
Setelah menunggu satu jam akhirnya Andra pun datang di kediaman Rika.
Bel pintu rumah berbunyi Iza pun membuka pintu tersebut, pintu pun terbuka.
Nampaklah seorang wanita cantik manis pujaan hatinya yang ia rindukan sedang membuka pintu, Andra pun langsung menyambut dengan senyumannya.
" Ayok masuk." Ajak Iza setelah beberapa saat Andra memandanginya.
"Oh iya Ayok." Jawab Andra membuyarkan lamunannya.
Mereka berjalan masuk menemui semuanya yang sudah berkumpul menunggu kedatangan Andra di ruang tamu.
Sebelumnya Andra sudah di beritahukan oleh David di telvon. David menceritakan bahwa tantenya sudah mengetahui semuanya, lalu menyuruh untuk datang kerumahnya.
Di ruang tamu.
Seketika pandangan Rika fokus melihat sosok tinggi tampan, gaga, saat matanya melihat Andra sudah datang dan berkumpul gabung di ruangan tamu.
"Ayok Andra duduk lah dulu." David mempersilahkan Andra untuk duduk.
Andra pun memilih duduk di kursi samping Iza, mereka duduk bersebelahan menghadap kearah buk Rika dan kedua orang tua David sedangkan Buk Isa duduk di sebelah kiri buk Rika.
Setelah menyalami semuanya Andra sangatlah percaya diri, ia sudah sangat siap dan ini saat yang ia tunggu-tunggu selama ini.
"Apa benar kamu serius mencintai Iza." Tanya Bu Rika langsung tanpa basa-basi.
Andra pun menjawab pertanyaan buk Rika "Iya Tante kita saling mencintai saya sangat serius Dengan hubungan ini."
Sesaat Andra menoleh ke arah Iza lalu melanjutkan kembali bicaranya." jadi saya mohon jangan pisahkan kita." Andra memohon kepada Rika.
"Yasudah buktikan kalau kamu beneran mencintai iza." Rika menantang Andra.
Andra pun bingung dengan perkataan Rika ia masih belum faham "Maaf Tante apa yang harus saya lakukan?"
__ADS_1
"Nikahi Iza Kalau kamu beneran mencintai nya saya gak rela kalau kamu cuman main-main saja sama Iza." Jawab Rika langsung tanpa basa-basi.
"Itu pasti Tante, Emang sudah niat saya dari awal untuk menikah dengan Iza. Tapi berhubung ada masalah perjodohan ini, jadi kita agak bingung bagaimana menyelesaikan nya, tapi untung saja sekarang Tante sudah tau semuanya." jelas Andra kepada Rika.
"Yasudah secepatnya saya tunggu kedatangan kamu dan orang tua mu kesini saya tidak mau kamu hanya omong kosong saja."
"Baik saya akan kabari lagi nanti."
Mereka pun pamit pulang semuanya setelah menyelesaikan semua masalah perjodohan itu, kini mereka merasa lega akhirnya mereka sebentar lagi akan menikah, yang sudah mendapatkan lampu hijau dari kedua belah pihak, buk Rika sudah menyetujui hubungan David dan Diana juga Iza dan Andra, Jangan tanyakan lagi soal kedua orang tua Andra dan ibunya Iza mereka sangat mendukung yang penting anak mereka bisa hidup bahagia.
πΎπΎπΎπΎ
(Satu bulan kemudian)
Hari ini adalah hari lamaran/tunangan Iza dan Andra kedua orang tua Andra sudah pulang seminggu yang lalu mereka datang kerumah Rika untuk melamar Iza. Acara di gelar sepi sepian saja, hanya dua belah pihak keluarga saja yang hadir melangsungkan acara lamaran tersebut, semua ini juga atas permintaan Iza yang tidak mau rame-rame mengingat kondisi ibunya saat ini sering sakit-sakitan. Jadi ini semua permintaan dari Ibunya agar mempercepat acara pernikahan putrinya itu.
Tepat hari Minggu malam keluarga Andra datang kerumah Rika.
Acara pun dimulai dengan sangat singkat, acara tukar cincin pun selesai mereka berdua sudah resmi bertunangan, dan acara pernikahan akan di gelar 2 Minggu lagi ini semua sudah di atur oleh Rika dan juga kedua orang tua Andra, mereka sangat antusias dan menyutujui agar di percepat acara pernikahan putra dan calon menantunya itu. Mereka sudah sangat akrab jadi tidak mau berlama-lama langsung saja di percepat acaranya mengingat mereka sudah saling mencintai jadi tidak ada alasan untuk menundanya lagi.
Mungkin setelah Acara pernikahan Anaknya ia akan pulang ke kampung halamannya ia memilih istirahat di kampungnya karena ia sudah tidak kuat untuk bekerja lagi, mengingat kondisinya sekarang sangat lemah sering sakit-sakitan.
Tapi Iza juga tidak tega ia ingin merawat ibunya itu yang saat ini sangat lemah dan lemas.
Beberapa saat waktu itu setelah mendengar perkataan dari dokter, bahwa ibunya lagi sakit keras dan umurnya tidak akan lama lagi, ia selalu tidak tenang dan sedih saat memikirkan nasib masalah penyakit yang di derita oleh ibunya itu.
Bu Isa mengidam penyakit Jantung dan Paru-paru setadium akhir, itu semua sudah cukup lama tapi Isa merahasiakan dari putri tercintanya dengan alasan ia tidak mau membuat putri satu-satunya itu sedih, dan lebih memilih untuk merahasiakannya sendiri.
Acara tunangan pun selesai.
"Kalian sudah resmi bertunangan dan acara pernikahan akan di gelar 2 Minggu kemudian apa kalin sudah siap?" Tanya Ardi kepada Anak dan calon menantunya.
"Aku sudah siap pa." jawab Andra sambil tersenyum.
__ADS_1
"Insyaallah saya juga sudah siap om." Jawab Iza juga.
"Jangan panggil om dong Mulai sekarang panggil kita Mama dan papa seperti Andra. Kan sebentar lagi kamu juga akan jadi anak kami." Sahut Windah ikut menimpali.
"Baik Mama." Ucap Iza malu-malu.
Mereka semua sangat bahagia melihat pasangan yang baru saja resmi bertunangan itu.
"Ngomong-ngomong kapan kamu juga akan menikahi Diana Vid ?" Rika mulai iku berbicara sambil melirik kearah David menanyai hubungan keponakan nya itu.
"Sabar tan sebentar lagi tunggu saja tanggal dan waktu yang tepat." jawab David sambil melirik ke arah Diana.
"Memang kamu menunggu kapan lagi?" tanya Andra mulai ikut bicara.
"Menunggu kamu dulu kalu sudah halal baru giliran kami." Ucap David.
"Jadi ceritanya kawal sampai halal gitu." Celetuk Danang menyauti perkataan Andra dan David.
"Betul." jawab David membenarkan perkataan Danang.
Mereka semua pun tertawa serempak semuanya sangat bahagia.
Tapi di hati kecil Iza saat ini ada rasa sedih dan bahagia yang di rasakan olehnya, sedih menggingat kondisi ibunya, dan bahagia karena sebentar lagi ia akan menikah dengan orang yang di cintainya. ia berusaha untuk tetap tersenyum di depan semua orang. Menyembunyikan rasa kesedihannya itu, meskipun hatinya saat ini sangat sedih ia tetap berusaha kuat apalagi ada ibunya di dekatnya sekarang.
Penyakit ibunya hanya mereka berdua yang tau Rika pun tidak tau sudah cukup bagi Isa untuk tidak merepotkan majikannya itu lagi, makanya ia lebih memilih merahasiakan semuanya agar tidak ada yang tau.
Selama ini Rika sudah banyak membantu jadi Isa tidak mau merepotkan Rika lagi, Mungkin ini yang terbaik setelah acara pernikahan putrinya, ia akan pulang ke rumahnya yang ada di kampung dan menghabiskan sisa umurnya di sana bersama keluarga atau biasa disebut adik kandungnya yaitu ibunya Thika.
.
.
.
__ADS_1
.
. TETAP DUKUNG AUTHOR YA JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE.