
Albert menatap tajam para karyawan yang sibuk bergosip tersebut dan menyuruh mereka untuk pergi kembali bekerja. "Apa kalian digaji untuk bergosip. Sana cepat kembali bekerja jika kalian tidak ingin dipecat sekarang juga," ucap Albert tegas.
Albert asisten pribadinya Louis dia terkenal akan ketegasan, kekejamannya di dunia bisnis serta dia juga mempunyai sifat yang dingin, sebelas dua belas sama tuannya tapi semua sifat itu tidak akan berlaku jika dia sedang berhadapan dengan tuannya.
Setelah mendengar perintah dari Albert Para karyawan pun langsung pergi membubarkan diri masing-masing.
Selena menatap tajam tangan Louis yang menyentuhnya kembali. Louis pun sadar dan langsung melepaskan tangannya. "Apa kau sudah sarapan?" Tanya Louis tersenyum.
Selena tidak menjawab pertanyaan Louis yang menurutnya sangat tidak penting. Lalu ia kembali berjalan tapi Louis kembali menahan tangannya Selena.
Tapi Selena langsung menghempaskan nya dan kembali menatap tajam Louis. "Don't Touch me!" ucap Selena dingin dan menekan setiap perkataannya.
Louis mengangkat tangannya dan meminta maaf terhadap Selena. "Sorry, tapi aku hanya ingin mengajakmu makan saja!" ujar Louis.
"Jangan menggangguku!" ucap Selena dingin.
"Aku tidak ingin mengganggumu tapi aku ingin mendekati mu!" seru Louis tersenyum manis.
__ADS_1
"Ckk. Menjijikkan!" ucap Selena dingin melihat senyuman Louis.
"Pfffttt" Albert menahan tawanya kala mendengar perkataan Selena karena baru dia wanita yang berani menghina tuannya yang angkuh dan sombong itu.
Tiba-tiba senyuman Louis luntur seketika kala mendengarnya. Selena pun pergi meninggalkan Louis yang sedang mematung disana.
Louis pun pergi menuju lift dengan perasaan kesal diikuti oleh Albert di belakangnya mereka menuju lantai teratas yang terdapat ruangan khusus untuknya.
Sampai nya di ruangan itu Louis langsung masuk dengan Albert yang masih setia mengekorinya. Louis berjalan kedalam ruangan, lalu ia membalikkan badannya menghadap Albert.
"Albert coba lihat wajahku sekarang!" seru Louis. Lalu ia tersenyum manis seperti yang ia tunjukkan terhadap Selena di bawah tadi.
"Apa senyuman aku tadi terlihat menjijikkan?" Tanya Louis menatap Albert serius
Albert menahan tawanya karena mengingat bagaimana Selena menghina senyuman tuannya di lantai bawah tadi, dia merasa puas karena biasanya tuannya yang sering mengejeknya tapi dia tidak berani membalasnya.
"Tidak tuan. Senyuman anda terlihat sangat manis, jika saja aku seorang wanita aku pasti akan langsung jatuh cinta pada anda," seru Albert
"Cihh menggelikan!" ucap Louis sinis dan langsung berjalan menuju kursi kebesarannya.
__ADS_1
"Aku pun juga geli mengatakan itu!" gumam Albert pelan tapi Louis menatap Albert yang kini berdiri di depan mejanya.
"Apa katamu?" Seru Louis.
"Tidak tuan. Saya mau bilang kalau jadwal anda hari ini kosong!" dalih Albert.
"Kalau begitu hari ini aku akan full di perusahaan ini!" ucap Louis menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya itu.
"Kau lihat wanita tadi Albert. Dia sangat cantik bukan!" seru Louis.
Albert yang baru mau melangkah duduk di sofa jadi terhenti dan tetap berdiri di depan meja tuannya.
"Iya tuan nona Selena sangat cantik seperti seorang Angel!" jawab Albert tersenyum.
Louis langsung menatap tajam dan tidak suka kearah Albert. "Dia milikku, kau jangan macam-macam!" tegas Louis dengan dingin.
Bersambung ~~~
Jangan lupa beri dukungannya ya guys ;)
__ADS_1
Like. Vote. Gift dan favoritnya ya ;)