Introvert

Introvert
kesepuluh


__ADS_3

Axsel diam di dalam mobil menunggu sang ibu berbelanja sambil mendengar kan musik. Mata nya hampir terpejam, namun suara notifikasi handphone nya yang berisik mengganggu nya.


Axsel melihat hand phone nya, banyak sekali chat yang belum dia liat, Axsel membuka room chat Tiger black yang belum dia baca.


TigerBlack


Maxime


"Gys, gys, gw ada derita."


Zaidan Hah?


Danial


Derita apaan.


Arion


Kenapa bisa lo menderita. Kasian banget sih lo


Maxime


Anying siapa yang menderita.


Zaidan


Kamu nanya?


Danial


Ya lo siapa lagi coba. Kan lo tadi bilang ada derita. Derita affaan tuch.


Nathan


@Zaidan (-3


Maxime


@Danial berita bukan derita


Arion


Max, maka nya kalok ngetik tu yang bener


Nathan


Berita apa max


Danial


Bilang kek daritadi.


Zaidan


Ketik Danial bukan bilang, kalok bilang itu pake mulut.


Arion


Mengkritik aja lo Za.


Maxime


Udah udah, mau tau gak apa berita yang gw tau.


Danial


Mauuuu


Maxime


Lo semua kenal Arthur kan?


Nathan


Knl


Arion


Kenal


Zaidan


Terus terus gimana


Maxime


Jadi tadi pas gw abis pulang dari rumah Axsel,gue liat tu anak di keroyok sama geng nya


sendiri.


Danial


Hah! Serius lo


Nathan


Terus gimana


Arion


Kok bisa


Maxime


Ya gue tolongin tu bocah


Maxime


@Arion ya bisa lah


Maxime


@Nathan terus gue tinggal pergi lah, dia nya kagak apa cuma muka nya doang yang bonyok.


Zaidan


Pasti ada yang gak beres nihh


Maxime


Tapi sebelum gue ninggalin dia. Dia ada bilang sama gue kalok dia minta ketemu sama Axsel.

__ADS_1


Danial


Buat?


Maxime Mana gue tau


Arion


Jadi gimana @Axsel lo mau kagak nemuin tu anak besok?Nathan


Kayak nya gak mau


Danial


@Axsel nongol dongg jangan jadi kang nyimak


Zaidan


Besok gue cari tau kenapa bisa inti Bruiser di keroyok sama anggota nya sendiri.


Danial


Lahh kerajinan banget lo idan.


Arion


Tauu tuh, biarin lah Zai, kita gak usah ikut campur urusan mereka.


Zaidan


Terserah lo pada dah.


Axsel menutup layar handphone nya. Sesudah membaca pesan grup serigala hitam.


Saat hendak memejamkan mata nya ponsel nya berdering. Axsel melihat ponsel nya, tidak ada nama nya yang menelepon Axsel membiarkan nya tidak mengangkat nya.


Nomor yang tidak dikenal itu terus menelepon Axsel sebanyak 3 kali, Axsel yang merasa terganggu mengangkat nya pada saat yang ke 4 kali nya tanpa melihat nama nya.


"Apasih berisik tau gak" Cetus Axsel.


"Siapa yang berisik hah" Jawab Daila.


Axsel terlonjak kaget, langsung saja Axsel Melihat layar ponsel nya dan menampilkan namaDaila.


"Eh mama, maaf ma tadi itu ada yang nelpon Axsel berkali-kali gak Axsel angkat, Axsel kira ini nomor yang nelpon sampe berkali-kali tadi ternyata mama" Jelas Axsel.


"Yaudah sekarang kamu kesini bantuin mama angkat belanjaan" Ucap Daila lalu mematikan sambungan telepon.


Sesudah bertelepon, Axsel mendapatkan sebuah pesan masuk yang berisikan


+8957892xxxx


Gue mau ketemu sama lo besok di kafe Jupiter.


Menghembuskan nafas, Axsel keluar dari mobil dan memasuki minimarket. Saat sudah di depan minimarket, Axsel berpas-pasan dengan Liandra


yang keluar dari minimarket.


Kedua nya memandang sesaat, lalu berjalan acuh tak acuh. Axsel berjalan menghampiri Daila yang sudah menunggu nya.


"Lama banget sih" Keluh Daila "nih bawa semua belanjaan ke bagasi" Ucap Daila menyodorkan belanjaan nya.


Axsel menerimanya dan membawa nya ke bagasi. Sesudah itu mereka masuk kedalam mobil hendak pulang.


"Bentar ma" Ucap Axsel yang keluar dari mobil, saat melihat salah satu dari preman yang mengganggu Liandra mulai bermain kasar.


"Le-lepasin" Ucap Liandra ketakutan.


"Makanya serahkan tas kamu cepet" Bentak salah satu preman.


Liandra berdoa dalam hati supaya ada yang menyelamatkan nya, dan seperti nya doa nya terkabul begitu cepat saat dia mendengar suara yang familiar.


"Lepasin dia gak" Ucap Axsel.


"Siapa lo, mau jadi pahlawan lo" Ujar preman satu nya lagi


"Gue bilang lepasin sekarang" Ucap Axsel penuh penekan.


Salah satu preman seperti mengenal Axsel, dan preman itu mulai tersadar bahwa yang mereka hadapi sekarang adalah ketua geng serigala hitam.


Preman itu mulai membisikkan kepada bos nya "bos dia ketua serigala hitam, cabut sekarang bos, kalo masi sayang nyawa" Ucap preman itu menelan ludah nya ketakutan.


Sontak preman preman itu langsung kabur begitu saja tanpa mengucapkan kata maaf dikarenakan sudah ketakutan.Liandra bernafas lega saat preman itu kabur tanpa melukai nya. Liandra berbalik badan dan mengucapkan terimakasih kepada Axsel.


"Terima kasih"


"Sama-sama" Ucap Axsel.


Kedua nya saling memandang, seperti terhipnotis Axsel berucap kepada Liandra.


"Pulang sama siapa"


"Sendiri jalan kaki"


"Udah malem perempuan gak seharusnya keluar sendiri apalagi jalan kaki"


"-iya aku tau" Kata Liandra menundukkan kepala


nya.


"Rumah kamu dimana" Tanya Axsel.


"Di jalan cempaka nomor 3"


Axsel terdiam sesaat. "Mau dianterin pulang gak" Tawar Axsel.


"Eh, e-enggak u-sah ngerepotin" Tolak Liandra.


"Gak ngerepotin, ayo" Ajak Axsel mengulurkan tangan nya kepada Liandra.


Liandra bingung antara memilih iya atau tidak, Liandra memegang uluran tangan Axsel setelah berpikir menerima ajakan Axsel.


Dada Liandra tiba-tiba berdetak kencang saat tangan nya pertama kali bepergangan dengan sosok lelaki, kecuali Gibran.Senyum tipis terbit di bibir Axsel saat tangan mungil menerima tangan nya, entah mengapa seperti ada gejolak aneh di dalam diri Axsel saat ini.


Kedua nya berjalan ke arah mobil Axsel, Daila yang menunggu sang anak dari dalam mobil langsung keluar saat melihat sang anak membawa gadis cantik.


Rasa ingin menceramahi Axsel langsung hilang saat Daila melihat Liandra dari jarak dekat.


"Cantik banget sihh" Puji Daila.


Liandra hanya tersenyum gugup.

__ADS_1


Daila menoleh ke arah Axsel meminta penjelasan. "Siapa" Ucap Daila pada Axsel.


"Ini teman sekelas Axsel ma, nama nya Liandra, dia anak baru" Jelas Axsel.


Daila mengangguk kan kepala nya mengerti. "Terus kenapa kamu bawa kesini, oh atau jangan-jangan mau kamu kenalin ke mama iya" Kata Daila seperti bersemangat.


"Mama, apaan sih, tadi itu Axsel liat Liandra di gangguin sama preman dari dalam mobil, maka nya Axsel tolongin, sekarang ini mau Axsel antar pulang" Jelas Axsel jengah melihat Daila yang sangat antusias itu.


"Oh kamu mau anterin anak cantik ini pulang, yaudah anterin sana mama pulang naik taksi aja" Ucap Daila mengambil tas nya dari dalam mobil lalu pergi mencari taksi untuk pulangduluan membiarkan sang anak berduaan dengan Liandra.


Liandra jadi merasa tidak enak, membiarkan mama nya Axsel pulang sendirian naik taksi. Axsel yang melihat kegelisahan Liandra menenangkan nya.


"Tenang aja mama gue gak marah kok" Ucap Axsel.


Liandra menatap Axsel, mata mereka kembali bertemu beberapa saat.


"Ayo masuk" Axsel membukakan pintu mobil.


"Terimakasih"


Setelah itu Axsel meninggal kan parkiran minimarket menuju ke rumah Liandra.


Gibran cemas jam segini Liandra belum juga pulang ke rumah, Gibran sudah mencoba menghubungi Liandra tapi nomor nya tidak aktif. Itu membuat Gibran tambah cemas.


Gibran sudah menyuruh supir nya mencari Liandra namun belum juga mendapat kabar. Gibran menunggu Liandra di depan rumah dengan perasaan cemas.


Mbok Yati membuat kan Gibran teh hangat untuk menghilangkan rasa cemas nya.


"Tuan ini teh hangat nya diminum" Kata mbok Yati meletakkan teh di meja.


"Iya mbok, makasih banyak" Ucap Gibran meminum teh hangat buatan mbok Yati.


Rasa cemas sedikit hilang saat Gibran meminum nya. Gibran meminum nya sedikit lagi, dan rasa lega langsung datang saat Gibran melihat sebuah mobil datang.


Bukan mobil milik nya yang datang, melainkan mobil yang seperti di kenal nya, Gibran tak mau berpikir jauh, mobil seperti itu banyak pasti bukan milik Daila.


Liandra keluar dari mobil dan menghampiri Gibran, Gibran langsung memeluk putri semata wayang nya itu erat.


"Lia darimana aja, Lia gak apa-apa kan" Ucap Gibran melepaskan pelukan nya.


"Lia baik-baik aja pa"


"Syukur lah" Ucap Gibran lega.


Gibran melihat ke arah Axsel.


"Ini Axsel pa teman sekelas nya Lia" Kata Liandra memperkenalkan Axsel.


"Om" Axsel menyalami tangan Gibran.


"Terima kasih ya nak Axsel sudah ngantar anak om pulang" Ucap Gibran.


"lya om".


"Oh ya, kenapa kalian bisa jumpa," Tanya Gibran.Axsel melirik ke arah Liandra. Liandra menggeleng kan kepala nya samar supaya tidak memberi tau kan kepada Gibran. Axsel yang tak tega pun menuruti kemauan Liandra saat di perjalanan tadi.


Flashback


Di perjalanan menuju rumah Liandra, kedua nya sama-sama dilanda keheningan.


Axsel mencuri-curi pandang ke arah Liandra, saat dilihat nya Liandra sedang menatap ke arah kaca.


Satu kata yang bisa Axsel ungkapan bahwa Liandra sangat cantik.


Bosan dengan keheningan Axsel membuka


pembicaraan.


"Dirumah tinggal sama siapa aja"


Liandra yang merasa Axsel berbicara kepadanya menjawab "sama papa dan mbok Yati"


"Mama lo kemana" Tanya Axsel.


Liandra bungkam, Axsel merasa seperti salah berbicara.


"Mama udah gak ada" Ucap Liandra mencoba tersenyum.


Benar saja Axsel sudah salah bicara, langsung saja Axsel meminta maaf "maaf, gue gak bermaksud"


"Gak apa-apa"


"Papa lo marah gak nanti?" Tanya Axsel lagi.


Liandra bingung "Hah"


"Maksud gue papa lo nanti marah gak kalau gue yang antar lo pulang"


"Marah sih enggak, tapi, papa bakal marah kalau


tadi aku hampir di copet" Ucap Liandra tidak


nyambung.


Axsel yang merasa pembicaraan sudah tak tentu arah langsung diam.


"Mmmm... Aku boleh minta tolong sama kamu" Kata Liandra tiba-tiba.


Axsel menoleh ke arah Liandra.


"Minta tolong buat apa"


"Tolong jangan kasih tau papa aku, kalau tadi aku hampir di copet" Ucap Liandra.


Axsel menimang sebentar, dan akhirnya Axsel menganggukkan kepala nya tanda setuju. Liandra tersenyum.


"Terima kasih sekali lagi" Ucap Liandra.


End


"Itu om tadi gak sengaja jumpa di minimarket saat Axsel mau beli makanan, dan Axsel liat Liandra lagi nungguin taksi, jadi nya Axsel samperin dan ngajak pulang bareng" Jelas Axsel diakhiri senyuman.


"Ohhh,,, yaudah terimakasih ya nak Axsel,sudah mau nganter Lia" Ucap Gibran


"Sama-sama om, yaudah Axsel pulang ya om" Pamit Axsel.


Gibran dan Liandra hanya mengangguk. Setelah itu keduanya masuk ke dalam rumah saat mobil Axsel meninggalkan perkarangan rumah Liandra.


TBC


Part terpanjang 1618 words. Maaf ya kalok suasana nya gak dapet. Kalian bisa bayangin gimana aja biar feels nya dapet saat baca part ini.

__ADS_1


Dan aku mohooonnn bangettt nii yaa, komen dong kalau ada yang salah atau typo biar aku perbaiki lagi.


Jangan lupa Vote sama Komen nya yaaa


__ADS_2