
Setelah mendengar penuturan Ratih Wajah Diana mendadak berubah memerah seketika seperti kepiting rebus, Ia merasa maluh ketika Ratih menanyakan langsung kepada David mana calon menantu nya itu.
David pun hanya tersenyum menanggapi perkataan Mama nya itu " Aku rasa mama sudah mengerti sendiri Jangan purah-purah tidak tau." Ia menyadari bahwa Wajah Diana saat ini berubah memerah akibat ulah mamanya itu yang menggodanya.
"Cobalah Kenalkan sama Mama, kan memang betul mama belum tau lebih jelas." Ucap Ratih yang masih menggodanya.
Akhirnya Iza pun menyautinya setelah ia tau bahwa memang mereka butuh waktu untuk berkenalan, Iza pun ingin pergi meninggalkan mereka supaya Diana bisa berkenalan dan mengobrol lebih leluasa untuk dekat lagi dengan Ratih Mamanya David.
"Jadi begini Tante yang jelas adalah Diana lah kekasih Tuan David, Saya hanya teman mereka saja. Sekarang lebih baik kalian lanjutin mengobrol lagi sambil berkenalan. Iza mau pamit masuk Mengantar Ibu, soalnya Ibu kondisinya lagi kurang sehat." Ucap Iza sambil melihat kearah ibunya, lalu Pamit kepada mereka semua.
"Baik sayang tapi entar kesini lagi ya, kita lanjutkan mengobrol nya lagi." ucap Ratih menyuruh.
"Iya Iza entar kamu balik lagi kesini, Karena aku sudah suruh Andra untuk datang kesini." Ucap David Berbohong Ia berusaha untuk mengerjain Iza.
Setelah mendengar perkataan David Iza pun akhirnya melototkan ke dua matanya lagi ke arah David. Lagi-lagi ia merasa di buat kesal oleh David, karena menurutnya David itu tidak bisa di ajak kompromi mulutnya itu ember.
"Apaan sih, Sudah ah aku Gak percaya sama kamu." Ucap Iza Tidak Perduli.
"Permisi Saya tinggal dulu." Pamit Isa juga.
Mereka pun mengiyakan nya lalu Iza dan Isa masuk kedalam kamar kembali.
Diana pun mencoba tetap rileks, setelah di tinggal Iza masuk ia pun mulai berkenalan dengan Ratih.
"Tante sebelumnya saya minta maaf ya, dan kenalkan nama saya Diana." Ucap Diana pada Ratih ia memberanikan dirinya untuk berbicara kepada Ratih setelah dari tadi hanya diam saja.
"Tidak Apa-apa Nak... Kamu jangan merasa sungkan, kenalkan juga Nama saya Ratih." Ucap Ratih memperkenalkan dirinya kepada Diana.
Ratih, David, Diana mereka berbincang-bincang sangat lama di ruang tamu hampir 1Jam. Sampai akhirnya Rika dan Danu pun datang kembali menemui Mereka. Begitu juga dengan Iza.
πππ
Flashback on
*Rika dan Danu*
Danu menghampiri Rika yang sedang berada di kamarnya, Ia berusaha untuk mengajak nya berbicara.
Setelah sudah berada di dalam kamar bersama dengan Rika.
"Jangan marah cobalah Mengerti mungkin mereka tidak berjodoh." Ucap Danu kepada Rika sambil menepuk pelan pundak adhiknya.
Rika pun menoleh Setelah tau Danu kakaknya itu datang menghampiri nya. Karna memang posisinya sekarang Rika lagi duduk menghadap ke arah luar jendela, saat ini ia masih memikirkan apa yang barusan terjadi ia masih tidak percaya.
__ADS_1
Danu masih berusaha untuk membuat Rika mengerti Setelah melihat Rika yang masih Diam tidak bergeming seakan tidak menghiraukan kedatangan dan juga perkataan nya ia pun mulai bicara lagi.
"Mereka itu sudah besar Apa Lagi mereka sudah menemukan pasangan mereka masing-masing, jadi cobalah jangan begini biarkan mereka untuk menentukan pilihannya sendiri, yang paling penting mereka bisa bahagia, benar apa kata Ibunya Iza tadi."
Rika pun Akhirnya mulai bicara setelah mendengar perkataan Danu kakaknya itu.
Menghela nafas."Yasudah terserah kakak saja, lagi pulah Aku di sini tidak punya hak." Ucap Rika menyadari.
Danu pun tersenyum Ia merasa lega Akhirnya Rika bisa memahami perkataan nya. " Bagus lah kalau begitu." Ucapnya Senang.
Tok...tok...tok...
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar.
"Siapa....? ?" Suara Rika dari dalam kamar mencari tau siapa yang akan datang.
"Saya buk Iza... Bolehkah saya masuk? Saya ingin bicara sama ibuk." Ucap Iza dari luar meminta Izin untuk bertemu.
Karena merasa tidak enak dan tidak tenang akhirnya Iza memutuskan untuk menemui Rika lagi ke dalam kamarnya.
Rika pun melihat kearah Danu lalu Danu menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Masuklah...!" Ucap Rika mengizinkan.
Alhamdulillah semoga saja buk Rika mau mengerti, Aku akan berusaha untuk membuatnya mengerti agar tidak salah paham lagi.
Iza pun membuka pintu kamar lalu masuk ke dalam. "Permisi ya om." Ucap Iza ketika Danu melihatnya masuk lalu di sambut oleh Danu dengan senyuman.
Danu hanya mengangguk menanggapi ucapan Iza.
"Ada apa lagi Iza? Apa lagi yang mau kamu jelaskan saya sudah mengerti dan kamu tidak perlu menjelaskan nya lagi ke saya." Ucap Rika yang masih kesal setelah mengingat kembali kejadian tadi.
"Saya benar-benar minta maaf buk Saya tidak bermaksud untuk membohongi ibu, tapi saya hanya tidak enak harus menolak niatan baik ibuk, dari awal saya juga binggung harus bagaimana jadi saya terpaksa melakukan ini semua, saya tidak mau membuat ibu kecewa. Iza harap Ibuk Mengerti." Ucap Iza menjelaskan lagi.
"Yasudah Kalau gitu Saya akan memaafkan kamu, Sekarang ayok iku saya keluar." Ucap Rika lalu berdiri dan melangkahkan kakinya sambil mengandeng tangan Iza mengajak nya keluar. Mereka berjalan keluar menemui David, Diana dan juga Ratih yang masih mengobrol di ruang tamu.
Sedangkan Danu hanya mengikuti Rika dan Iza dari belakang, ia juga merasa bingung apa yang akan di lakukan oleh Rika lagi.
Rasa takut timbul di hati Iza, saat ini ia hanya bisa diam dan memilih menurut saja sama Rika Majikannya itu.
πππ
Flashback off
__ADS_1
Setelah sudah berada di ruang tamu.
"David cepat telvon Sahabat kamu itu suruh dia datang kesini. Tadi kamu bilang dia memiliki hubungan dengan Iza, saya mau melihatnya." Ucap Rika kepada David menyuruhnya memanggil Andra untuk datang kerumahnya, ia ingin bertemu sekalian melihatnya secara langsung karena Rika memang belum tau dan kenal Andra. Rika merasa penasaran kepada Andra.
"Untuk Apa Tante Menyuru Aku memanggil Andra kesini?" Tanya David Heran.
"Sudah lakukan saja perinta Tante. Tante mau melihat pacar Iza itu bagaimana tampangnya, Iza juga belum pernah kasih tau Tante kalau memang dia sudah punyan pacar." Ucap Rika lagi menjelaskan sambil melirik ke arah Iza sebentar.
David Pun melihat kearah Iza meminta tanda jawaban nya.
"Lakukan saja apa yang di katakan buk Rika." Ucap Iza pasrah.
"Oke,, Akan gue panggil dia biar semakin rame di sini." Ucap David semangat lalu segera menelfon Andra menyuru nya untuk datang ke rumah Tantenya sekarang juga.
Dalam hati kecilnya David, Diana dan juga Iza saat ini sangatlah senang, akhirnya apa yang di takutkan selama ini tidak akan terjadi.
Mungkin ini sudah saatnya Bu Rika bertemu dengan Mas Andra, Tapi yang penting aku gak jadi menikah dengan David syukur Alhamdulillah,, Aku masih bisa bertahan dengan Mas Andra. buk Rika juga sudah bisa menerima kenyataan nya.
Iza berucap dalam hati sambil merasa bersyukur akhirnya Rika mau mengerti dan mau memaafkan nya.
"Cie,Cie, sebentar lagi Andra Akan Datang Za, Jadi kamu Siap-siap ya bertemu dengannya secara kan Sudah lama tidak bertemu pasti Rindunya sudah memuncak." Goda David kepada Iza Setelah menghubungi Andra.
"Hussss..." Tegur Ratih kepada David.
"Apaan sih kamu lihat suasananya dong." Diana juga ikut menegurnya sambi menyenggol lengan David.
Iza Hanya menunduk maluh.
Dasar gila,untung saja gak jadi menikah dengan nya. Mulutnya ingin sekali aku lakban biar gak Ngomong ngawur. Umpat Iza dalam hati.
Mereka semua pun duduk di ruang tamu kembali. Menunggu kedatangannya Andra.
β’
β’
β’
β’
β’
β’Maaf jika ada typo di mana-mana juga kata-kata yang salah ejaan, Secara Author masih belajar jadi banyak kekurangan nya tolong di maklumi ya, heheheπ€
__ADS_1
Tetap dukung Author dengan cara like dan vote okeπ
Terimakasih selamat malam π