Introvert

Introvert
#44


__ADS_3

Pagi harinya Selena sudah bersiap untuk pergi ke perusahaan NY yang akan bekerjasama dengannya. Selena menggunakan fitted blazer berwarna hitam dengan tambahan aksesoris anting panjang berbentuk love berwarna gold dan gaya rambut yang dibuat lurus lalu diselipkan di belakang telinganya dengan perpaduan lipstik berwarna merah menggoda, membuat tampilan Selena terlihat sangat cantik dan elegan.



Selena pergi ke perusahaan itu ditemani oleh seorang asistennya yang dari Paris, asisten nya baru tiba kemarin siang karena ada beberapa hal yang dia harus urus jadi baru dia baru bisa datang kemarin. Selena dan asisten nya sudah sampai di lobby perusahaan NY yang akan bekerjasama dengan mereka, lalu mereka masuk kedalam lift dan menuju ruang meeting yang akan diadakan.


"Bella kau sudah menyiapkan semuanya kan?" tanya Selena kepada asisten saat di dalam lift.


"Sudah nona. Nona tenang saja!" jawab Bella sang asistennya.


"Baguslah!" seru Selena tersenyum.


Ting!!!!


Pintu lift itu terbuka, Selena dan asistennya keluar dan berjalan menuju ruangan yang berada di lantai tersebut.


Ckleek! Bella membukakan pintu untuk sang majikannya. Di dalam ruangan itu sama sekali belum ada siapa-siapa lalu mereka berdua duduk dan menunggu pemilik perusahaan NY untuk datang dan membicarakan tentang perihal kerjasama mereka.


Tidak lama menunggu empat orang datang ke ruangan tersebut satu diantara mereka adalah perempuan. "Haii selamat pagi nona Palvin. Maaf karena telah membuat anda menunggu!" Seru pria paruh baya itu. Awalnya pria itu ingin mengulurkan tangannya tapi dia ingat sesuatu dan tidak jadi melakukannya.


"Haii selamat pagi juga tuan Daniel, tidak apa-apa kami juga baru datang!" ucap Selena tersenyum ramah.


"Baiklah kalau begitu silahkan duduk nona Palvin!" ucap tuan Daniel mempersilakan Selena untuk duduk kembali.


"Baik, terimakasih!" jawab Selena.


Setelah mereka duduk, asisten Selena memberikan sebuah berkas kepada tuan Daniel lalu tuan Daniel menerimanya dan memberikan nya kepada asistennya yang berdiri di belakangnya tanpa membuka atau membacanya terlebih dahulu setelah itu tuan Daniel mengambil sebuah berkas dan memberikannya kepada Selena. "Ini kontrak kerjasama nya nona Palvin, silahkan anda baca terlebih dahulu sebelum mendatangani nya!" seru tuan Daniel.

__ADS_1


Selena merasa sedikit heran karena tuan Daniel langsung memberikan kontrak kerjasama kepada dirinya tanpa membahas perihal kerjasamanya terlebih dahulu bahkan tuan Daniel sama sekali belum melihat berkas yang dia berikan tadi. Dia berpikir bagaimana bisa tuan Daniel sepercaya itu padanya. "Maaf sebelumnya tuan Daniel, tapi apakah ini tidak terlalu cepat, maksud saya apakah anda tidak ingin membahas sesuatu mengenai kerjasama ini terlebih dahulu!" seru Selena.


"Saya sudah sangat yakin dan percaya kepada anda nona Selena, saya yakin kerjasama ini pasti tidak akan merugikan perusahaan ini!" ucapnya.


Selena tersenyum dan mengangguk pelan lalu ia langsung menandatangani kontrak kerjasamanya tapi tidak lama pintu ruangan tersebut terbuka dan nampak dua orang pria berpawakan gagah masuk kedalam ruangan tersebut. Selena terkejut melihat kedatangan pria itu dia berpikir kenapa pria ini ada disini dan untuk apa pikirnya, tuan Daniel langsung berdiri dan menyambut kedatangan kedua pria itu.


"Selamat datang tuan Louis!" ucap tuan Daniel ramah dan sedikit membungkuk.


"Hmmm saya dengar perusahaan NY baru saja bekerjasama dengan sebuah perusahaan fashion terbaik dari paris, jadi saya selaku CEO baru dari perusahaan ini ingin melihat performa dari perusahaan tersebut!" seru Louis dengan gaya cool nya dan melirik kearah Selena sekilas.



*Heh Kemana perginya wajah bodoh anda tadi tuan dan sekarang berlagak sok cool sekali anda.* batin Albert.



"Terimakasih tuan Louis saya benar-benar sangat beruntung bisa bekerjasama dengan anda!" ucap tuan Daniel senang karena Louis membeli perusahaan nya dengan nominal yang sangat WOW bahkan dia juga masih dapat menjabat sebagai direktur di perusahaan tersebut.


"Tapi ingat, aku tidak akan sungkan kepada orang yang berkhianat kepada ku!" ucap Louis dengan serius.


Tuan Daniel menelan saliva nya setelah mendengar ancaman dari Louis yang menurutnya sangat menakutkan. "Saya berjanji akan selalu setia kepada anda tuan!" ucap tuan Daniel.


Tidak berapa lama pintu ruangan itu diketuk oleh seseorang dan tuan Daniel menyuruh nya untuk masuk. "Ada apa?" tanya tuan Daniel kepada salah satu asistennya.


"Nona Palvin dan asistennya telah menunggu anda di ruang meeting tuan!" ucap asisten perempuan itu.


Tuan Daniel melihat kearah Louis yang duduk diseberangnya. "Maaf sebelumnya tuan Louis, apakah anda yang akan menemui klien dari perusahaan Palvin ini?" tanya Daniel.

__ADS_1


"Tidak, kau saja dan pastikan dia menandatangani kontrak itu secepatnya!" seru Louis datar.


"Baik saya mengerti tuan!" ucap Daniel


"Kau siapkan kontrak nya dan kita akan segera kesana!" ucap Daniel kepada asistennya. Lalu tuan Daniel berpamitan kepada Louis dan asisten nya karena ingin pergi ke ruang meeting menemui Selena Tapi saat dia baru ingin melangkah pergi tiba-tiba Louis memanggil nya.


"Ingat jangan menyentuh nya sedikit pun kalau tidak aku akan menghabisi mu. Kau mengerti!" ucap Louis dengan serius dan menatap tajam tuan Daniel.


Sekali lagi tuan Daniel menelan saliva nya . *Ya ampun mengerikan sekali* batin tuan Daniel bergidik ngeri. Ia pun mengangguk paham lalu pergi dari ruangan tersebut.


Louis melirik kearah Albert yang duduk disampingnya. Albert yang mengerti maksud dari tuannya itu pun mengangguk dan pergi ke meja tempat biasanya tuan Daniel bekerja, Albert membuka komputer dan mengutak-atik nya lalu tidak lama ia kembali menghampiri Louis. "Sudah selesai tuan!" seru Albert.


Louis pun akhirnya berjalan kearah meja tersebut dan duduk, lalu menatap monitor komputer di depannya yang menampakkan suasana ruangan meeting yang berada di perusahaan tersebut. Louis terus mengembangkan senyumnya kala melihat wajah cantiknya selena di layar monitor itu. "So beautiful!" gumam Louis yang terus tersenyum.


Albert yang berdiri tidak jauh dari tuannya hanya menggeleng pelan melihat keanehan tuannya itu.



Kembali keruangan meeting. *CEO baru? Apa maksudnya atau jangan-jangan dia... Oh tidak* batin Selena yang merasa sedikit panik mendengar kalau pria aneh itu adalah pemilik perusahaan tempatnya bekerja sama sekarang ini.


"Iya tuan. Perkenalkan dia nona Palvin dari perusahaan PF yang berada di Prancis!" ucap tuan Daniel.


"Perkenalkan saya Louis Pattinson Scott pemilik baru perusahaan ini!" ucap Louis lembut dan menyodorkan tangannya.


Selena sama sekali tidak bergeming dia masih bingung dan sibuk dengan pikirannya bahkan tuan Daniel sudah berapa kali memanggil nya tapi dia tetap tidak sadar sama sekali hingga Bella asisten pribadinya yang menyentuh pundaknya, baru Selena kaget dan tersadar. "Saya Selena Palvin. Senang bisa bekerjasama dengan perusahaan anda!" seru Selena dan menjabat uluran tangan Louis.


Louis mengusap lembut tangan Selena menggunakan ibu jarinya saat mereka bersalaman sehingga Selena kaget dan refleks menarik tangannya lalu Louis menyeringai tipis.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2