
Axsel diam di dalam mobil menunggu sang ibu berbelanja sambil mendengar kan musik. Mata nya hampir terpejam, namun suara notifikasi handphone nya yang berisik mengganggu nya.
Axsel melihat hand phone nya, banyak sekali chat yang belum dia liat, Axsel membuka room chat Tiger black yang belum dia baca.
TigerBlack
Maxime
"Gys, gys, gw ada derita."
Zaidan Hah?
Danial
Derita apaan.
Arion
Kenapa bisa lo menderita. Kasian banget sih lo
Maxime
Anying siapa yang menderita.
Zaidan
Kamu nanya?
Danial
Ya lo siapa lagi coba. Kan lo tadi bilang ada derita. Derita affaan tuch.
Nathan
@Zaidan (-3
Maxime
@Danial berita bukan derita
Arion
Max, maka nya kalok ngetik tu yang bener
Nathan
Berita apa max
Danial
Bilang kek daritadi.
Zaidan
Ketik Danial bukan bilang, kalok bilang itu pake mulut.
Arion
Mengkritik aja lo Za.
Maxime
Udah udah, mau tau gak apa berita yang gw tau.
Danial
Mauuuu
Maxime
Lo semua kenal Arthur kan?
Nathan
Knl
Arion
Kenal
Zaidan
Terus terus gimana
Maxime
Jadi tadi pas gw abis pulang dari rumah Axsel,gue liat tu anak di keroyok sama geng nya
sendiri.
Danial
Hah! Serius lo
Nathan
Terus gimana
Arion
Kok bisa
Maxime
Ya gue tolongin tu bocah
Maxime
@Arion ya bisa lah
Maxime
@Nathan terus gue tinggal pergi lah, dia nya kagak apa cuma muka nya doang yang bonyok.
Zaidan
Pasti ada yang gak beres nihh
Maxime
Tapi sebelum gue ninggalin dia. Dia ada bilang sama gue kalok dia minta ketemu sama Axsel.
__ADS_1
Danial
Buat?
Maxime Mana gue tau
Arion
Jadi gimana @Axsel lo mau kagak nemuin tu anak besok?Nathan
Kayak nya gak mau
Danial
@Axsel nongol dongg jangan jadi kang nyimak
Zaidan
Besok gue cari tau kenapa bisa inti Bruiser di keroyok sama anggota nya sendiri.
Danial
Lahh kerajinan banget lo idan.
Arion
Tauu tuh, biarin lah Zai, kita gak usah ikut campur urusan mereka.
Zaidan
Terserah lo pada dah.
Axsel menutup layar handphone nya. Sesudah membaca pesan grup serigala hitam.
Saat hendak memejamkan mata nya ponsel nya berdering. Axsel melihat ponsel nya, tidak ada nama nya yang menelepon Axsel membiarkan nya tidak mengangkat nya.
Nomor yang tidak dikenal itu terus menelepon Axsel sebanyak 3 kali, Axsel yang merasa terganggu mengangkat nya pada saat yang ke 4 kali nya tanpa melihat nama nya.
"Apasih berisik tau gak" Cetus Axsel.
"Siapa yang berisik hah" Jawab Daila.
Axsel terlonjak kaget, langsung saja Axsel Melihat layar ponsel nya dan menampilkan namaDaila.
"Eh mama, maaf ma tadi itu ada yang nelpon Axsel berkali-kali gak Axsel angkat, Axsel kira ini nomor yang nelpon sampe berkali-kali tadi ternyata mama" Jelas Axsel.
"Yaudah sekarang kamu kesini bantuin mama angkat belanjaan" Ucap Daila lalu mematikan sambungan telepon.
Sesudah bertelepon, Axsel mendapatkan sebuah pesan masuk yang berisikan
+8957892xxxx
Gue mau ketemu sama lo besok di kafe Jupiter.
Menghembuskan nafas, Axsel keluar dari mobil dan memasuki minimarket. Saat sudah di depan minimarket, Axsel berpas-pasan dengan Liandra
yang keluar dari minimarket.
Kedua nya memandang sesaat, lalu berjalan acuh tak acuh. Axsel berjalan menghampiri Daila yang sudah menunggu nya.
"Lama banget sih" Keluh Daila "nih bawa semua belanjaan ke bagasi" Ucap Daila menyodorkan belanjaan nya.
Axsel menerimanya dan membawa nya ke bagasi. Sesudah itu mereka masuk kedalam mobil hendak pulang.
"Bentar ma" Ucap Axsel yang keluar dari mobil, saat melihat salah satu dari preman yang mengganggu Liandra mulai bermain kasar.
"Le-lepasin" Ucap Liandra ketakutan.
"Makanya serahkan tas kamu cepet" Bentak salah satu preman.
Liandra berdoa dalam hati supaya ada yang menyelamatkan nya, dan seperti nya doa nya terkabul begitu cepat saat dia mendengar suara yang familiar.
"Lepasin dia gak" Ucap Axsel.
"Siapa lo, mau jadi pahlawan lo" Ujar preman satu nya lagi
"Gue bilang lepasin sekarang" Ucap Axsel penuh penekan.
Salah satu preman seperti mengenal Axsel, dan preman itu mulai tersadar bahwa yang mereka hadapi sekarang adalah ketua geng serigala hitam.
Preman itu mulai membisikkan kepada bos nya "bos dia ketua serigala hitam, cabut sekarang bos, kalo masi sayang nyawa" Ucap preman itu menelan ludah nya ketakutan.
Sontak preman preman itu langsung kabur begitu saja tanpa mengucapkan kata maaf dikarenakan sudah ketakutan.Liandra bernafas lega saat preman itu kabur tanpa melukai nya. Liandra berbalik badan dan mengucapkan terimakasih kepada Axsel.
"Terima kasih"
"Sama-sama" Ucap Axsel.
Kedua nya saling memandang, seperti terhipnotis Axsel berucap kepada Liandra.
"Pulang sama siapa"
"Sendiri jalan kaki"
"Udah malem perempuan gak seharusnya keluar sendiri apalagi jalan kaki"
"-iya aku tau" Kata Liandra menundukkan kepala
nya.
"Rumah kamu dimana" Tanya Axsel.
"Di jalan cempaka nomor 3"
Axsel terdiam sesaat. "Mau dianterin pulang gak" Tawar Axsel.
"Eh, e-enggak u-sah ngerepotin" Tolak Liandra.
"Gak ngerepotin, ayo" Ajak Axsel mengulurkan tangan nya kepada Liandra.
Liandra bingung antara memilih iya atau tidak, Liandra memegang uluran tangan Axsel setelah berpikir menerima ajakan Axsel.
Dada Liandra tiba-tiba berdetak kencang saat tangan nya pertama kali bepergangan dengan sosok lelaki, kecuali Gibran.Senyum tipis terbit di bibir Axsel saat tangan mungil menerima tangan nya, entah mengapa seperti ada gejolak aneh di dalam diri Axsel saat ini.
Kedua nya berjalan ke arah mobil Axsel, Daila yang menunggu sang anak dari dalam mobil langsung keluar saat melihat sang anak membawa gadis cantik.
Rasa ingin menceramahi Axsel langsung hilang saat Daila melihat Liandra dari jarak dekat.
"Cantik banget sihh" Puji Daila.
Liandra hanya tersenyum gugup.
__ADS_1
Daila menoleh ke arah Axsel meminta penjelasan. "Siapa" Ucap Daila pada Axsel.
"Ini teman sekelas Axsel ma, nama nya Liandra, dia anak baru" Jelas Axsel.
Daila mengangguk kan kepala nya mengerti. "Terus kenapa kamu bawa kesini, oh atau jangan-jangan mau kamu kenalin ke mama iya" Kata Daila seperti bersemangat.
"Mama, apaan sih, tadi itu Axsel liat Liandra di gangguin sama preman dari dalam mobil, maka nya Axsel tolongin, sekarang ini mau Axsel antar pulang" Jelas Axsel jengah melihat Daila yang sangat antusias itu.
"Oh kamu mau anterin anak cantik ini pulang, yaudah anterin sana mama pulang naik taksi aja" Ucap Daila mengambil tas nya dari dalam mobil lalu pergi mencari taksi untuk pulangduluan membiarkan sang anak berduaan dengan Liandra.
Liandra jadi merasa tidak enak, membiarkan mama nya Axsel pulang sendirian naik taksi. Axsel yang melihat kegelisahan Liandra menenangkan nya.
"Tenang aja mama gue gak marah kok" Ucap Axsel.
Liandra menatap Axsel, mata mereka kembali bertemu beberapa saat.
"Ayo masuk" Axsel membukakan pintu mobil.
"Terimakasih"
Setelah itu Axsel meninggal kan parkiran minimarket menuju ke rumah Liandra.
Gibran cemas jam segini Liandra belum juga pulang ke rumah, Gibran sudah mencoba menghubungi Liandra tapi nomor nya tidak aktif. Itu membuat Gibran tambah cemas.
Gibran sudah menyuruh supir nya mencari Liandra namun belum juga mendapat kabar. Gibran menunggu Liandra di depan rumah dengan perasaan cemas.
Mbok Yati membuat kan Gibran teh hangat untuk menghilangkan rasa cemas nya.
"Tuan ini teh hangat nya diminum" Kata mbok Yati meletakkan teh di meja.
"Iya mbok, makasih banyak" Ucap Gibran meminum teh hangat buatan mbok Yati.
Rasa cemas sedikit hilang saat Gibran meminum nya. Gibran meminum nya sedikit lagi, dan rasa lega langsung datang saat Gibran melihat sebuah mobil datang.
Bukan mobil milik nya yang datang, melainkan mobil yang seperti di kenal nya, Gibran tak mau berpikir jauh, mobil seperti itu banyak pasti bukan milik Daila.
Liandra keluar dari mobil dan menghampiri Gibran, Gibran langsung memeluk putri semata wayang nya itu erat.
"Lia darimana aja, Lia gak apa-apa kan" Ucap Gibran melepaskan pelukan nya.
"Lia baik-baik aja pa"
"Syukur lah" Ucap Gibran lega.
Gibran melihat ke arah Axsel.
"Ini Axsel pa teman sekelas nya Lia" Kata Liandra memperkenalkan Axsel.
"Om" Axsel menyalami tangan Gibran.
"Terima kasih ya nak Axsel sudah ngantar anak om pulang" Ucap Gibran.
"lya om".
"Oh ya, kenapa kalian bisa jumpa," Tanya Gibran.Axsel melirik ke arah Liandra. Liandra menggeleng kan kepala nya samar supaya tidak memberi tau kan kepada Gibran. Axsel yang tak tega pun menuruti kemauan Liandra saat di perjalanan tadi.
Flashback
Di perjalanan menuju rumah Liandra, kedua nya sama-sama dilanda keheningan.
Axsel mencuri-curi pandang ke arah Liandra, saat dilihat nya Liandra sedang menatap ke arah kaca.
Satu kata yang bisa Axsel ungkapan bahwa Liandra sangat cantik.
Bosan dengan keheningan Axsel membuka
pembicaraan.
"Dirumah tinggal sama siapa aja"
Liandra yang merasa Axsel berbicara kepadanya menjawab "sama papa dan mbok Yati"
"Mama lo kemana" Tanya Axsel.
Liandra bungkam, Axsel merasa seperti salah berbicara.
"Mama udah gak ada" Ucap Liandra mencoba tersenyum.
Benar saja Axsel sudah salah bicara, langsung saja Axsel meminta maaf "maaf, gue gak bermaksud"
"Gak apa-apa"
"Papa lo marah gak nanti?" Tanya Axsel lagi.
Liandra bingung "Hah"
"Maksud gue papa lo nanti marah gak kalau gue yang antar lo pulang"
"Marah sih enggak, tapi, papa bakal marah kalau
tadi aku hampir di copet" Ucap Liandra tidak
nyambung.
Axsel yang merasa pembicaraan sudah tak tentu arah langsung diam.
"Mmmm... Aku boleh minta tolong sama kamu" Kata Liandra tiba-tiba.
Axsel menoleh ke arah Liandra.
"Minta tolong buat apa"
"Tolong jangan kasih tau papa aku, kalau tadi aku hampir di copet" Ucap Liandra.
Axsel menimang sebentar, dan akhirnya Axsel menganggukkan kepala nya tanda setuju. Liandra tersenyum.
"Terima kasih sekali lagi" Ucap Liandra.
End
"Itu om tadi gak sengaja jumpa di minimarket saat Axsel mau beli makanan, dan Axsel liat Liandra lagi nungguin taksi, jadi nya Axsel samperin dan ngajak pulang bareng" Jelas Axsel diakhiri senyuman.
"Ohhh,,, yaudah terimakasih ya nak Axsel,sudah mau nganter Lia" Ucap Gibran
"Sama-sama om, yaudah Axsel pulang ya om" Pamit Axsel.
Gibran dan Liandra hanya mengangguk. Setelah itu keduanya masuk ke dalam rumah saat mobil Axsel meninggalkan perkarangan rumah Liandra.
TBC
Part terpanjang 1618 words. Maaf ya kalok suasana nya gak dapet. Kalian bisa bayangin gimana aja biar feels nya dapet saat baca part ini.
__ADS_1
Dan aku mohooonnn bangettt nii yaa, komen dong kalau ada yang salah atau typo biar aku perbaiki lagi.
Jangan lupa Vote sama Komen nya yaaa