
Louis langsung menatap tajam dan tidak suka kearah Albert. "Dia milikku, kau jangan macam-macam!" tegas Louis dengan dingin.
"Iya saya tahu tuan dan saya tidak akan berani macam-macam!" ucar Albert.
"Tuan saja tidak bisa mendapatkan nya apalagi saya!" sambungnya pelan tapi Louis bisa mendengarnya.
"Kau lihat saja. Sebentar lagi pasti dia akan jatuh cinta padaku!". Seru Louis menyunggingkan bibirnya.
*Aku berdoa semoga tidak mudah tuan* batin Albert (jangan gitu dong bang Albert kasian mamang Louis nya .by. Author). (Biarin thor siapa suruh dia suka main wanita .by. Albert)
Louis seharian ini berada di gedung perusahaan fashion miliknya hanya untuk mendekati Selena. Tapi dia juga memeriksa beberapa berkas keuangan yang ia pinta pada bendahara perusahaan itu. Semua produk-produk yang terjual setiap tahunnya semakin meningkat karena memang merek produk mereka sudah menjadi brand nomor satu di dunia jadi sudah tidak diragukan lagi kualitasnya.
Siang harinya semua karyawan beristirahat untuk makan siang di kantin perusahaan. Begitu juga dengan Selena dia menyantap makan siangnya sendiri seperti biasanya, tapi tiba-tiba ada dua pria yang mendatangi mejanya dan menaruh piring diatas meja itu, lalu kedua pria itu duduk berseberangan dengan Selena.
Selena menatap tidak suka terhadap dua makhluk di hadapannya sekarang.
"Hai Nona, selamat makan siang!" ucap Louis tersenyum.
"Izinkan kami bergabung nona!" ucap Albert ramah.
Semua para karyawan yang berada disana tercengang dengan kedatangan Louis dan asistennya di kantin itu. Ini adalah pertama kalinya mereka berdua datang ke kantin perusahaan karena biasanya mereka berdua akan pergi ke restoran yang berkelas untuk makan siang.
Selena tidak mengucapkan apapun, dia hendak berdiri dari kursinya tapi tiba-tiba Louis mengancamnya.
"Percaya atau tidak jika kau pergi sekarang, maka jangan salahkan aku menciummu detik itu juga!" ancam Louis melihat Selena yang baru hendak beranjak.
Selena semakin menatap Louis dengan sangat tajam dan tidak suka. "Apa mau mu?" Ucap Selena dingin.
__ADS_1
"Duduk dan habiskan makanan mu!" seru Louis sedikit tegas karena makanan di piring Selena emang masih banyak.
Tapi Selena masih tidak peduli dan kemudian dia berdiri tapi Louis juga ikut berdiri dan menatap Selena yang berada di depannya dengan serius.
"Satu langkah saja. Maka bibir itu tidak akan selamat!" ucap Louis dengan serius.
Selena semakin menjadi emosi terhadap pria yang tengah berdiri dihadapannya sekarang. Karena pria itu mengancamnya pasalnya ini pertama kalinya ia bertemu dengan pria yang sangat menyebalkan dalam hidupnya, sebab biasanya semua pria akan langsung mundur jika dia mengabaikan nya. Namun, sangat berbeda dengan pria aneh ini yang sangat menyebalkan pikirnya . Dia menatap mata pria itu dan sangat terlihat jelas dimata pria itu bahwa dia sepertinya sangat serius dan tidak main-main terhadap perkataannya.
*Oh Tuhan selamatkan lah aku dari perang kedua orang ini* batin Albert merinding melihat dua orang didekatnya saling melemparkan tatapan yang tajam.
Akhirnya Selena duduk kembali dan meletakkan kembali tempat makan nya keatas meja dengan kuat, sampai-sampai Albert kaget mendengarnya. *Ya Tuhan* batin Albert takut
Louis menyunggingkan senyum nya karena ancamannya berhasil, lalu ia pun juga kembali duduk.
Jika kalian bertanya tentang para karyawan tentu saja mereka tidak berani berkata atau bergosip karena Albert menatap tajam mereka semua.
"Kenapa kau tidak makan?" Tanya Louis
Tapi Selena tidak menanggapinya dan membuang mukanya kearah Albert yang kini tengah asik makan karena ini pertama kalinya ia melihat pria itu.
Louis melihat arah mata Selena, dia tiba-tiba merasa kesal terhadap Albert karena Selena menatapnya.
"Kau tidak usah merasa heran ,karena dia emang sedikit mirip dengan B*bi!" ucap Louis karena Albert makan dengan sangat lahap.
Ngrokk! Albert refleks saat tuannya menyebut dirinya mirip dengan se ekor b*bi dan menatap tuannya dengan kesal.
__ADS_1
Tapi Louis menatap Albert dengan sangat tajam karena dia merasa cemburu karena Selena menatapnya.
Louis melihat tatapan mematikan dari tuannya tersebut dia pun langsung menciut dan menunduk. *Apa salahku tuan, aku hanya ingin makan hiks* batin Albert.
Lalu Selena membuang pandangannya kearah lain dan tidak menghiraukan kedua orang aneh itu.
"Makanlah atau kau ingin aku suapi!" ucap Louis tersenyum.
*Ckkk cepat sekali raut wajah anda berubah tuan, seperti membalikkan telapak tangan* gerutu Albert dalam hatinya.
"Jangan memaksa ku, jika kau tidak ingin piring ini melayang ke wajahmu!" ucap Selena dingin dan menekan setiap perkataan nya.
Itu adalah Kalimat terpanjang yang pernah keluar dari mulutnya Selena.
Albert menelan Saliva nya kala mendengar ucapan Selena. *Ya tuhan. Mengerikan sekali* batin Albert.
Berbeda dengan asistennya, Louis justru tersenyum mendengar ucapan Selena.
"Daripada melemparkan piringnya ,bukankah lebih baik jika kau melemparkan dirimu kepada ku!" seru Louis menggoda Selena.
Bersambung ~~~
jangan lupa beri dukungannya ya guys ;)
__ADS_1
Like. Vote. Gift dan favoritnya ya ;)