
Setelah selesai, ia pun mencuci mangkuk bekas makanan nya tadi di wastafel lalu ia meletakkan mangkuk itu kembali ke tempatnya. kemudian ia pun kembali ke kamarnya dan istirahat. Dia menjalani hidupnya seperti seorang anak kosan yang tinggal sendirian.
Seminggu telah berlalu dan selama tujuh hari berturut-turut itu Louis terus menunggu wanita tersebut disana. Tapi selama itu juga Louis harus menelan kekecewaan pasalnya dia sama sekali tidak bertemu lagi dengan wanita yang telah berhasil mengetuk pintu hatinya.
Tapi hari ini Louis terlihat sangat sibuk bahkan sudah lebih dari tiga jam, dia dan para ketua direksi yang ada di perusahaan itu melangsungkan meeting. Karena dalam seminggu ini, Louis sering menunda beberapa pekerjaan yang penting, sehingga menjadi menumpuk seperti hari ini. Albert sang asisten pribadinya hanya bisa bergumam di dalam hatinya melihat luapan Amara tuanya kepada semua orang yang berada disana. Karena para direksi perusahaan banyak melakukan kesalahan pada beberapa berkas laporan. *Yang bikin masalah siapa yang kena imbasnya siapa* batin Albert mengerutu.
Karena sebelumnya para ketua direksi itu sudah mau memberikan berkas laporan itu kepada Louis untuk diperiksa kembali tapi Louis selalu mengundur nya karena katanya ada urusan pribadi yang sangat penting, padahal itu hanya alasan nya karena ingin menanti wanita pujaannya di hutan itu.
__ADS_1
Louis melihat kearah Albert dan melemparkan berkas laporan itu di depan Albert. Lalu ia mulai mengomelinya. "Kau ini, bagaimana bisa semua laporan nya salah semua seperti ini. Mengerjakan yang seperti ini saja kamu tidak becus. Emang apa yang kalian lakukan di perusahaan ini. Apa kalian hanya bermain-main saja. Atau jangan-jangan setiap kalian baru tiba di perusahaan kemudian langsung pulang HAH!" bentak Louis dengan penuh amarah kepada Albert dan semua orang yang ada didalam ruangan itu.
*Heii.. heii tuan, yang baru tiba dan langsung pulang itu anda sendiri. Begini nih kalau punya bos yang tidak tahu diri bisa nya menyalahkan orang saja. Gara-gara tidak pernah bertemu lagi dengan bidadari khayalan nya itu jadi melampiaskan kekesalannya kepada kami semua. Nasib-nasib,* batin Albert kesal terhadap tuan nya yang melampiaskan kekesalannya kepada mereka karena tidak berjumpa lagi dengan bidadari yang satu minggu ini terus ia nantikan.
Sudah satu minggu akhirnya gaun yang mereka kerjakan sudah selesai dengan sangat sempurna. Mereka semua benar-benar merasa lega karena gaun yang mereka buat bersama jadi dengan sangat indah tanpa ada cacat sedikitpun.
__ADS_1
Ketua designer itu mengajak semua para staf untuk merayakan kesuksesan nya di sebuah bar, dia ingin semuanya merasa happy dan melepaskan semua penat mereka karena telah lembur selama satu minggu ini. Dan para staf pun setuju dengan ajakan ibu ketua mereka,eits kecuali Selena dia menolak untuk kesana dan mengatakan ingin istirahat dirumah saja.
Ketua designer itu sudah membujuk Selena untuk ikut berkumpul bersama karena dia ingin Selena berbaur dengan para staf nya. Ia sedikit merasa iba melihat Selena yang sama sekali tidak memiliki seorang teman itu. Awalnya dia berpikir Selena itu dikucilkan oleh orang-orang di kantor sehingga tidak memiliki teman sama sekali, namun ternyata setelah dia lihat sendiri memang Selena sendiri yang tidak ingin berteman dengan siapapun dan mengasingkan dirinya dari semua orang.
Bersambung ~~~
__ADS_1
Jangan lupa beri dukungannya ya guys ;)
Like. Vote. Gift dan favoritnya ya ;)