Introvert

Introvert
#41


__ADS_3

"Tante aku permisi dulu ya, mau mengantar Selena pulang!" ucap Cloe.


Louis melihat kearah Cloe dengan tatapan yang tajam seolah mengatakan apa yang kau lakukan kenapa kau mau membawanya pergi.


"Loh kenapa buru-buru sekali?" tanya nyonya Vara.


"Maaf aunty karena aku masih ada pekerjaan yang belum selesai untuk besok pagi!" ucap Selena lembut.


"Baiklah kalau begitu. Lain kali pokoknya kamu harus sering main kesini ya." Ucap nyonya Vara.



Selena hanya tersenyum dan tidak menjawab. Louis seketika terpesona dengan senyuman Selena yang sangat manis dan cantik, itu adalah pertama kalinya dia melihat senyuman dari wanita itu. Dia juga merasa sedikit bingung bukankah Selena dulu adalah wanita yang sangat introvert yang sama sekali tidak mempunyai ekspresi pada wajahnya tapi Selena yang sekarang berada di depan matanya terlihat sangat berbeda dengan dia yang dulu.


'kakak kau tenang saja, percayalah padaku,' bisik Cloe yang berdiri disampingnya.


Louis tidak menjawab ucapan dari Cloe karena dia masih terpanah oleh Selena dia terus menatap wanita itu dengan tatapan yang sulit diartikan.

__ADS_1



"Baiklah kalau begitu kami permisi dulu tante!" seru Cloe.


"Kalian hati-hati ya!" ucap nyonya Vara.


Selena dan Cloe akhirnya pergi dari sana dan berjalan keluar, Albert yang berdiri tidak jauh dari pintu sedikit menunduk kepada kedua wanita yang akan melewatinya tapi sebelum melewati Albert, Cloe menyeringai tipis melihat asisten kakak nya itu. Lalu ia berjalan kearah nya dan menyentuh sekilas perut Albert yang ditutupi oleh baju jas, sontak Albert kaget dan mukanya langsung memerah.


Selena yang melihat tingkah jahil Cloe hanya menggeleng pelan. "Apa yang kau lakukan kak, tidak kah kau lihat wajahnya sekarang sudah merah karena malu!" ucap Selena.


"Itu hukuman untuknya karena sudah terlalu lama memendam perasaannya!" ucap Cloe tersenyum usil.


"Sudahlah kau masih kecil. Sana masuk ke mobil aku akan mengantarmu!" ucap Cloe yang sudah membuka pintu tempat kursi pengemudi.


Setelah kepergian kedua wanita itu Albert mendekati tuannya. "Tuan kenapa anda membiarkan nona Selena pergi begitu saja bukankah anda telah lama mencarinya!" seru Albert.


"Kau pikir aku bodoh membiarkan dia pergi begitu saja, tentu saja aku sudah menyiapkan banyak anak buah bayangan untuk terus memantau nya selama 24 jam!" seru Louis. saat sebelum Louis masuk kedalam mansion tadi dia sudah menelepon para anak buahnya dan memerintahkan mereka untuk mengawasi Selena.

__ADS_1


*Kau memang licik tuan!* batin Albert.


"Kau selidiki semua informasi tentang Selena malam ini dan bawa ke kamar ku nanti, aku tidak ingin menunggu lama!" ucap Louis lalu ia pergi melenggang masuk kedalam kamar pribadinya yang berada di mansion itu.


*Sepertinya kehidupan sulit ku akan dimulai kembali* batin Albert sedih.


Di dalam mobil Selena dan Cloe nampak berbincang. "Apa pria itu tadi sepupu mu kak?" tanya Selena melirik kearah Cloe yang sedang menyetir disampingnya.


Cloe menganggukkan kepalanya. "Ia dia kakak sepupuku, apa kau mengenalnya?" ucap Cloe tersenyum.


"Ti tidak aku tidak mengenalnya." ucap Selena gugup.


"Ternyata CEO Company Scott perusahaan nomor satu di dunia tidak terlalu terkenal ya." ucap Cloe tertawa pelan.


Selena mengigit bibir bawahnya karena merasa sedikit malu, memang siapa yang tidak tahu CEO nomor satu di dunia itu kenapa dia bodoh sekali pikir Selena.


Cloe melirik kearah spion mobil, dia merasa seperti seseorang telah mengikuti mereka sedari tadi, lalu tidak lama ia menyeringai tipis. *Cepat sekali kau bertindak kakak* batin Cloe.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2