
Louis duduk di belakang Selena dan tersenyum menikmati pandangan yang sangat indah dan menyejukkan di depannya. Melihat rambut Selena yang sedikit tertiup oleh angin membuat nya sangat indah.
"Sepertinya kau sangat suka menyendiri!" seru Louis berbicara kepada Selena tapi sayang sekali Selena sama sekali tidak menghiraukan nya.
"Heii nona. Mengobrol lah sedikit, jangan terlalu serius seperti itu!" seru Louis mencoba mengajak Selena untuk bicara kepada nya. Tapi sekali lagi Selena tidak menghiraukan nya.
"Aku memang tidak tahu apa yang kau alami. Tapi cobalah bahagia untuk dirimu sendiri!" seru Louis karena dia tahu apa yang terjadi oleh hidup Selena karena dia telah membaca semua isi diary yang berisi kan tentang keluh kesah perjalanan hidup wanita itu.
Tapi untuk ke sekian kalinya Selena masih tetap tidak menanggapi ucapan Louis. Walau sebenarnya apa yang diucapkan oleh Louis ada benarnya.
"Kamu tidak sendiri. Percayalah padaku!" seru Louis kembali walau Selena tetap tidak menanggapi nya.
"Belajarlah dari bulu ketek. Walaupun selalu terhimpit, namun tetap tegar bertahan dan tetap tumbuh subur." Ucap Louis absurd wkwkwk.
Dia sengaja mengucapkan kata-kata absurd itu Karena dia ingin menghibur Selena dan dia juga sangat ingin melihat tawa atau senyumannya. Tapi bukannya terhibur Selena malah membalikkan kepalanya dan menatap Louis dengan sinisnya.
"Hehehe, sorry aku hanya bercanda nona!" seru Louis tersenyum menggoda Selena.
__ADS_1
Selena kembali membelakangi Louis. Tapi Louis berpindah tempat di sampingnya Selena ia merebahkan tubuhnya tepat disampingnya Selena. Sehingga Selena kaget dan ingin menjauh dari pria aneh itu tapi saat dia baru ingin beranjak Louis langsung menahan tangannya, seketika Selena menatap tajam tangan Louis yang menyentuh tangan nya itu. Louis yang melihat tatapan Selena dan ia langsung melepaskan tangannya.
"Tetaplah duduk disini jika kau masih menginginkan buku itu nona!" seru Louis melihat kearah Selena dan tersenyum menatap kecantikannya.
"Menyebalkan," gumam Selena kesal tapi Louis yang memiliki indera pendengaran yang tajam sehingga dapat mendengarnya.
Louis tersenyum karena melihat raut wajah Selena yang sangat menggemaskan saat sedang kesal. *Sangat Menggemaskan* batin Louis.
Selena akhirnya duduk disampingnya Louis yang sedang merebahkan dirinya diatas rerumputan itu. Selena memandangi halaman luas didepannya dan tidak menghiraukan pria yang kini tengah rebahan disampingnya.
"Apa kau sadar kalau dirimu sangat cantik!" ucap Louis.
Selena masih diam seribu bahasa, dan tidak menanggapi ucapan Louis yang menurutnya sangat menganggu karena dia memang tidak suka dengan orang yang terlalu banyak bicara. Maklum anak Introvert ya guys :).
"Cobalah tersenyum. Kau pasti akan terlihat sangat manis," goda Louis kembali.
Dia terus menggoda Selena karena ia ingin mencoba mengajak Selena untuk bicara tapi Selena selalu mengacuhkannya.
__ADS_1
•
•
•
•
Sampai hari sudah menjelang sore dan matahari akan membenamkan sinarnya tapi kedua insan itu tampak tak bergeming sama sekali di tempat itu, sama seperti seorang pria yang kini tengah mengamati sesuatu dari balik hutan tersebut bahkan tubuhnya dan wajahnya sudah banyak bekas gigitan nyamuk wkwkwk.
"Kenapa mereka lama sekali sih aku kan ingin melihat ending nya" seru Albert memukuli nyamuk yang hinggap di tubuhnya.
.
.
Bersambung~~~
Jangan lupa beri dukungannya ya guys ;).
__ADS_1
Like. Vote. Gift dan favoritnya ya :).