
Cloe beranjak dari duduknya dan berjalan keluar. "Heh habis manis sepah dibuang!" gumam Cloe.
Saat baru keluar di depan pintu kamar, Cloe berpapasan dengan Albert yang sepertinya ingin masuk kedalam, tiba-tiba Cloe langsung menutup pintu kamar itu dan dia berdiri tepat membelakangi ganggang pintu kamar. Sehingga menghalangi Albert untuk masuk keruangan.
"Kenapa kau berdiri disitu, kakak sudah menunggu mu di dalam!" ucap Cloe tersenyum menyeringai tipis.
"Maaf tapi nona menghalangi jalan saya!" ucap Albert ramah.
"Siapa yang menghalangi, kalau kamu mau masuk silahkan saja!" ucap Cloe.
"Ayo masuklah!" ucap Cloe kembali.
Tapi Albert sama sekali tidak bergeming dan masih berdiri didepan Cloe yang berjarak tidak terlalu jauh dan juga tidak terlalu dekat. Tiba-tiba Cloe menarik tangan Albert sehingga pria itu menjadi kaget.
"Kenapa kau diam saja hah!" ucap Cloe berbisik dengan sensual di telinga Albert sehingga wajah pria itu memerah.
"Maaf nona, tolong jaga sikap anda!" ucap Albert yang ingin menarik tangannya dari Cloe tapi Cloe malah menarik satu tangan Albert lagi dan meletakkan kedua tangan itu di belakangnya tepat di ganggang pintu itu sehingga tubuh Cloe dan Albert kini saling menempel hanya baju mereka yang menjadi pembatasnya.
Wajah Albert sudah memerah sekarang ini, tubuhnya juga merasa tegang dengan posisinya saat ini apalagi kedua benda kenyl*al milik Cloe menempel tepat di da*anya sehingga membuat jantungnya berdegup dengan sangat cepat. *Nona aku mohon hentikan, aku sudah susah payah menahan perasaan ini sejak lama jangan buat aku goyah nona* batin Albert.
__ADS_1
Cloe tersenyum tipis karena dia tahu isi hati Albert saat ini karena dia sudah lama mengenal pria di hadapannya ini jadi sangat mudah untuk dia mengetahui nya. *Dasar bodoh siapa yang menyuruhmu menahannya asal kau tahu aku juga menyukaimu jadi cepat katakan perasaan mu sebelum aku bertindak lebih jauh* batin Cloe.
"Ada apa tuan Albert!" ucap Cloe dengan sen*ual.
Albert menelan sa*iva nya. "Bisakah nona minggir terlebih dahulu!" ucap Albert.
"Bukankah seperti ini juga bisa masuk!" ucap Cloe dengan sen*ual dan menempelkan punyanya ke pusaka Albert.
Tubuh Albert semakin mene*ang dia mengeraskan rahangnya karena pusaka miliknya menempel di area sen*itif Cloe . *Oh ***** batin Albert.
Cloe melihat wajah Albert yang sepertinya sudah tersiksa akhirnya ia memutuskan untuk berhenti menggoda pria itu. Sebelum pergi Cloe menyentuh perut Albert yang tertutup oleh jas itu, lalu ia tersenyum dan pergi dari sana. Albert menghembuskan nafasnya.
"Tapi jika aku tidak pergi menemui tuan sekarang, pasti dia akan mencincang ku hidup-hidup!" gumam nya kembali.
*Nona Cloe anda benar-benar membuat ku kesusahan!* batin Albert. Akhirnya dia tetap memutuskan untuk masuk kedalam dengan menghalangi benda miliknya dengan kedua tangannya.
Albert masuk kedalam dan menghampiri Louis yang telah menunggu nya di sofa. Louis menatap tajam kearah Albert. "Kenapa kau lama sekali!" ucapnya dingin.
"Maafkan saya tuan!" ucap Albert. *Tuh kan sudah kuduga singa ini pasti akan marah!* batin Albert.
"Duduk dan Cepat katakan semua informasi tentang Selena!" ucap Louis.
__ADS_1
*Untunglah singa ini membiarkan diriku untuk duduk* batin Albert. "Terimakasih tuan!" ucap Albert dan duduk.
Albert mulai mengatakan semua informasi tentang Selena yang ia dapatkan beberapa jam yang lalu dari anak buahnya. Dia mengatakan kalau Selena sekarang sudah menjadi seorang desainer terkenal dan ternama tapi dia hanya menggunakan marga nya saja yaitu Palvin Fashion sehingga Louis tidak menyadarinya. Dia mengatakan kepada Louis kalau Selena sedang menjalani kerjasama bisnis dengan perusahaan mall terbesar di kota ini dan dia bilang kalau Selena ingin memasarkan produk fashion nya di mall tersebut.
"Bukankah kita mempunyai saham di perusahaan itu!" seru Louis.
"Iya tuan, kita mempunyai 30% saham di perusahaan itu!" jawab Albert.
"Kau beli perusahaan itu sekaligus dengan mall nya malam ini juga!" perintah Louis.
"Tuan...." ucap Albert terpotong.
"Sekarang!" seru Louis tegas karena dia tahu pasti asisten nya itu akan ber negosiasi.
"Baik tuan, saya akan mengurusnya malam ini juga!" ucap Albert pasrah dan beranjak pergi dari ruangan itu. *juni*r sepertinya kita akan lembur malam ini* batin Albert lemas.
Bersambung
Jangan lupa beri dukungannya ya guys ^_^
Sorry guys eps ini terlambat soalnya dari tadi di tolak terus oleh pihak mt padahal nggak vul*ar lohðŸ˜
__ADS_1