
Louis membawa Selena kembali ke ranch. Ia memberikan kuda nya kepada petugas ranch, lalu ia membawa Selena pergi ke sebuah rumah yang memang dibangun khusus jika keluarga Scott ingin bermalam disana. "Malam ini kita akan menginap disini. Uncle Joe sudah menyiapkan semua kebutuhan kita malam ini!" ucap Louis.
Selena melihat sekeliling ruangan itu. Ruangan yang nampak sederhana namun sangat nyaman dan sangat rapi. "Apa kau dan keluarga mu sering pergi kesini?" tanya Selena.
"Keluargaku akan datang jika sedang liburan saja, justru aku yang sering kesini jika hari libur karena aku suka berkuda!" jawab Louis seraya mengajak Selena berjalan menaiki anak tangga.
"Ini kamar kita honey." Ucap Louis masuk kedalam kamar pribadinya di rumah itu.
"Dimana kamar mandinya? Aku ingin membersihkan diriku!" tanya Selena.
"Kamar mandinya ada disana." Louis menunjuk ke sudut ruangan.
"Baiklah aku bersih-bersih dulu!" ucap Selena.
"Apa perlu bantuan ku honey?" tanya Louis menggoda Selena.
"Tidak perlu!" ucap Selena berjalan cepat kearah kamar mandi. *Membantu apanya yang ada menyiksaku nantinya* batin Selena.
•
•
Louis duduk diatas ranjang tempat tidurnya dia tampak menelpon seseorang. "Kau mundurkan semua jadwalku minggu ini ke minggu depan!" perintah Louis kepada asistennya.
Diseberang telepon tampak seorang pria menjambak rambutnya sendiri mendengar ucapan tuannya barusan. *Bukankah baru beberapa hari yang lalu kau meminta ku untuk segera memajukan jadwalmu tuan dan sekarang setelah jadwal mu selesai aku percepat, dengan seenak jidat mu saja kau meminta nya untuk kembali di mundurkan. Lebih baik kau bunuh aku saja tuan hiks* batin Albert.
__ADS_1
"Ada apa? kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku hah?" tanya Louis dengan dingin.
"i i iya tuan saya akan menuruti semua perintah anda bahkan jika anda ingin nyawaku sekarang maka akan saya berikan kepada anda saat ini juga!" ucap Albert ramah tapi sebenarnya dia sangat kesal.
"Nyawamu tidak berharga untukku, jadi untuk apa aku menginginkan nya!" ucap Louis.
Albert semakin kesal mendengar ucapan songong tuannya itu ia bahkan mengarahkan bogeman nya ke layar handphone nya. "Baiklah hanya itu yang ingin aku sampaikan!" ucap Louis lalu langsung mematikan panggilan nya.
"Arghhhh kau benar-benar tidak punya hati nurani tuan. Coba saja kau berikan sikap manis dan baik hatimu yang sering kau berikan ke nona Selena, sedikit saja berikan kepada ku hikss" gerutu Albert kesal.
Albert mulai kembali mengerjakan pekerjaannya namun tiba-tiba Cloe masuk kedalam ruangan Albert sehingga membuat pria tampan itu terkejut. "No..nona Cloe?" ucap Albert gugup.
"Apa benar kakak sepupuku mau menikah dengan Selena?" tanya Cloe dan langsung duduk di sofa ruangan Albert.
"Wah akhirnya kakak sepupu berhasil menaklukkan hati Selena, tidak seperti seseorang," ucap Cloe bermaksud menyinggung Albert.
"Maksud anda nona?" tanya Albert.
"Tidak ada, kapan kau akan menyusul kakak? Jangan sampai wanita yang kau cintai kabur loh" ucap Cloe.
"Saya tidak mempunyai orang yang saya sukai nona," ucap Albert datar.
Cloe mengepalkan tangannya. "Benarkah? wah sayang sekali sepertinya nanti aku yang akan menyusul kakak menikah!" ucap Cloe tersenyum melihat Albert.
Albert mengepalkan tangannya mendengar ucapan Cloe barusan. "Emangnya nona sudah mempunyai kekasih?" tanya Albert.
__ADS_1
"Privasi!" ucap Cloe tersenyum.
"Tapi kau tenang saja nanti kau akan mengetahuinya!" sambung Cloe kembali.
Albert mengeraskan rahangnya sepertinya dia sedang cemburu sekarang ini. "Apa nona yakin kalau pria itu mencintai nona?" ucap Albert.
"Tentu saja, aku sudah mengenalnya sejak lama dan kami saling mencintai!" jawab Cloe santai.
"Kenapa dari dulu nona tidak mengenalkan nya dengan tuan?" tanya Albert kembali.
"Karena dia sedikit takut dengan kakak sepupuku!" ucap Cloe menghembuskan nafasnya.
"Menurut saya dia bukan pria sejati dan pria seperti itu tidak pantas untuk anda nona!" ucap Albert.
Cloe menatap ke arah Albert. *Dasar tidak sadar diri* batin Cloe kesal. "Benarkah? Kalau kau di posisi pria itu apa kau akan berani menghadapi kakak sepupuku?" tanya Cloe menaikkan satu alisnya.
Degh! jantung Albert seakan berhenti berdetak saat mendengar pertanyaan dari Cloe barusan, lalu ia menelan saliva nya. Dia sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Cloe karena dia sendiri juga bingung.
"Lihatlah bukankah kau juga sama." Ucap Cloe kesal dan pergi keluar dengan cepat dari ruangan Albert.
"Dasar bodoh!" gerutu Cloe.
Albert terdiam melihat kepergian Cloe barusan. "Siapa pria itu?" gumam Albert mengepalkan tangannya karena cemburu.
Bersambung
__ADS_1