Introvert

Introvert
#55


__ADS_3

Selena keluar dari kamar mandi dan melihat Louis yang duduk di sofa sambil bermain dengan handphone nya. "Dimana bajuku semalam?" tanya Selena kepada Louis karena dia ingin memakainya sebab dia tidak mempunyai baju ganti.


Louis menatap Selena yang berdiri di samping ranjang tempat tidur. "Aku sudah membuangnya dan ingat aku tidak mau kamu memakai pakaian seperti itu lagi!" ucap Louis dengan serius.


"Terus aku harus memakai apa? Tidak mungkin kan aku keluar dari hotel menggunakan handuk ini!" ucap Selena.


Louis berjalan menghampiri Selena. "Tentu saja aku tidak akan membiarkan orang lain melihat aset berharga ku ini dan kau tenang saja honey aku sudah menyuruh bodyguard ku untuk membawakan pakaian untuk kita!" ucap Louis merem** benda kenyal Selena yang terbalut oleh bathrobe pendek tersebut.


Selena melepaskan tangan Louis karena dia tidak mau kalau sampai pria itu kembali lepas kendali dan kembali mengempurnya. "Baiklah kalau begitu kau mandi lah dulu!" ucap Selena.


"Baiklah honey kau tunggu sebentar ya!" ucap Louis lalu dia mencium bibir Selena sekilas sebelum masuk kedalam kamar mandi.


Selena memegang kedua pipinya yang merah merona dan lalu memegang dadanya yang berdegup dengan cepat akibat dari perbuatan lembut Louis kepadanya barusan. *Sepertinya aku benar-benar sudah jatuh cinta kepada pria ini* batin Selena lalu dia tersenyum.


Setelah beberapa menit pintu kamar itu diketuk oleh seseorang, kemudian Selena berdiri dan ingin membukanya tapi tiba-tiba Louis yang baru keluar dari kamar mandi berjalan dengan cepat menghentikan Selena yang baru ingin membuka pintu tersebut. "Honey biar aku saja!" seru Louis. Lalu Selena mengangguk dan kembali duduk ke sofa.


*Enak saja bisa melihat aset berharga ku!* batin Louis karena dia tahu yang datang itu pasti anak buahnya yang ia perintahkan untuk membawa pakaian untuk dia dan wanitanya.


Lalu Louis membuka pintu itu dan mengambil dua paper bag yang berisi pakaian mereka berdua. Setelah itu ia berjalan kearah Selena dan memberikan salah satu paper bag itu kepada Selena. "Honey ini pakailah!" seru Louis.


"Baiklah. Terimakasih!" ucap Selena tersenyum dan mengambilnya.

__ADS_1


Lalu Selena hendak mengganti pakaiannya di dalam toilet tapi Louis melarangnya karena dia takut Selena terpeleset nantinya. Dan akhirnya Selena dengan perasaan malu harus memakai pakaiannya di depan Louis, bahkan yang membuat dia bertambah malu adalah karena Louis membantu dia memakaikannya bra hingga jantungnya mau copot. Apalagi Louis dengan tidak tahu malunya telanj*** bulat di depannya saat ingin memakai pakaiannya, ia bahkan melihat dengan sempurna belalai gajah Louis yang sangat besar dihadapannya hingga ia memalingkan wajahnya karena malu.


"Kenapa malu bukankah semalam kau sangat menikmati adik kecilku ini honey!" seru Louis absurd menggoda Selena karena melihat wajah wanita itu sudah merah merona.


"K k kau jangan sembarangan dan cepat pakai pakaian mu!" ucapnya gugup lalu berjalan kearah ranjang dan duduk disana.


"Hahahaha!" Louis tertawa melihat tingkah Selena yang sangat lucu itu.


"Menyebalkan!" gumam Selena mendengar tawa Louis. Tapi sebenarnya dia sangat malu karena mengingat kejadian semalam, dia berpikir apa yang telah terjadi kepadanya sehingga tubuhnya tidak dapat dia kendalikan seperti semalam. Karena jujur Selena sama sekali tidak mengetahui apa itu obat perangsang. *Aku tidak akan minum alkohol lagi* batin Selena karena dia berpikir pasti semalam dia seperti itu karena tidak bisa meminum minuman yang beralkohol sebab selama di Prancis dia memang tidak pernah meminum minuman seperti itu karena Darcy selalu melarangnya.


Mereka sekarang sedang melakukan sarapan di restoran mewah di hotel itu. Beberapa pengunjung melihat iri kearah pasangan yang terlihat sangat romantis itu, pasalnya Louis sejak tadi menyuapi Selena sehingga wanita itu merasa malu dan risih karena ditatap oleh para pengunjung disana. "Louis biarkan aku makan sendiri saja ya!" ucap Selena.


"Tidak honey aku akan menyuapi mu sampai makanan ini habis!" ucap Louis.


"Setelah aku selesai menyuapi mu maka kau yang akan bergantian untuk menyuapi ku!" ucap Louis.


Selena tercengang mendengar ucapan Louis barusan. *Oh tidak apa, dia tidak punya urat malu lagi* batin Selena senduh. Dan benar ternyata setelah Selena menghabiskan makanannya.Louis benar-benar meminta Selena untuk menyuapi nya walau awalnya menolak tapi pada akhirnya Selena menuruti kemauan pria itu yang terus merengek kepadanya.



__ADS_1



Setelah dari hotel itu Selena merasa sedikit bingung karena Louis tidak membawanya pulang kerumahnya melainkan sekarang ini ia membawanya ke sebuah mansion mewah yang pernah ia datangi sebelumnya. "Kenapa kau membawa ku kesini?" tanya Selena saat mereka berjalan masuk kedalam mansion besar itu.


"Tentu saja untuk menemui mertua mu Honey!" jawab Louis.


"Mertua? Tapi kita belum menikah!" ucap Selena.


"Kita telah sah menjadi suami istri dimata negara karena Albert telah mengurus pernikahan kita di catatan sipil pagi tadi!" seru Louis.


"Apa?" teriak Selena menggema di ruangan itu sehingga sepasang suami-istri yang baru menuruni anak tangga menghampiri mereka berdua.


"Haii, putra ku sayang!" panggil wanita paruh baya itu mendekati mereka berdua.


"Haii ma, pa!" jawab Louis.


"Wait.. Bukankah kau teman Cloe yang pernah datang ke acara keluarga di mansion ini ya kan?" tanya nyonya Vara Scott kepada Selena yang berdiri disampingnya Louis.


Selena tersenyum. "Iya aunty. Saya Selena teman kakak Cloe!" jawab Selena ramah.


"Iya maaf sayang, aunty lupa kalau nama mu Selena!" seru nyonya Vara dan menggenggam kedua tangan Selena.

__ADS_1


"Tapi tunggu kenapa dia bisa datang bersamamu!" tanya nyonya Vara melihat kearah Louis dan meminta penjelasan kepada putranya tersebut.


Bersambung


__ADS_2