Introvert

Introvert
#33


__ADS_3

Selena sampai dirumahnya dia menatap sekeliling ruangan tiba-tiba dia merasakan sangat merindukan mama nya yang sedang pergi keluar kota. Selena mengambil minuman di dalam kulkas tapi ponselnya berbunyi, Selena mengerutkan keningnya karena nomor tersebut tidak memiliki nama lalu ia menjawabnya.


"Hallo... Apa ini benar dengan nona Selena?" tanya seseorang dibalik telepon.


"Iya benar..... Ada apa?" jawab Selena datar.


"Kami dari pihak rumah sakit x... Ingin memberikan kabar duka kepada anda mengenai ibunda anda nona," ucap seseorang yang berasal dari pihak RS.


Deghhh!!! Jantung Selena seakan berhenti seketika kala mendengar penuturan dari orang tersebut.


"Apa maksudmu?" ucap Selena berusaha menenangkan dirinya.


"Untuk detail nya kami sarankan anda datang saja ke rumah sakit x nona," ucap orang itu.


Selena langsung menutup telponnya dan segera meluncur ke rumah sakit tersebut. Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata dia tidak memperdulikan pengemudi yang beberapa kali membunyikan klaksonnya, karena Selena mengendarai mobil dengan sangat cepat sehingga bisa membahayakan pengendara yang lain.


Dadanya sudah berdegup tidak karuan, dia yang dulu tidak pernah merasakan panik, sedih, bahkan takut sekalipun tapi hari ini semua perasaan itu tiba-tiba datang menyerbu dirinya sehingga wajahnya sudah sangat memerah sekarang ini, karena menahan semua perasaan itu. Dia juga terus berdoa supaya tidak terjadi apa-apa pada mama nya karena hanya mama nya lah yang dia punya sekarang.


Sampai nya di rumah sakit. Selena langsung mendatangi resepsionis dan bertanya apakah ada pasien atas nama Anna Palvin dan resepsionis tersebut menunjukkan ruangan nyonya Anna kepada Selena.


"Nyonya Anna Palvin ada di ruangan ICU lantai dua nona," jawab resepsionis tersebut.


Selena seketika merasa tubuhnya sangat lemas saat mendengar mama nya berada di ruangan ICU, pikiran nya sudah berpikir yang tidak-tidak tapi dia menepis semua pemikiran itu. Selena sekuat tenaga melangkahkan kakinya untuk memasuki lift.

__ADS_1


Ting!!!!


Pintu lift terbuka dan dia terasa sangat berat untuk melangkah kan kaki nya keluar dari lift itu karena dia tidak siap mendengar berita buruk tentang mama nya tapi sekali lagi ia menepis semua pemikiran buruk itu dan berusaha untuk berjalan.


Akhirnya ia Tiba di depan ruangan itu. Tapi tiba-tiba air matanya menetes, dia berpikir bagaimana bisa mama nya berada di tempat ini. Selena akhirnya memberanikan diri untuk membuka pintu ruangan tersebut.


Ckleek!!!


Pintu ruangan tersebut terbuka dan di ruangan itu tampak ada seorang wanita yang sekitar berumur 30an tapi postur tubuhnya terlihat seperti seorang laki-laki, wanita itu berdiri disamping ranjang tersebut dengan posisi membelakangi Selena. Wanita itu melihat kebelakang dan dia melihat Selena yang sudah berderai air mata di dekat pintu itu. Ia pun mendekati Selena dan merangkuh pundaknya.



"kamu yang sabar ya sayang," ujar wanita itu lembut.


Selena menggelengkan kepalanya dengan cepat dan menatap wanita disampingnya. "Apa yang terjadi pada mama ku?" tanya Selena terisak.


"Dan sekarang sepertinya mama mu sudah lelah dan tidak dapat menahan nya lagi, jadi dia pergi pulang ke tempat nya berasal.. Sayang."


"Kau harus kuat dan ikhlas menerimanya supaya mama mu tenang disana... Ayo lihatlah mama mu sekarang nak," ujar wanita itu dengan suara yang bergetar menahan tangisnya.


Selena mendekati ranjang tempat mama nya berbaring. Terdapat banyak sekali alat-alat medis disana. Tangisnya langsung pecah saat melihat wajah pucat mama nya. Tubuh Selena langsung tersungkur ke lantai karena ia tidak mampu menahan tubuhnya lagi, dia berada di titik paling hopeles sekarang ini. "Ma...... Mamaaa... hiks..... Bangun maaa.... Banguuuuunn... Hiks.... Hiksss!" teriak Selena histeris


Wanita itu mengusap punggung Selena untuk menenangkan nya.

__ADS_1


"Hiks...hikss... Aku tidak punya siapa-siapa lagi maaa... Hanya mama yang aku punya... Hiks... Kumohon bangun ma.. aku tidak masalah jika mama akan mengabaikan ku selamanya asalkan ada mama disisi ku itu sudah cukup ...hikss... hikss..... Tapi aku mohon sekali ini saja, mama jangan mengabaikanku hiks...!!" Selena memeluk erat mama nya yang terbaring di atas ranjang. Tubuh Selena bergetar dengan hebat air matanya sudah membasahi wajah serta bajunya.


"Jasad nyonya Anna akan segera dikremasi tolong pihak keluarga segera mengurus pemakamannya," ucap seorang perawat rumah sakit.


"Aku akan mengurusnya," ucap seorang wanita itu.


"Tidak.... Tidak ada yang boleh membawa mama ku," ucap Selena menahan ranjang tempat mama nya saat para suster itu ingin mendorong nya keluar.


Wanita itu memeluk Selena dari samping dia mengusap-usap kepala Selena. Tapi tiba-tiba Selena merasa kepalanya sangat sakit dan sangat berat lalu ia pun pingsan.


"Selena, sayang bangun nak," ucap wanita itu khawatir.


"Sebaiknya nona dibawah ke ruang perawatan dulu nyonya," ucap salah seorang perawat.


"Iya, tolong cepat bantu suster," ujar wanita itu


Di dalam ruang perawatan, dokter memeriksa keadaan Selena yang pingsan. Lalu setelah dokter itu selesai memeriksa ia pun berbicara kepada wanita yang telah menemani Selena sedari tadi.


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya wanita itu khawatir


"Sepertinya mental nona Selena terganggu karena tekanan dalam tubuhnya sangat besar jika tidak segera di tangani mungkin akan semakin beresiko jadi saya sarankan untuk segera membawanya ke psikiater!" ujar dokter itu.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa beri dukungannya ya ^_^


Like, vote, gift dan favoritnya ya guys^_^


__ADS_2