
* Rumah Rika *
1 jam kemudian.
Andra dan Iza pun sudah tibah di depan pintu gerbang rumah Rika. Kemudian mereka berdua mulai turun dari mobil, lalu berjalan menuju pintu utama rumah Rika yang terlihat sangat sepi.
" Mas kok sepi banget Thika ada nggak ya di dalam ?" Iza bertanya kepada Andra sembari tetap berjalan dan memperhatikan sekeliling rumah Rika yang sudah hampir 1 Minggu ini ia tinggalkan. Iza juga masih merasa cemas memikirkan keadaannya Thika sekarang.
" Kamu tenang Oke, kita tunggu saja sampai Thika membukakan pintunya." Andra masih berusaha membuat Istrinya itu tetap tenang berada di sampingnya.
Sudah beberapa kali mereka mencoba menekan bel pintu tersebut, tetapi masih saja belum ada yang membukakan pintunya.
"Thika Apa kamu ada di dalam ? cepat buka pintunya.... " Teriak Iza sembari menggedor pintunya berulang kali.
" Thika ayo cepat buka..."
" Thika..." Teriak Iza semakin keras.
" Thika..." Iza masih terus berusaha untuk memanggilnya dari luar.
Setelah sudah beberapa kali mencoba untuk memanggilnya, tetapi masih saja Thika tidak menyautinya sama sekali.
" Mas kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi di sini. Aku takut terjadi apa-apa dengannya. Aku juga khawatir dengan kondisinya."
Iza khawatir sembari menatap wajah Andra, ia semakin panik setelah sudah menunggu setengah jam di depan pintu, tapi Thika masih belum juga keluar untuk membukakan pintunya.
"Coba kamu sekali lagi hubungi nomer ponselnya." Andra juga ikutan khawatir terhadap Thika.
" Tetap tidak bisa mas, nomer ponsel Thika tidak aktif. Aku dari tadi di mobil juga sudah mencoba beberapa kali menghubungi nya, tetapi tetap saja tidak bisa." jelas Iza lagi panjang lebar dengan wajah frustasinya.
" Yasudah coba kamu hubungi saja Tante Rika kembali, barangkali Tante Rika tau di mana keberadaannya sekarang." pinta Andra kembali Memberikan saran.
Dengan cepat Iza pun langsung menghubungi nomor Rika kembali. Tetapi hasilnya nihil nomer Rika juga tidak bisa di hubungi. Iza pun menghela nafasnya dengan kasar.
" Tidak bisa mas nomer buk Rika juga tidak aktif."
Iza pun sudah tidak bisa berbuat apa-apa akhirnya ia duduk di bawah lantai, Iza merasa capek setelah dari tadi mondar-mandir di depan pintu.
" Yasudah kamu tunggu saja di sini sebentar, biar aku tanyakan kepada tetangga sebelah." Ucap Andra sembari mengelus pucuk kepala Iza.
" Iya terserah kamu saja." Iza pun mengangguk mengiyakan nya.
" Kamu ini ada di mana Thika ? Kenapa kamu tidak bilang kepada ku, kalau kamu sekarang lagi sakit, Untung saja tadi buk Rika memberitauku." Gumam Iza dalam hati sembari menyandarkan kepalanya di dinding.
__ADS_1
Andra pun mulai keluar dari rumah Rika mencoba untuk menanyakannya kepada tetangga sebelah.
_______________
Di tempat lain.
Banyak orang berkumpullan di pinggir jalan akhirnya pria itu pun ikutan turun dari mobilnya, mencoba untuk melihatnya sendiri ada apa gerangan yang terjadi.
" Maaf pak di depan ada apa ya kok rame banget ? tanya pria itu penasaran kepada orang yang sedang lewat di depannya.
" Itu mas ada gadis cantik pingsan di sana." jawab orang itu.
" Ohhw yasudah pak, terimakasih ya ." Ucapnya Kemudian pria itu pun dengan cepat langsung menghampirinya. Setelah sudah melihat wajah gadis itu ia pun merasa tidak asing lagi dengannya.
Sepertinya aku pernah melihat dan bertemu dengannya tapi di mana ya ? Gumamnya dalam hati sambil mengingat-ingat kembali.
Sesaat kemudian ia baru ingat kembali bahwa wanita yang sedang pingsan di depannya itu adalah saudara sepupu kakak iparnya.
" maaf pak wanita ini adalah teman saya. Biarkan saya sendiri yang akan mengantarnya pulang." Ucap Pria tampan itu kepada semua orang yang ada di situ.
" Ohhww Yasudah tolong antar dia pulang ya mas. Kasihan sepertinya dia lagi sakit wajahnya saja sangat pucat, demamnya juga sangat tinggi." jelas orang-orang yang ada di situ.
" Baik pak..." Kemudian pria itu pun langsung mengangkat tubuh gadis itu lalu membawanya masuk ke dalam mobilnya.
Memang mereka berdua Sudah beberapa kali bertemu tapi mereka belum saling mengenal satu sama lain, Jadi Danang memutuskan untuk mengantarnya pulang ke rumah Rika karena ia tau kalau Thika sekarang ini sedang bekerja di sana.
30 menit kemudian Danang sudah sampai di depan rumah Rika.
Itu bukanya mobil kak Andra, kenapa dia ada disini ? Gumam Danang dalam hati Setelah ia melihat mobil kakaknya yang terparkir di depan rumah Rika.
Danang pun langsung memilih untuk keluar dari mobilnya, lalu segera mengangkat tubuh Thika yang masih belum sadarkan diri di dalam mobilnya itu. Kemudian ia pun langsung membawanya masuk ke dalam rumah.
Andra dan Iza masih belum pulang, mereka masih setia menunggu di dalam setelah tadi di beritahukan oleh tetangga sebelah kalau mereka melihat Thika pergi dari rumah. Akhirnya Iza dan Andra pun memutuskan untuk tetap menunggu sampai Thika pulang.
" Mas itu bukannya Thika ?
Iza langsung berdiri dari duduknya Setelah ia melihat kedatangan Thika bersama dengan Danang yang baru saja masuk dari arah gerbang. Andra pun juga ikutan berdiri setelah melihat kedatangan Adiknya dan juga Thika barusan, dengan cepat mereka berdua langsung menghampirinya.
" Ada apa yang terjadi ini ? kenapa Thika bisa bersamamu ? tanya Andra kepada Danang.
" Nanti akan gue jelasin lagi." jawab Danang singkat.
" Mas biarkan Danang membawa Thika masuk dulu kedalam kasian Thika sekarang lagi sakit." Sahut Iza cepat.
__ADS_1
" Yasudah ayo cepat bawah dia masuk ke dalam." Pinta Andra kembali.
Danang pun langsung menuruti perkataan Andra, Dengan cepat ia langsung membawa Thika masuk kedalam rumah setelah Iza membukakan pintunya. Iza mendapatkan kunci pintunya itu dari dalam tas yang di bawa Thika tadi.
Di dalam rumah.
" Sudah tidurkan Thika di sini saja Dulu." Iza menyuru Danang untuk menidurkan Thika di kursi ruang tamu.
" Baik kakak ipar ." Danang pun menurut ia mulai menidurkan Thika di atas kursi ruang tamu.
Iza pun langsung mendekati Tubuh Thika ia mulai memastikan kondisinya saat ini.
" Badannya sangat panas." Ucap Iza sembari menempelkan tangannya di atas dahi Thika.
" Kenapa kamu kok bisa sama Thika, Apa yang terjadi kepadanya tadi ?
Andra pun mulai bertanya lagi karena memang ia sudah sangat penasaran kepada Adiknya itu. Danang pun menghadap ke arah kakaknya dan mulai menjawab pertanyaannya.
" Tadi dia pingsan di pinggir jalan dan aku tidak sengaja melihatnya, jadi Akhirnya aku memutuskan untuk mengantarnya pulang karena aku merasa kasian kepadanya." jelas Danang panjang lebar.
" Yasudah Aku mau balik dulu ya kak, masih banyak lagi pekerjaan yang harus aku selesaikan." Ucap Danang sambil menepuk pundak kakaknya." Lagian di sini kan sudah ada kalian berdua jadi aku tidak perluh repot-repot lagi mengurusnya." Imbuhnya lagi lalu dengan cepat ia pergi meninggalkan Andra dan juga Iza.
"Dasar Adik bodoh kenapa tadi nggak kamu bahwa kerumah sakit saja, sudah tau kalau saat ini dia lagi pingsan." Teriak Andra sangat keras kepala Adiknya itu yang sudah pergi meninggalkannya.
" Sudah...sudah.. mas, jangan berteriak lagi kasihan Thika sekarang ini dia lagi sakit. Sekarang lebih baik tolong kamu panggilkan Dokter saja." Suruh Iza.
" Baik...Baik sayang."
Akhirnya Andra pun menurut dengan cepat ia mulai menghubungi nomor Dokter pribadinya menyuruhnya untuk segera datang.
.
.
.
.
.
.
Maaf ya jika ceritanya kurang gereget soalnya Author agak kurang sehat hari ini, jadi kurang konsentrasi saja nulisnya ✌️ jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan vote.
__ADS_1