
"Jadi selama loh di kampung loh tinggal sendiri ? Gue pikir loh di sana tinggal satu rumah bersama dengan Iza." Ucap David menebak.
Setelah mendengar panjang lebar cerita dari Andra tadi. David merasa sedikit terkejut.
" Emang otak loh itu otak mesum selalu berfikiran negatif. Ya Nggak mungkin lah kita di sana tinggal satu rumah. Yang ada Gue di serbu sama orang kampung." Ucap Andra ketus.
Andra tidak mengerti dengan jalan fikiran sahabatnya satu itu, yang main menuduh seenak jidatnya dan berfikiran buruk tentang dirinya.
"Ya maaf bukan maksud Gue begitu Andra, Gue kan hanya mengira-ngira saja." Ucap David mengelak.
Andra pun tak menggubris perkataan David ia sibuk memainkan ponselnya.
"Ngomong-ngomong kapan kau akan segera Seriusin Diana ? Jangan hanya kau mainin saja, itu anak orang. Beri dia kepastian." Ucap Andra sambil tetap memainkan ponsel di tangannya.
Andra mengingatkan kepada sahabatnya itu supaya segera melangkah ke jenjang yang lebih serius.
"Gue Sudah melamarnya." Ucap David memberi tau.
Andra pun menatap wajah David seketika. Setelah mendengar ucapannya barusan. Andra merasa terkejut.
"Kapan kau melamarnya ?" tanya Andra mencari tau, saat ini ia benar-benar tidak tau menau bahwa sahabatnya itu sudah tunangan dengan Diana.
"Tidak perlu rame-rame yang penting Gue sudah melamarnya seminggu setelah hari pertunangan kamu dengan Iza." Jawab David kembali menjelaskan kepada Andra. Kemudian ia memberikan botol minuman yang ia ambil dari kulkas tadi kepadanya.
"Minum lah dulu biar tidak kaget." Ucap David sambil tersenyum. Setelah menyadari rajut wajah Andra yang terlihat terkejut setelah mendengar perkataan nya tadi.
Andra pun meraih minuman yang di berikan oleh David kepadanya, lalu segera meminumnya.
Setelah meneguk air minum yang di berikan oleh David tadi. Andra pun tersenyum ke arah sahabatnya itu.
"Diam-diam ternyata kamu pintar juga ya sembunyikan rahasia ?"... Ucap Andra memuji David.
"Kenapa kamu tidak beritahukan kepadaku bahkan Iza juga tidak tau soal itu? " imbuhnya lagi kembali bertanya.
Andra meminta penjelasan kepada David dan ia masih tidak percaya.
"Ya maaf bukan maksud Gue main rahasia sama loh Andra. Ini hanya sepi-sepian saja. Semuanya Mama Gue yang mengatur dan kembali lagi pada Diana lah yang menyuruh Gue rahasiain semua ini dulu untuk sementara." Jelas David kembali memberi tau kepada Andra agar ia mengerti.
"Terus rencananya loh sama Diana menikah kapan?"
"Secepatnya juga. Tapi kita belum nentuin kapan tanggalnya, Loh kan tau sendirilah bagaimana keadaan Diana, dia itu nggak jauh bedah dengan Iza." Ucap David kembali Menjelaskan.
__ADS_1
Andra pun tidak bertanya lagi.
Setelah mendengar panjang lebar penjelasan dari sahabatnya itu.
Mereka berdua Mengobrol sangat lama sampai pada akhirnya mengetahui semuanya, kalau sebenarnya sahabatnya itu sudah tunangan. Andra pun memutuskan untuk kembali pulang ke rumah.
Sedangkan David juga sudah merasa lega setelah menceritakan semuanya kepada Andra. Jujur sebenarnya ia tidak bisa menyimpan rahasia kalau sudah bersama dengan Andra. Andra adalah teman dekat sekaligus sahabat yang terbaik bagi David yang sudah Ia anggap seperti saudara kandungnya sendiri.
_____ _____ _____ _____
πππππππππππππππ
(5 Hari kemudian.)
Hari terus berjalan Waktu telah berlalu hari pernikahan Andra dan Iza tinggal menunggu 1 hari lagi. Mereka semua sudah mempersiapkan diri tentunya, Acara pernikahannya Sesuai rencana Awal akan di gelar secara Sederhana saja di kediaman rumah Rika. tidak ada pesta dan hanya keluarga saja yang akan menghadirinya.
Sore ini Iza nampak terlihat sangat cantik dan lebih fresh Setelah seharian ia melakukan berbagai macam perawatan khusus pada tubuhnya. Perawatan khusus buat pengantin. Karena esok Ia akan melakukan Acara pernikahan dengan Andra.
Rika mendatangkan orang salon kerumahnya untuk melakukan perawatan terhadap Iza. Ia ingin Iza besok tampil lebih cantik dan lebih bedah dari sebelumnya. Setelah selama ini Iza banyak menghadapi ujian yang sangat berat di alaminya. Rika tidak mau melihat lagi kesedihan di wajah Iza yang sudah di anggap sebagai putri kandungnya sendiri.
Rika tidak biasa Memberikan Apa-Apa kepada Iza, semua yang ia lakukan ini adalah untuk yang terakhir kalinya Sebelum ia akan benar-benar melepaskan Iza kepada Suaminya.
********
Tiga gadis Manis sedang bercengkrama bersama di dalam kamar duduk di atas ranjang tempat tidur. Membicarakan tentang masa depan yang sebentar lagi akan di jalaninya. berubah nasibnya, setatusnya dan Impian yang selama ini ia dambakan.
"Kehidupan barumu Akan segera di mulai kakak." Ucap Thika sambil menatap wajah Iza yang terlihat begitu sangat cantik. Sekilas ia mengusap pipi kakaknya itu dan ada perasaan Bahagia tak terkira dalam hatinya.
"Aku akan selalu mendoakan agar di kehidupan mendatang kamu akan selalu bahagia bersama dengan Suamimu." imbuhnya kembali berharap.
Iza tersenyum kearah Thika "Terimakasih banyak Thika atas doanya. Semoga doamu yang baik dan tulus itu akan berbalik kembali kepada dirimu nanti." Ucap Iza sambil memeluk Thika.
Sesaat kemudian mereka melepaskan pelukannya.
"Iza..." Panggil Diana kepada Iza.
"Iya Din..." Sahut Iza sambil menoleh ke arah Diana.
"Apa kamu tidak mau memeluk sahabatmu ini juga ?" ...
"Kamu mau di peluk sama Aku? "...
__ADS_1
Diana menganggukkan kepalanya pelan. Dengan cepat Iza langsung menghambur ke dalam pelukannya. "Semoga kamu selalu bahagia bersama dengan Andra." Ucap Diana lirih sambil berbisik di telinga Iza ketika mereka masih berpelukan.
"Amin, semogah kamu juga selalu bahagia bersama dengan David." Balas Iza kembali mendoakan sahabatnya itu.
Mereka pun saling mendukung mendoakan satu sama lain.
"Kamu terlihat sangat cantik Iza saat ini" Ucap Diana memuji Setelah melepaskan pelukannya.
Diana menatap lekat wajah Iza dan harus di akuinya bahwa memang benar Iza hari ini sangat cantik.
"Semua wanita Juga cantik Diana.. Termasuk kamu dan Thika juga cantik." ... Ucap Iza memuji balik Diana.
"Tapi beneran Iza aku tidak bohong hari ini kamu berbedah banget kamu terlihat sangat fresh. Setelah melakukan perawatan tadi." Ucap Diana kembali sambil menatap lekat wajah dan tubuh Iza yang terlihat sangat berbeda sampai membuat mereka begitu pangling.
"Iya kak... kamu terlihat sangat cantik dan lebih fresh dari sebelumnya." Thika membenarkan perkataan Diana.
Iza hanya tersenyum kecut dalam hati Menanggapi perkataan Diana dan Thika. Setelah mengingat apa yang baru saja ia lakukan seharian tadi.
βGimana tidak berbeda aku yang jalani saja sampai bosan hampir seharian aku berdiam diri di dalam kamar, Orang salon suruhan buk Rika itu benar-benar merawat dan memanjakan tubuhku hari ini. Dari memijat, mencukur bulu- buluku, menyuruku mandih susu dan banyak perawatan lainnya yang aku jalani tadi.β Gerutu iza dalam hati.
Menggingat Ia selama ini tidak pernah melakukan hal tersebut. Iza pun merasa risih dan tidak nyaman, harus di perlakukan seperti itu.
Tetapi ia harus bagaimana lagi mau tidak mau ia harus menerima semuanya. Menerima pemberian Rika dan semua itu pun sudah di atur oleh Rika. Jika di tolak pun percuma saja soalnya ia sudah faham betul dengan sikap Karakter Majikannya itu yang tidak suka dengan penolakan.
Terbesit di fikiran Diana untuk menggoda Iza ia sangat tau betul sikap Iza yang sangat pemalu. Akhirnya Diana pun mulai menggodanya.
"Oohya Thika bagaimana mungkin kalau nanti suaminya tidak kelepek-kelepek Setelah melihat penampilannya yang begitu indah begini." Ucap Diana sambil mengangkat dagu tangan dan membolak-balikkan tubuh Iza.
Refleks Iza pun merasa kesal dengan sikap Diana. "Kamu apaan sih benar-benar menyebalkan." Ucap Iza kesal dengan sikap Diana tadi ia pun dengan kasar menepis tangan Diana.
Diana dan Thika pun saling tertawa ketika melihat raut wajah Iza yang berupa menjadi kesal.
"Hahaha... ha-ha-ha...." Suara tawa Diana dan Thika seretak membuat telinga Iza sakit ketika mendengarnya.
"Diaammm kalian jangan tertawa." Ucap Iza ketus.
"Calon pengantin itu tidak boleh marah-marah lihat tu wajahmu berubah menjadi jelek." Ucap Diana sambil menunjuk wajah Iza. Lalu merangkul pundak Iza kemudian mencubit kedua pipinya.
"Sudah hentikan sakit tau... tingkahmu itu sungguh tidak lucu."
Iza pun berdecak kesal dengan kelakuan sahabatnya itu.
__ADS_1
______________