
"Permisi buk, ini pesanan nya" Seorang barista mengantar kan pesanan yang telah di pesan.
"Makasih ya" Ucap wanita paruh baya.
Barista itu mengangguk dan pergi meninggalkan wanita paruh baya yang terlihat sedang menunggu kedatangan seseorang.
Lelah menunggu wanita paru baya tersebut
menelepon.
"Halo mas, kamu udah sampai mana"
"Yaudah cepetan kesini aku udah nunggu lama loh mas" Kesal wanita paruh baya namun masi terlihat awet muda.
Sedangkan orang yang di telpon sudah duduk di
tempat wanita tersebut.
"Udah lama ya nungguin nya" Tanya lelaki baru saja duduk di depan wanita itu. yang
"Banget" Wanita itu ngambek.
Sedangkan lelaki tersebut terkekeh melihat calon istri nya ngambek.
"Jangan ngambek, kan aku udah dateng" Gibran memegang tangan wanita yang dia cintai itu lalu mengecup nya.
"Udah gak ngambek lagi kan"
Daila tersenyum "enggak kok mas"
"Gitu dong" Gibran memanggil seorang barista lalu menyebutkan makanan yang ingin di pesan, setelah itu barista tersebut pergi menyiapkan nya.
"Mas" Panggil Daila
"Iya, kenapa sayang"
"Mmmm... Kamu beneran serius sama aku kan" Tanya Daila.
Gibran tersenyum lalu dia berkata "aku serius sama kamu, aku benar-benar sayangg sama kamu" Gibran berkata jujur dan tulus.
Mata Daila berkaca-kaca mendengar penuturan Gibran. Dia tidak menyangka bisa berkenalan dengan Gibran, lelaki yang pernah menolong nya.
Pesanan datang Gibran dan Daila memakan makan siang mereka setelah itu akan berpisah lagi karna akan kembali bekerja.
Setelah makanan mereka habis, Daila ingin bertanya sesuatu kepada Gibran.
"Mas, gimana kalok anak kamu gak suka sama aku, aku takut dia jadi marah sama kamu"
"Anak aku baik kok sayang, dia pasti suka sama kamu" Gibran meyakinkan Daila.
"Justru aku yang khawatir" Ucap Gibran.
"Khawatir gimana mas" Tanya Daila penasaran.
"Khawatir malah anak kamu yang gak suka samaaku"
Gibran dan Daila memiliki anak masing-masing satu, Gibran memiliki anak perempuan sedangkan Daila laki-laki.
"Kalok soal anak aku, aku udah cerita sama dia mas. Katanya dia mau punya papa tiri asal, papa tiri inya baik dan menyayangi aku" Daila tersenyum.
"Mas udah cerita sama anak mas" Tanya Daila.
"belum, aku belum cerita sama dia soal hubungan kita, aku akan cerita sama dia kalok aku udah siap" ucap Gibran sambil menggeleng dan menatap daila.
"Mas cerita aja sama dia dengan lembut, pasti dia mau dengerin mas, " Daila memberikan solusi.
Gibran mengangguk mengerti. Setelah itu mereka sama-sama keluar dari kafe dan ingin kembali bekerja.
__ADS_1
"Hati-hati ya sayang" Ucap Gibran mengecup
kening Daila sebagai perpisahan.
"Kamu juga hati-hati mas" Sedangkan Daila hanya mengecup tangan kanan Gibran.
Dan keduanya pun memasuki mobil masing-masing.
Axsel sudah pulang sekolah satu jam yang lalu, Axsel membawa seluruh inti geng Serigala Hitam kerumah nya.Maxime, Arion, dan Danial sangat senang jika sudah berkunjung ke rumah Axsel yang super mewah itu.
Dan saat ini mereka bertiga sedang memakan camilan dan menonton TV besar milik Axsel sambil tiduran di sofa Axsel yang lebar bisa menampug 5 orang.
Sedangkan Axsel, Nathan dan Zaidan mabar
game online.
Danial celingak- celinguk seperti sedang mencari seseorang.
"Ax, nyokap lo kemana kok kagak ada" Tanya Danial.
Axsel melirik ke arah Danial sebentar dan
melanjutkan game nya sambil berucap
"nyokap gue kerja, paling bentar lagi pulang".
Danial hanya mengangguk dan melanjutkan memakan camilan nya sambil menonton upin ipin di TV. Sesaat dia tersadar. Apa tadi Axsel bilang? Paling bentar lagi nyokap dia pulang?
Aduhh! Gawat, Danial dalam bahaya, sontak Danial mengagetkan Maxime dan Arion yang sedang asyik menonton upin ipin.
"Ar, Max, cepat beresin ini karpet bulu nya" Ucap Danial memungut sampah yang berserakan di lantai.
Sedangkan Maxime dan Arion menaikan alis nya
bingung menatap Danial yang tiba-tiba rajin.
"Pake nanya segala, cepat beresin bentar lagi nyokap nya Axsel pulang, bisa berabe ntar kita bertiga kenak usir" Ucap Danial.
Langsung saja Maxime dan Arion panik lalu turun dari sofa membersihkan karpet bulu yang terkena camilan mereka.
Sedangkan Axsel ingin tertawa melihat
kepanikan tiga sahabat nya itu.
Suara mobil terdengar dari arah luar membuat Danial Maxime dan Arion semakin panik dan dengan kecepatan mereka membersihkan nya.
TIN
Suara klakson mobil berbunyi sekali, security yang menjaga gerbang langsung saja membuka nya.
Saat ingin menyimpan mobil nya di dalam garasi Daila melihat banyak motor yang terparkir di luar garasi, sehingga mau tak mau Daila memarkirkan mobil nya di depan rumah.
Daila turun dari mobil dan masuk kedalam rumah. Melihat rumah nya yang di penuhi sahabat-sahabat nya anak nya, Daila hanya menggeleng kan kepala nya.
Untung saja Danial, Maxime, dan Arion sudah membersihkan nya dengan cepat kalau tidak bisa kenak semprot mereka bertiga.
"Mama udah pulang?" Tanya Axsel.
Daila mendengus
"kamu liat mama belum pulang" Axsel hanya cengegesan.Daila berjalan ke arah dapur.
"Tante makin cantik aja" Puji Maxime.
"Kan tante emang cantik, kamu kira saya gak cantik" Daila berucap pd.
Sudah menjadi kebiasaan saat teman nya Axsel memuji nya dan Daila sudah terbiasa dengan itu.
__ADS_1
"Tante kelamaan janda, cari pasangan lah tan,
kan tante masih cantik" Ucap Arion.
"Kalok enggak tante mau gak jadi mama tiri nya
Maxime" Tawar Maxime.
Daila yang mendengar itu tersedak minuman nya, Axsel langsung memberi tatapan tajam, sedangkan yang lainnya hanya geleng-geleng kepala.
"Kamu ini, tante gak mau ya jadi pelakor. Tante jni udah ada yang punya" Ucap Daila lalu meninggalkan semua nya ke kamar nya.
Sedangkan semua nya melongo tak percaya mendengar penuturan Daila barusan kecuali Axsel.
"Serius Sel nyokap lo udah ada yang punya" Tanya Zaidan.
Axsel mengangguk.
"Wahhh parahhhhh" Teriak Danial.
"Berisik, lo pikir rumah gue hutan" Axsel menatap tajam Danial, sedangkan yang di tatap hanya cengegesan.
"Gak seru ah, padahal kan gue pengen jadiin lo saudara tiri gue" Maxime berucap sendu.
PLAK
Nathan menampar paha Maxime kuat membuat sang empuh meringis kesakitan.
"Sakit tau" Ucap Maxime mengelus paha nya.
"Ya elo yang kalok ngomong enggak di filter" Ujar Zaidan.
"Emang nyokap lo mau di madu" Tanya Arion.
"Ya kagak lah, Bisa-bisa ntar bubar keluarga gue" Ucap Maxime "Ya terus kenapa lo nyuruh nyokap nya Axsel buat
jadi istri kedua papa lo" Tanya Zaidan.
"Yaelah gue cuma bercanda kale, gitu aja lo semua panik" Ucap Maxime tanpa beban.
Sontak semua langsung menghampiri Maxime lalu menimpa nya, membuat Maxime sulit bernafas.
"Woy, turun, udah-udah, gue kagak bisa nafas ini" Maxime memukul tangan Arion yang berada di atas nya.
Semua langsung turun dan melihat wajah Maxime yang merah. Maxime langsung mengambil nafas banyak-banyak.
Arion dan Danial tertawa melihat wajah kusut Maxime lalu tertular ke Axsel, Nathan, dan Zaidan. Sedangkan yang menjadi korban hanyamencebik kan Bibir nya kesal.
Tapi Maxime dan semua nya akan mengingat momen ini sampai mereka menemukan kebahagiaan mereka masing-masing.
.
.
.
.
hai..hai.. bestiee
Awal nya aku tuh pengen pertemuan Gibran dan Daila itu di Chapter 10 nanti, tapi aku lagi buntu banget pikiran nya, yaudah jadi aku buat di chapter 8 aja.
Gibran itu duda anak satu. Anak nya itu Liandra Clathria Daquella, karakter Gibran ini udah keluar di chapter 3.
Daila itu janda anak satu juga. Dan ya kalian tau anak nya itu si ketua geng Serigala Hitam. Axselio Galen Bagaskara.
kalok kalian penasaran sama kelanjutan nya gimana, maka nya Vote dan komen biar aku bisa up terus.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan vote:) maaf banyak salah kata hihi