
"Plisssss. Jangan mengacuhkan aku terus tolong beri aku kesempatan untuk masuk ke hatimu Selena," Seru Louis sedikit memelas.
"Minggir!" ucap Selena dingin.
Tapi Louis sama sekali tidak bergeming "Kumohon tolong percayalah padaku. Aku janji tidak akan mengecewakan mu." Seru Louis.
"Jangan memaksa aku melakukan kekerasan!" Seru Selena dingin.
"Aku akan minggir jika kau memberikan aku kesempatan!" seru Louis.
Karena Louis masih tidak ingin minggir akhirnya Selena menendang perut pria itu. Dia benar-benar kesal karena seharian ini pria itu terus saja mengganggunya.
Bughhh! tubuh Louis mundur beberapa langkah ke belakang saat Selena menendang perutnya.
Albert yang sedari tadi mengawasi tuannya dari dalam mobil langsung keluar kala melihat kejadian itu. Ia menghampiri tuannya yang memegang perutnya karena tendangan dari Selena tadi.
Selena pun langsung membuka mobilnya dan menguncinya lalu ia menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan tempat itu. Louis menyunggingkan bibirnya melihat kepergian Selena.
"Tuan anda tidak apa-apa?" tanya Albert khawatir.
Louis tidak menghiraukan Albert dan terus menatap mobil Selena yang sudah semakin jauh. "Kau benar-benar membuat ku semakin tertarik Selena!" gumam Louis menyunggingkan senyuman nya dan pergi berjalan kearah mobilnya tanpa menghiraukan sang asisten nya.
*Ya ampun nona. Kau tidak tahu sedang berurusan dengan siapa* batin Albert.
Selena tiba dirumah, tadinya dia ingin ke tempat favoritnya tapi dia takut akan bertemu dengan pria aneh itu lagi jadi akhirnya memutuskan untuk pulang kerumahnya dan akan langsung beristirahat.
Di sebuah mansion yang mewah bak istana. Seorang pria tengah menikmati angin malam dengan berdiri diatas rooftop, satu tangannya berpangku di dinding pembatas rooftop dan satunya lagi memegang sebatang rokok. Ia menghisap asap rokok itu lalu ia menghembuskan nya keluar.
__ADS_1
Setelah rokok itu habis, ia lalu membuangnya asal di lantai. Kini dia melipat kedua tangannya di depan dadanya dan menatap pemandangan malam didepannya yang sangat indah.
"Keindahan ini masih tidak sebanding dengan dirimu baby." Gumam louis.
Lalu ia pergi meninggalkan tempat itu dan kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
•
•
•
•
Ke esokan paginya Selena telah tiba di tempat kerjanya dan dia sangat bersyukur karena tidak berjumpa lagi dengan pria aneh itu. Ia berpikir pria itu pasti telah menyerah dan tidak akan mengganggunya lagi seperti para pria lainnya.
•
•
•
"Selamat pagi tuan!" sapa Albert ramah.
"Hmmm!" ucap Louis berjalan melewati Albert.
"Jam sembilan nanti anda ada jadwal meeting di perusahaan tuan!" seru Albert mengikuti langkah tuannya di belakang.
"Siang nanti apa aku masih ada schedule?" tanya Louis.
__ADS_1
"Nanti siang anda akan meeting sekaligus makan siang bersama tuan Alex!" jawab Albert.
*Kumohon semoga tuan tidak membatalkannya lagi* batin Albert
"Hmmm. Baiklah." Seru Louis masuk kedalam mobil yang telah di buka oleh salah satu bodyguard nya.
*Hufftt syukurlah* Batin Albert lega dan ikut masuk ke dalam mobil.
Sampai di perusahaan ,Albert membukakan pintu ruangan tuannya lalu Louis masuk dan langsung duduk di kursi kebesarannya. Albert pun menutup pintunya dan dia pergi keruanganya yang tidak jauh dari ruangan tuannya.
Tepat jam sembilan Albert keruangan tuannya untuk mengajak pergi keruangan meeting karena semuanya sudah menunggu disana.
"Tuan. Semuanya sudah berkumpul di ruang meeting menunggu anda!" Ucap Albert ramah.
"Baiklah. Ayo kita segera kesana!" Sahut Louis yang segera beranjak dan keluar dari ruangannya.
•
•
•
•
Selena saat ini tengah fokus bekerja tapi tiba-tiba salah satu staf mengatakan kepada Selena kalau ketua designer menyuruhnya untuk keruanganya. Selena pun pergi keruangan ketua designer itu.
Bersambung ~~~
Jangan lupa beri dukungannya ya guys ;)
__ADS_1
Like. Vote. Gift dan favoritnya ya ;)