
"Apa kalian semua tidak mendengar pertanyaan tuan Louis barusan!" Bentak Albert sang asisten nya yang memang terkenal garang kecuali sama tuannya ya wkwkwk.
"Se se Selena sedang pergi bersama dengan Daniel mengantarkan beberapa baju yang tertinggal ke acara fashion yang diadakan di hotel Luxury tuan!" Jawab salah satu staf di ruangan itu dengan gugup.
"Daniel?" Tanya Louis dingin.
*Oh no sepertinya bom waktu ini akan segera meledak* batin Albert khawatir kalau tuannya akan mengamuk disini.
"I i iya salah satu staf di ruangan ini tuan!" Jawab staf itu yang sangat takut karena melihat wajah garang dari Louis.
Louis langsung keluar dari ruangan itu dengan penuh kekesalan saat mendengar penuturan dari staf tadi. Albert mengikuti langkah tuannya dia sama sekali tidak berani bertanya karena dia Masih menyayangi nyawanya.
Louis sudah keluar dari lobby. Sekarang dia menuju tempat parkiran khusus mobilnya, dia berencana akan menyusul Selena kesana tapi pujuk dicinta ulam pun tiba. Dia melihat Selena baru keluar dari mobil bersama dengan seorang pria. Louis mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya saat pria itu berjalan disampingnya Selena. Dimata Louis mereka terlihat seperti sepasang kekasih padahal sebenarnya sama sekali tidak seperti di pikiran nya bahkan jarak pria itu dengan Selena lumayan sedikit jauh, sebenarnya Selena juga tidak mau pria di dekatnya ini Ikut dengan dirinya tapi dia harus bersikap profesional saat bekerja.
Albert menelan saliva nya saat melihat raut wajah tuannya yang sangat menyeramkan itu. *Mari kita hitung mundur bersama 3. 2. 1* batin Albert.
Louis langsung melangkahkan kakinya menghampiri kedua insan itu. *huuffttt Sepertinya bom sudah akan meledak* batin Albert keluh dan dia segera menyusul tuannya.
Louis berhenti di hadapan Selena sehingga langkah Selena dan pria di sebelahnya menjadi terhenti karena di halangi oleh pria dihadapannya sekarang ini. Louis menatap Selena dengan tatapan yang sulit diartikan tapi Selena hanya menatapnya datar seperti biasanya. Berbeda dengan pria yang kini berdiri di sampingnya Selena dia terlihat takut melihat raut wajah louis yang sangat menyeramkan pikirnya.
__ADS_1
"Kau terlihat sangat nyaman bersama pria itu!" seru Louis menunjuk pria di dekat Selena.
Selena menatap heran Louis dia sama sekali tidak mengerti maksud ucapan pria itu.
"Ti tidak tuan kami sama sekali tidak ada apa-apa. Aku dan Selena hanya mengantar barang yang tertinggal saja. Karena barangnya cukup banyak jadi aku membantunya tuan." pria itu langsung menjawab ucapan Louis karena takut pria yang sangat menyeramkan ini salah paham terhadapnya bahkan badannya saja sudah terlihat gemetar.
"Diam kau aku tidak bicara dengan mu!" bentak Louis emosi.
"Kenapa kau diam!" bentak Louis kepada Selena karena sama sekali tidak bicara.
"Apa yang perlu aku katakan!" jawab Selena datar.
*Omg nona aku akan memberikan mu penghargaan untuk keberanian mu ini. Bagaimana kau bisa setenang itu menghadapi singa buas ini bahkan aku dan pria malang itu saja sedang ketakutan saat ini* batin Albert.
"Kau benar-benar menguji kesabaran ku Selena!" ucap Louis dingin dan mengeraskan rahangnya.
__ADS_1
"Kau sebaiknya kembali bekerja," seru Albert kepada pria malang itu karena dia tidak ingin pria malang itu melihat kebodohan tuannya sekarang ini.
Pria malang itu mengangguk cepat. "B baik. Saya permisi tuan," pamit pria itu kepada Louis dengan sedikit menunduk lalu dia meninggalkan tempat itu dengan sedikit berlari.
"Jangan membuang waktuku!" seru Selena datar dan mencoba melangkah pergi tapi Louis menghadang langkahnya dengan tubuhnya.
"Aku belum mengizinkan mu pergi!" ucap Louis dingin.
"Aku tidak perlu izin siapapun!" balas Selena yang tidak kalah dingin.
*Kamera mana kamera, orang bilang kalau kameraman selalu selamat dalam perang. Aku ingin jadi kameraman saja saat ini hiks* batin Albert.
Louis benar-benar marah saat ini karena sifatnya Selena terhadap dirinya yang tidak mengerti akan perasaannya. Louis sudah tidak bisa menahan emosinya lagi lalu dia meninju tiang besar parkiran yang berada disampingnya. Bughhh!! Semen tiang itu seketika retak karena tinjuan kuat dari Louis.
Bersambung
Jangan lupa beri dukungan nya ya ;)
Like. Vote. Gift dan favoritnya ya ;)
__ADS_1