Introvert

Introvert
#36


__ADS_3

Wanita itu mengelus-elus kepala Selena dia merasa sangat kasihan melihat anak itu. "Mulai sekarang aunty akan selalu menjagamu dan menyayangimu,nak." gumam wanita itu pelan lalu mencium puncak kepala Selena dan menyelimuti tubuhnya, setelah itu dia pergi keluar dan masuk ke kamar tamu untuk beristirahat.




Ke esokan paginya Selena membuka kedua kelopak matanya yang terasa sangat berat akibat seharian kemarin dia terus menangis sehingga mengakibatkan matanya bengkak dan terasa berat. Dia termenung di atas ranjang dengan tatapan kosong se kosong hidupnya saat ini.


Ckleek. Pintu kamarnya di buka oleh seorang wanita dan menghampiri ranjang Selena. "Ayo sarapan dulu sayang." Ucapnya dan mengelus-elus kepalanya.


Selena mengangguk pelan seolah tak memiliki semangat untuk hidup. Lalu wanita itu menuntun Selena turun dari ranjangnya, dia juga memapah Selena untuk berjalan karena tubuhnya sangat lemas. Sampai di meja makan wanita itu mengambilkan sarapan untuknya, dia bahkan menyuapinya. Selena membuka mulutnya dan mengunyah makanannya tapi dia merasa sulit untuk sekedar menelan makanan itu jadi Selena hanya makan beberapa sendok saja.


"Apa kau benar adik ibuku?" tanya Selena menoleh kearah wanita yang duduk disampingnya.


"Iya sayang, nama aunty Darcy Palvin, aku dan mama mu adalah saudara kandung." Ucapnya.



"Dimana orang tua kalian?" tanya Selena kembali karena memang sedari lahir dia tidak pernah bertemu dengan kakek dan neneknya bahkan ia juga baru mengetahui wanita itu adalah aunty atau adik kandung mama nya kemarin di buku catatan yang diberikan mama nya untuk dirinya.

__ADS_1


"Mereka sudah tiada karena kecelakaan pesawat sayang." Ucapnya mengusap rambutnya Selena dengan penuh kasih sayang.


"Aku ingin secepatnya pergi dari sini." Ucap Selena karena dia akan terus terbayang akan sosok mama nya di rumah itu nantinya.


"Baiklah, kapan kau ingin pergi?" tanya nya.


"Besok." Ucap Selena.


"Kau yakin sayang?" tanya wanita itu kembali.


"Hmmm iya." Jawabnya lemas.




Selena meninggalkan negara Amerika Serikat itu pada pukul 08.00 pagi waktu setempat. Dia harus meninggalkan negara kelahirannya itu dengan hati yang sangat berat.


__ADS_1




Setelah beberapa hari kepergian Selena. Kini di sebuah ruangan seorang Presdir, semua benda sudah tidak berbentuk dan sudah tidak berada di tempatnya. Louis melemparkan semua benda yang ada diruangan itu dan menjatuhkan semua barang yang ada diatas mejanya, dia terlihat sangat murka saat ini karena telah kehilangan sang wanita pujaannya. Dia buru-buru kembali ke negaranya karena mendapat kabar dari orang suruhannya yang ia perintahkan untuk terus memantau dan melindungi wanita pujaannya tapi orang suruhannya itu mengatakan kalau mereka telah kehilangan jejaknya Selena. Albert dan dua pria besar nan kekar itu berdiri di depan meja Louis mereka bertiga sudah berkeringat dingin melihat kemurkaan tuannya itu.


Wajah kedua orang suruhan nya itu sudah babak belur akibat bogeman kuat dari Louis, karena bekerja dengan sangat tidak becus kedua pria itu hanya bisa meringis sakit. *Oh tuhan cabut saja nyawa ku sekarang daripada aku harus menghadapi kemurkaan iblis ini* batin Albert takut setengah mati.


"Bagaimana kalian bisa kehilangan dia HAH!" Teriak Louis yang sudah diliputi oleh amarah. Kedua pria itu tidak berani menjawab atau berkata sepatah katapun.


Bugh!


Bugh!


Bugh!


Bugh!


Louis kembali melayangkan pukulannya kepada kedua pria malang itu. Amarah Louis benar-benar sedang meledak saat ini. "Dasar tidak berguna kau pikir aku mengajimu dengan nilai yang kecil HAH, sekarang kalian berdua pergi dari hadapan ku sekarang juga." Teriaknya emosi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2