
Selena mengepalkan tangannya karena geram mendengar ucapan Louis yang sangat menjijikkan menurutnya. Dia berusaha menahan emosinya karena dia tidak ingin membuat masalah, apalagi sekarang ini dia adalah seorang anak magang di perusahaan itu, jadi dia harus memberikan yang terbaik supaya bisa mendapatkan nilai yang bagus dari pihak perusahaan nanti.
Akhirnya sesi makan siang pun berakhir. Louis memakan sedikit makanan dan Albert menghabiskan semua makanannya tapi tidak dengan Selena, karena semenjak kedatangan pria menyebalkan itu dia menjadi tidak nafsu makan lagi. Setelah melihat Louis yang sepertinya sudah menyelesaikan makan siangnya, Selena pun langsung beranjak pergi dengan cepat meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang amat kesal.
Louis menyunggingkan senyuman nya kala melihat kepergian Selena dari sana.
*Aku akan membuatmu terbiasa baby* batin Louis.
Sampai di ruangannya semua staf menatap Selena tapi Selena tidak menghiraukan nya dan pergi ke meja kerjanya.
Mereka semua berbisik-bisik membicarakan tentang Selena dan pak CEO mereka yang mungkin sedang memiliki hubungan khusus. Karena sedari tadi CEO mereka terus mencoba mendekati Selena bahkan sampai ke kantin pun.
"Ehem.... Selena apa kau punya hubungan khusus dengan tuan Louis?" tanya salah satu staf.
"Tidak" Jawab Selena singkat dan datar.
Staf itu menghela nafasnya dan menatap temannya yang sedang berkumpul di ruangan itu. "Huuffttt Sudah kubilang, manekin itu pasti tidak akan menjawabnya!" ucap staf itu sedikit berbisik.
Mereka semua tertunduk lesu karena mereka merasa sangat penasaran dan sangat ingin tahu perihal hubungan Selena dan pak CEO mereka yang tampan itu.
Tidak lama kemudian seorang pria tampan memasuki ruangan itu dengan membawa sebuah kotak makanan ditangannya, lalu ia mendatangi meja Selena dan meletakkan kotak makanan itu diatas mejanya.
__ADS_1
"Ini dari tuan Louis, dia melihat nona tidak menghabiskan makanan anda di kantin tadi!" ucap Albert ramah.
Selena menatap datar sosok pria di hadapannya sekarang. Tapi tidak lama ia kembali fokus ke pekerjaannya dan tidak menghiraukan ucapan pria itu.
*Jadi ini yang sering kau rasakan tuan* batin Albert karena Selena mengabaikannya.
"Baiklah kalau begitu saya permisi nona!" pamit Albert.
Setelah Albert keluar dari ruangan tersebut. Para karyawan langsung berteriak histeris seolah bertemu dengan bintang pop dunia.
"Ya ampun... Tampan sekali, jika tidak bisa mendapatkan tuan Louis, tuan Albert pun aku rela!" seru salah satu staf.
"Selena kau benar-benar membuat kami iri!" ucap salah satu staf dengan sedikit berteriak.
Selena tidak menanggapi para karyawan yang menurutnya sangat berisik dan mengganggu konsentrasinya untuk bekerja.
•
•
•
__ADS_1
•
Jam pulang kantor pun tiba, Selena membereskan semua barang-barang nya dan menyimpannya lalu ia pergi keluar. Selena tidak memperdulikan makanan pemberian dari Louis tadi, dia meninggalkan nya di atas mejanya dan berharap benda itu akan dibuang oleh tukang kebersihan.
Ketika di lobby perusahan, tiba-tiba saja ada yang mengikuti langkahnya Selena dari belakang. Tapi Selena tidak memperdulikan nya dan terus berjalan ke tempat parkir mobil nya. Saat di parkiran langkah Selena harus terhenti karena ada seorang pria yang berdiri didepannya sehingga menghalangi langkahnya.
"Nona, biarkan aku mengantar mu!" seru Louis yang berdiri didepan Selena.
Selena menatap datar Louis lalu kembali berjalan melewatinya. Tapi Louis tidak patah semangat, dia kembali mengikuti langkahnya Selena.
"Kenapa kau sangat dingin!" seru louis.
Seperti biasa Selena tidak menanggapinya dan terus berjalan kearah mobilnya. Saat Selena sampai di tempat mobilnya, Louis menahan pintu mobilnya Selena.
"Plisssss. Jangan mengacuhkan aku terus, tolong beri aku kesempatan untuk masuk ke dalam hatimu Selena!" seru Louis sedikit memelas.
Bersambung ~~~
Jangan lupa beri dukungannya ya guys ;)
Like. Vote. Gift dan favoritnya ya ;)
__ADS_1