkumpul bersama Iza dan ibunya di ruang tamu.
__ADS_1
Alhamdulillah kalian sudah datang di waktu yang tepat. Batin Iza dalam hati ia benar-benar bersyukur. lalu tersenyum ke arah David dan Diana.
Sementara Rika, Danu dan juga Ratih hanya bisa melongo melihat pemandangan itu, Ketika melihat putranya datang dan mengandeng perempuan lain begitu mesra nya. Mereka sangat terkejut terutama Rika Yang merasa sangat bingung, kagetnya bukan main setelah melihat kedatangan David keponakannya itu dan juga Diana.