
Selena belum menyadari kepergian Bella dan Albert dari sana. Louis menyodorkan sepiring spaghetti kepada Selena. "Ini makanlah dulu!" ucap Louis lembut.
Selena tidak menyentuh makanan itu sama sekali karena masih kesal. Louis menghela nafasnya. *Sabar Louis. Kau harus sabar,* batin Louis. Lalu ia mengambil garpu dan spaghetti dan menyodorkannya ke Selena. "Ayo makanlah!" ucap Louis kembali.
Selena tidak menghiraukan Louis. Karena merasa sangat gemas terhadap Selena Louis pun mencium pipinya. Deghhh tiba-tiba Selena kaget dan menatap tajam pria itu. "Makan atau kau ingin aku mencium mu disini," ucap Louis menyeringai tipis.
Selena kesal dan ingin beranjak tapi kaki nya dihalangi oleh kakinya Louis sehingga ia tidak bisa bergerak. "Duduk!" ucap Louis dengan serius.
"Kau...." Ucapan Selena langsung dipotong oleh Louis. "Satu kata lagi maka jangan salahkan aku menciummu!" ucap Louis dengan serius.
"Memangnya kau siapa!" ucap Selena dingin. Krekkk Louis menarik kursi Selena ke dekatnya setelah itu ia menarik tangan Selena sehingga wajah mereka sangat dekat hingga hidung mancung mereka bertabrakan. Jantung Selena sudah berdegup sangat cepat dia tidak menyangka kalau Louis benaran nekat akan melakukan nya. Dia tidak bisa menjauh karena Louis memegang nya dengan sangat erat.
"Kau masih ingin melawan hah!" ucap Louis tepat di bibir Selena.
Selena menggeleng dengan cepat. "Kau mau makan?" tanya nya kembali.
Selena mengangguk dengan cepat. Louis menyeringai tipis. "Baguslah kalau tidak aku sangat ingin merasakan bibir manis ini!" ucap Louis menempelkan bibirnya sehingga Selena langsung mengulum bibirnya.
Louis pun akhirnya melepaskan Selena dan kembali mengambil sendok tadi dan menyuapkannya ke mulut Selena. "Aku makan sendiri saja!" ucap Selena pelan.
"Cepat makanlah jika mau bibir mu selamat!" ucap Louis.
__ADS_1
Akhirnya Selena mau tidak mau mengikuti perintah Louis. Pria itu tersenyum melihat tingkah Selena yang sangat imut itu. "Anak pintar!" ucap Louis lembut dan mengusap kepala Selena.
•
•
Di meja lain tampak dua orang asisten tengah mengawasi para majikan mereka dengan sambil menikmati makanannya. "Apa kau yakin nona Selena tidak akan kenapa-kenapa?" tanya Bella yang sedari tadi khawatir terhadap nona nya.
"Kau tenang saja. Tuan Louis tidak akan menyakitinya!" jawab Albert.
*Emangnya apa yang bisa dilakukan oleh tuanku itu* batin Albert.
Mereka berdua terus mengawasi kedua insan itu sambil menikmati makanannya dan mengobrol ringan untuk mencairkan suasana.
•
•
"Melihat mu makan sudah membuat ku kenyang." seru Louis tersenyum manis.
Wajah Selena sedikit nge blush mendengar ucapan manis dari Louis barusan. Ia mengalihkan pandangannya karena tidak mau Louis melihat wajahnya yang memerah. Setelah makanannya habis Louis menyodorkan segelas jus kepada Selena. "Minumlah," ucapnya lembut.
__ADS_1
Selena mengambil gelas itu dan meminumnya Louis melihat ada sedikit sisa makanan di bibirnya Selena lalu ia mengelapnya menggunakan tangannya lalu ia kecup ke mulutnya. Selena yang sedang meminum jus buah itu sontak kaget hingga ia tersedak.
"Hei baby kau kenapa!" ucap Louis panik dan khawatir dan mengusap-usap punggungnya Selena.
Selena masih terbatuk-batuk lalu Louis menyodorkan segelas air putih kepadanya kemudian setelah meminum air putih itu Selena berhenti batuk. Louis memegang kedua pipinya dan mencium keningnya Selena. "Lain kali berhati-hati lah jangan membuat ku khawatir," ucapnya lembut.
Selena sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Dia hanya mematung keheranan lalu setelah beberapa menit kemudian mereka ber empat keluar dari restoran itu, Louis membawa Selena ke sebuah toko sepatu wanita yang paling berkelas di mall itu, Selena tidak tau apa maksud dan tujuan Louis membawanya kesana. Lalu Louis mendudukkan Selena di kursi VVIP disana. Louis memanggil petugas wanita di toko itu. "Aku mau sepatu high heels terbaik yang tidak terlalu tinggi dan warna yang senada dengan pakaian kekasihku!" ucap Louis kepada petugas wanita itu.
"Baik tuan, mohon tunggu sebentar." Jawab petugas toko wanita itu.
"Apa yang kau lakukan," ucap Selena menatap Louis.
"Sudah kau diam saja baby!" seru Louis lembut.
Tidak lama petugas wanita itu memberikan sepatu high heels yang tidak terlalu tinggi dan warna yang senada dengan pakaian yang dikenakan oleh Selena kepada Louis. Louis mengambil sepatu itu lalu ia berjongkok di depan Selena dan melepaskan sepatu yang dipakai oleh Selena, lalu memakaikan sepatu yang diberikan petugas wanita tadi ke kaki nya Selena.
Selena sontak kaget dan dadanya kembali berdetak dengan cepat akibat dari perbuatan Louis itu, Selena langsung menarik kaki nya saat Louis ingin memakaikannya sepatu. "A a aku bisa memakainya sendiri!" ucap Selena gugup.
Louis kembali mengambil kaki nya Selena yang ia tarik tadi. "Sudah biar aku saja yang melakukannya!" ucap Louis lembut dan memakaikan sepatu itu.
Albert dan Bella yang berdiri disana hanya menatap sepasang kekasih itu. *Tuan Albert manis sekali* batin Bella.
__ADS_1
*Ckk kalau sama nona Selena saja manis sekali tapi sama orang lain dingin sekali sedingin kutub Utara bahkan lebih* gerutu Albert dalam hati.
Bersambung