Introvert

Introvert
#19


__ADS_3

"Aku sudah menemanimu jadi sekarang berikan buku itu!" ucap Selena datar dan menatap Louis yang masih rebahan disampingnya.


"Hufttt... Kenapa waktu berjalan begitu cepat, aku ingin seperti ini terus duduk berdua bersamamu!" seru Louis yang mendudukan tubuhnya dan menatap wajah cantiknya Selena hingga matanya melihat ke arah bibir tebal dan seksi nya Selena. Louis menelan saliva nya karena mencoba menahan hasratnya untuk tidak mencumbu bibir seksi yang penuh milik Selena.



Selena tidak mengindahkan ucapan Louis dan mengulurkan tangannya untuk meminta buku diary miliknya.


Karena hari memang sudah hampir gelap dan Louis tidak mau sampai terjadi apa-apa terhadap Selena karena mengingat tempat tersebut berada di tengah hutan. Akhirnya ia pun menyerahkan buku kecil itu kepada sang pemiliknya, seperti perjanjian yang ia katakan pada Selena sebelumnya dia akan menyerahkan buku itu jika Selena menemani nya.


Setelah mendapatkan bukunya kembali. Selena langsung pergi dengan langkah cepat meninggalkan Louis tanpa berkata sepatah katapun. Louis lalu menyusul nya dengan langkah yang lebar karena Selena berjalan dengan sangat cepat.


"Heiii..... Nona bisakah kau memberikan nomor handphone mu!" seru Louis sedikit berteriak.


Selena tidak menjawab nya dan terus berjalan mengacuhkannya.


"Plisssss nona. Mungkin aku bisa membantumu!" ucap Louis seperti memohon kepada Selena yang sekarang berjalan disampingnya.


"Jangan mengganguku itu sudah sangat membantu diriku!" ucap Selena datar.

__ADS_1


"Kau terlalu indah untuk aku abaikan nona cantik!" seru Louis menggoda Selena.


Selena tidak menanggapi nya dan langsung masuk kedalam mobilnya dan menguncinya. Louis terus mengetuk-ngetuk kaca jendela mobil tapi Selena mengacuhkannya dan menyalakan mobilnya lalu pergi dari sana.






"Ya tuhan.. Kau sangat menyedihkan tuan hahaha... Sepertinya ujian mu akan sangat sulit tuan hahaha," ucap Albert tertawa puas.


Sepertinya tidak sia-sia dirinya digigit oleh banyak nyamuk demi melihat ending dari cerita tuannya.


Ngggiiitttt!! Plak!! Albert memukul nyamuk yang hinggap di pipinya hingga wajahnya terdapat bekas telapak tangannya.


"Aku harus segera pergi," gumam Albert yang melihat tuannya akan berjalan pulang dari sana.

__ADS_1


Louis akhirnya pergi ke dalam hutan dan mengambil kuda nya lalu menunggangi nya dan pergi dari sana. Albert sudah pergi terlebih dahulu sebelum tuannya datang, takut akan ketahuan, kalau sampai ketahuan sudah sangat di pastikan dia akan mendapatkan hukuman berat dari tuannya itu.


Sampai di Ranch Louis menuruni kuda nya dan memberikan nya kepada pengurus kuda disana untuk dikembalikan ke kadangnya.


Albert yang sudah melihat kedatangan tuannya dan ia pun langsung menghampirinya. "Kau sudah kembali tuan?" Tanya Albert.


"Apa kau punya mata!" Jawab Louis sinis.


"Dan kenapa dengan wajahmu itu. Jelek sekali," ujar Louis mengejek Albert yang wajahnya sudah hampir penuh bentol-bentol karena digigit nyamuk.


"Hehehe iya tuan tadi aku sedikit membantu uncle Joe membersihkan kandang kuda dan ternyata disana banyak nyamuk tuan!" ujar Albert berbohong kepada Louis.


"Sepertinya pekerjaan itu cocok untuk mu!" seru Louis seraya berjalan kearah uncle Joe untuk berpamitan pulang.


*Heh mana tuan yang menyedihkan tadi* batin Louis kesal karena melihat sikap tuannya yang angkuh dan sombong itu telah kembali, sangat berbeda dengan yang dia lihat di dalam hutan tadi.


Bersambung~~~


Jangan lupa beri dukungannya ya guys ;)

__ADS_1


Like. Vote. Gift dan favoritnya ya :)


__ADS_2