
"Yasudah Nak, kamu jangan sungkan-sungkan. Kalau memang Andra dan kamu saling mencintai kami sebagai orang tua akan memberikan dukungan untuk kalian. Iya Nggak Pa ?" tanya mama Windah kepada suaminya.
"Papa sih Nggak masalah yang penting kalian saling mencintai. Pasti kita akan merestui hubungan kalian berdua.!" jelas Papa Ardi memberikan restu kepada Andra dan Iza.
"Jadi Papa dan Mama beneran memberikan restu kepada kita berdua ?" tanya Andra tidak percaya.
Andra begitu senang setelah mendengar ucapan Mama dan papanya, Kalau mereka merestui hubungan nya dengan Iza.
"Iya kita berdua merestui hubungan kalian. Asal kalian saling mencintai.!" jawab Mama Windah sambil tersenyum melihat ke arah Andra dan Iza.
Perasaan Windah sangat senang dan bahagia Setelah menunggu sekian lama akhirnya, Putranya membuka hatinya untuk dekat dengan wanita.
Karena selama ini Andra tidak pernah serius untuk dekat dengan wanita. Andra tidak pernah membawa wanita kerumah, bahkan memperkenalkan langsung kepada kedua orang tuanya.
Windah juga merasa jatuh hati kepada Iza,
ini awal pertama kali ketemu dengan Iza. Dia sudah merasa sangat suka melihat Iza. Melihat sikapnya, tingkah lakunya dan penampilannya yang sangat sopan dan juga sangat cantik.
"Terimakasih Ma,Pa, kalian merestui hubungan kita.!" Ucap Andra kepada mama dan papa sambil memegang tangan kedua orang tuanya bergantian.
Terimakasih ya Allah keluarga nya mau menerima aku. Aku sangat senang, meskipun aku baru kenal dengan Dia. Tapi dia benar-benar serius mencintaiku dan orang tuanya juga sangat baik mau menerima aku.
Gumam Iza dalam hati. Iza benar-benar bersyukur. Pikirnya sangat lega dan senang, apa yang di takutkan kalau orang tua Andra tidak merestui hubungan nya dengan Andra itu tidak terjadi.
"Tuh kan sayang kamu dengar apa kata mama dan papa. Mereka merestui hubungan kita berdua.!" Ucap Andra kepada Iza sambil memegang tangan Iza lalu tersenyum bahagia.
"Terimakasih Tante,Om. Iza sangat senang Om dan Tante merestui hubungan kita berdua.!" Ucap Iza kepada Windah dan Ardi sambil tersenyum manis ke arah mereka.
"Iya Nak, kamu sangat cantik dan manis. Kok bisa Andra bertemu dengan kamu ya Nak."
ucap Windah tidak percaya dan kagum saat melihat Iza.
Windah sangat kagum melihat Iza akhirnya dia mulai mengungkapkan langsung perasaannya kepada Iza.
"Tuh kan Mama saja jatuh hati saat melihat dia apalagi Andra !" sahut Ardi mulai ikut bicara.
"Terimakasih Tante, Om, tapi memang saya hanya Gadis biasa yang sederhana. Tante berlebihan memuji saya sangat cantik !"
ucap Iza malu setelah mendengar pujian Mama Windah.
__ADS_1
"Kamu memang beneran sangat cantik sayang. Kamu telah membuat aku jadi jatuh cinta kepadamu, Benar apa kata Papa.
Mama saja jatuh hati saat melihat kamu apalagi aku.!" Ucap Andra jujur dan membenarkan perkataan Papa nya.
"Benar calon kakak ipar kamu memang sangat cantik, pantas saja kak Andra cinta mati dan tergila-gila sama kamu.!" Sahut Danang mulai ikut bicara.
Dengan cepat Andra menginjak kaki Danang karena kaget mendengar ucapannya. Kebetulan Danang duduk di sebelah Andra.
"Aaaauuuu,, Sakit.!" Danang meringis menahan sakit akibat kakinya di injak sama Andra.
"Kakak kenapa menginjak kakiku ?" tanya Danang tidak terima.
"Salah kamu sendiri akibat tidak bisa menjaga tuh mulut kayak Banci kalau ngomong ngawur amat.!" Jelas Andra kesal kepada Danang.
"Yeh elah, gitu saja marah. Emang nyatanya benar kan !" ucap Danang cemberut.
Iza hanya tersenyum melihat sikap Andra dan Danang yang menurutnya seperti kucing dan tikus.
Sedangkan windah hanya geleng-geleng kepala. Melihat sikap kedua putranya.
"Sudah-sudah apa kalian tidak malu di lihat sama nak Iza berantem kayak anak kecil
saja." ucap Windah heran melihat sikap Andra dan Danang.
"Maaf ya sayang !" Ucap Andra merasa tidak enak dengan Iza.
"Iya tidak apa-apa !" angguk Iza sambil tersenyum.
"Oohya nak Iza, nanti malam Tante dan Om mau pergi berangkat keluar kota. Kemungkinan kita akan lamah di sana, Karena Tante akan menemani Om di sana mengurus perusahaannya. jadi Tante titip Andra ya sama kamu. Kamu tidak papa sering-sering main kesini, Tante malah sangat senang kok." Ucap Windah memberitahu Iza bahwa dia nanti akan pergi.
"Iya Tante, insyaallah kalau Aku nggak lagi sibuk pasti aku akan sering main kesini.!" ucap Iza kepada Windah.
"Terimakasih Nak, Tante sangat senang akhirnya Andra menemukan pasangan yang sangat cantik,baik, sopan seperti kamu.Tante berharap agar kalian cepat segera menikah."
ucap Windah penuh harapan.
Iza sangat kaget setelah mendengar ucapan Tante Windah menyuruh nya untuk segera menikah dengan Andra.
"Tapi Tante kita masih baru kenal, jadi kita gak mau terburu-buru, kita akan menjalaninya saja dulu. biar mas Andra mengenal saya lebih dekat dulu !" jelas Iza kepada Windah sabil melihat kearah Andra.
__ADS_1
"Iya Ma benar apa kata Iza, lagian aku dan Iza baru kenal jadi kita jalani dulu hubungan ini. Nanti kalau memang kita berdua sudah siap Andra bakalan menikahi Iza kok." ucap Andra juga ikut menjelaskan kepada Mamanya.
Andra sebenarnya juga ingin lebih serius dengan Iza. Tapi Andra tidak mau memaksa Iza Karena menurut Andra. Iza itu benar mereka baru kenal jadi lebih baik nggak usah terburu-buru.
"Yasudah kalau begitu terserah kalian saja.!"Jawab Windah pasrah.
Windah juga mengerti kalau mereka berdua itu memang baru kenal.
Ardi pun mulai ikut bicara.
"Yang penting kalau kalian memang benar-benar saling mencintai lebih baik cepat segera menikah Nak, Jangan lamah-lamah untuk pacaran itu tidak baik.!" sahut papa Ardi mulai iku menjelaskan kepada Andra dan Iza.
"Iya Pa Andra dan Iza mengerti kok. Papa doain saja semoga kita akan segera menikah !" ucap Andra kepada papa.
Andra begitu senang karena Mama dan papanya sangat mendukung hubungannya dengan Iza. Bahkan berharap untuk menyuruhnya segera menikah dengan Iza.
"Kita akan selalu doain yang terbaik buat anak-anak kita. Meskipun papa jarang ketemu dengan kalian tapi papa selalu ingat kalian, papa selalu mendoakan agar kamu segera menikah. Kami sudah gak sabar pingin lihat kamu menikah.!" jelas Ardi kepada Andra.
Ardi juga sangat kepingin melihat Putranya agar segera menikah.
Mereka semua saling mengobrol berbincang-bincang sangat lamah hingga siang hari. sampai akhirnya iza pun pamit ingin pulang takut ibunya mencarinya, karena dari kemarin dia tidak pulang menginap di rumah Diana.
"Mas aku ingin pulang, aku takut ibu menungguku karena dari kemarin aku tidak pulang.!" ucap Iza kepada Andra setelah mengobrol panjang lebar dengan keluarga Andra.
"Baik sayang aku akan mengantarmu pulang sekarang. Mama, papa, Andra mau mengantar Iza pulang dulu ya.!" pamit Andra kepada orang tuanya.
"Om, Tante, Iza pamit pulang dulu !" ucap Iza kepada Windah dan Ardi sambil menyalimi mereka bergantian.
"Iya nak kalian hati-hati ya.! ucap Windah kepada Iza setelah berpamitan dengan nya.
begitupun dengan Ardi, dia juga mengiyakan nya setelah Iza berpamitan dengannya.
Setelah berpamitan Iza pun mulai melangkah ke luar rumah bersama Andra, untuk segera pulang kerumah buk Rika majikannya.
.
.
.
__ADS_1
.
.🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁