Introvert

Introvert
#34


__ADS_3

"Baik. Terimakasih dok!" ucap wanita itu.


Lalu dokter itu pun keluar dari ruangan tersebut.


"Kau pasti menjalani hidup yang sangat sulit sayang," ucap wanita itu lembut seraya mengusap-usap rambut Selena dan terdapat cairan bening di ujung kelopak matanya.


ke esokan paginya Selena baru sadar karena pengaruh obat, dia membuka kedua matanya. Lalu ia melihat ke sekelilingnya, tiba-tiba ia menangis karena teringat kembali akan mama nya yang telah tiada, Selena membanting semua benda yang berada di atas nakas disampingnya. Tidak lama seorang wanita masuk kedalam ruangan itu, ia melihat Selena yang sangat emosi dengan membanting semua barang. Lalu ia langsung mendekatinya dan memeluknya, Selena memberontak saat wanita itu memeluknya. " Hikss... Mama... Aku mau mamaaaaa... Hiks...." Teriak nya histeris.


Wanita itu memeluk erat Selena dia berusaha untuk menenangkan nya. "Aunty akan membawa kamu bertemu dengan mama kamu sayang." Ucap wanita itu lembut.


"Dimana mama ku. Aku mohon aku ingin bertemu dengan mama sekarang." Ucapnya terisak.


"Aunty akan membawa mu tapi kamu harus membersihkan dirimu dulu ya, kamu tau kan kalau mama kamu nggak suka sama orang yang kotor dan bau." bujuk wanita itu kepada Selena.

__ADS_1


Selena menganggukkan kepalanya dengan cepat, ia akhirnya membersihkan dirinya lalu mengenakan gaun hitam yang diberikan oleh wanita tadi, lalu kemudian Selena pergi ke makam mama nya bersama seorang wanita disampingnya. Mama Selena sudah dimakamkan tadi pagi, wanita itu yang mengurus semuanya.


Selena sampai disebuah batu nisan yang bertuliskan nama mama nya, tubuhnya terkulai ketanah karena tidak dapat menahan tubuhnya lagi. Dia mulai menangis dan teringat semua memori nya sewaktu kecil bersama mama dan papanya yang sangat menyayanginya kala itu. Dia memang tidak banyak mempunyai kenangan indah dengan mama nya tapi dari lubuk hati terdalam nya dia sangat-sangat menyayangi dan mencintai mama nya.



Selena memeluk batu nisan itu dengan sangat erat seakan tidak pernah ingin melepaskannya. "Hiks... Ma.. Mama bilang cuman mau pergi ke luar kota sebentar tapi kenapa mama malah pergi ke tempat yang sangat jauh dan tidak pernah bisa kembali lagi ma.... Hiks... Bohong.. mama pembohong... Hiks..." isak Selena.


Wanita yang pergi bersama Selena tadi, berdiri di belakangnya, air matanya tidak berhenti bercucuran melihat anak malang di depannya sekarang ini. Dia sangat sedih melihat nasib Selena yang sangat menyedihkan itu.


"Seharusnya kau membawa aku juga ma.. hiks.. lihatlah aku sekarang menjadi seorang anak sebatang kara maa... Hiks..." ucap Selena terisak.


Wanita yang sedari tadi berdiri di belakangnya langsung memeluk Selena dari samping dan mengelus-elus bahunya. "Kau tidak sendirian nak. Mulai sekarang aunty yang akan menjagamu." Ucap wanita itu lembut.

__ADS_1


Selena tidak menanggapinya dan terus memeluk batu nisan itu dan terus menangis tanpa henti sampai hari sudah menjelang sore Selena masih tidak bergeming dari sana. Wanita itu mengelus-elus rambut Selena dengan lembut. "Hari sudah sore kita pulang dulu ya sayang, besok kita kesini lagi," ucapnya lembut.


Selena menggeleng pelan. "Aku ingin tetap disini." Ucapnya.


"Ayo kita pulang dulu ya, ada yang mau aunty berikan kepadamu dari mendiang mama mu, nak!" ucapnya lembut.


Selena menatap wanita disampingnya. "Apa?" tanya Selena lemas.


"Benda nya ada dirumah kamu sayang!" jawab wanita itu lembut.


Akhirnya Selena kembali kerumahnya bersama wanita yang telah membujuknya tadi. Sampai dirumah wanita itu membuka pintu rumah tersebut dan merangkul Selena untuk masuk kedalam. Tiba di dalam rumah ia melihat ke sekeliling rumah dan air matanya kembali bercucuran, dia teringat bayangan mama nya yang pergi ke kantor dan pulang dari kantor walaupun mama nya selalu mengabaikan nya tapi Selena sama sekali tidak membencinya.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa beri dukungannya ya ^_^


Like, vote, gift dan favoritnya ya ^_^


__ADS_2