Introvert

Introvert
#28


__ADS_3

Para staf sangat heboh membicarakan tentang bunga itu, mereka juga terus memuji-muji Louis dan terus mengatakan betapa beruntungnya Selena bisa memikat hatinya tuan muda Louis.


"Ini. jika kau mau," ucap Selena datar dan memberikan bunganya kepada salah satu staf disana.



Staf wanita itu kaget karena Selena memberikan dia buket bunga itu. "Kau serius Selena?" tanya staf itu.


"Hmmm!" jawab Selena datar dan lanjut bekerja.


Staf wanita itu sangat senang karena mendapatkan buket besar bunga mawar yang sangat cantik itu. "Arghhhh. Terimakasih Selena I love you!" ucap staf wanita itu dan mencium pipi Selena tanda terimakasih nya.


Selena tidak menanggapinya dan terus fokus bekerja. Selena memang tidak terlalu masalah jika seorang wanita yang menyentuh nya tapi tidak untuk seorang laki-laki.





Diruangan Louis sedang berkutat dengan laptopnya dan beberapa berkas penting di meja nya. Dia ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya karena ingin menemui wanita pujaannya. Tadi Louis menyuruh Albert membeli bunga terbaik untuk diberikan kepada sang pujaannya. Dia terus tersenyum membayangkan wajah bahagia Selena saat menerima bunga itu. Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari ruangan Louis.


"Masuk!" Seru Louis.

__ADS_1


Dan masuklah Albert kedalam ruangan tuannya itu. "Tuan bunga nya sudah selesai dikirimkan ke nona Selena" ucap Albert.


"Bagaimana? Pasti dia sangat menyukai nya kan?" Tanya Louis tersenyum membayangkan wajah bahagia Selena.


Albert tampak ragu menjawabnya karena dia takut tuannya pasti akan sangat marah. "I i itu tuan," Albert gugup.


"Itu apa?" Ucap Louis.


"A a anu tuan!" ucap Albert sangat gugup.


"Itu, anu, Apa hah!" bentak Louis kesal.


Karena kaget dan takut Albert langsung spontan menjawabnya. "Nona Selena memberikan bunga itu kepada orang lain tuan!".


Krakk!! Hancur sudah bayangan Louis tentang wajah bahagia Selena yang sejak tadi dibayangi nya, bunga yang pikirnya akan membuat wanita pujaannya bahagia tapi ternyata wanita itu sama sekali tidak menyukainya dan parahnya dia memberikan bunga pemberiannya kepada orang lain.


"Kau pasti membeli bunga yang jelek kan. Sehingga dia tidak menyukainya, iya kan!" Bentak Louis marah.


"Tidak tuan. Aku membeli bunga mawar terbaik edisi terbatas minggu ini tuan!" jawab Albert sedikit takut.


"Diam. Aku tidak mau mendengar alasan apapun!" Ucap Louis emosi.


Louis terus mengomeli asistennya itu karena masalah bunga yang dibelinya pasti sangat jelek dan bau sehingga Selena menolaknya. Albert hanya bisa pasrah mendengar ocehan demi ocehan dari tuannya itu terhadap dirinya. *Aku mohon siapapun tolong aku dari amukan singa gila ini* batin Albert.

__ADS_1






Siangnya Louis memutuskan untuk pergi ke perusahaan FS miliknya bersama sang asisten nya, demi hanya untuk menemui wanita pujaannya.


Sampainya di perusahaan FS miliknya. Louis langsung mencari keberadaan Selena dengan diikuti oleh sang asisten di belakangnya. Louis menuju ruangan tempat Selena kerja karena wanita itu tidak mungkin masih dikantin karena jam istirahat sudah lewat beberapa menit yang lalu. Semua mata di ruangan itu langsung tertuju pada kedua sosok tampan yang baru saja memasuki ruangan.



Louis mengedarkan pandangannya mencari sosok Selena sang pujaan hatinya. Tapi Louis tidak menemukan keberadaan nya.


"Selena mana?" Tanya Louis kepada para staf yang sedang tercengang melihat kedatangan nya disana.


Para staf masih belum menjawab karena mereka masih tidak percaya sosok pria itu tengah hadir diruangan mereka saat ini.


"Apa kalian semua tidak mendengar pertanyaan tuan Louis barusan!" Bentak Albert sang asisten nya yang memang terkenal garang kecuali sama tuannya ya wkwkwk.


__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa beri dukungan nya ya guys ;)


__ADS_2