ISTRI KECIL TUAN DOKTER

ISTRI KECIL TUAN DOKTER
bab : 14 masih hidup gak ya?


__ADS_3

"Mau ke mana?" Tanya Alvin


"Makan!"


"Tapi tadi udah makan?"


"Iya! Kalo tadi makan nasi, kalo sekarang mau makan hati".


"Oke! Jangan lupa bagi-bagi saya ya".


"Huh, sebel!" Kesel Zea lalu ia keluar dari kamar


"Hahaha.....huhuh..aduh! Sakit bener nih gigi".


"Rasain!" Ucapnya sambil menjulurkan lidah nya


"Loh, kok balik lagi? Katanya mau makan?" Tanya Alvin


"Gak jadi! Hati nya sakit, kasihan!" Ucap Zea lalu baring di ranjangnya tepat di sebelah Alvin


"Udah di obati belum?"


"Belum! Lukanya terlalu parah". Sambung Zea lagi


"Udah lah, Om! Percakapan macam apa ini?"


"Ya gini lah".


"Hm, Om!" Panggil Zea


"Apa?


"Gigi Om masih sakit kah?" Tanya Zea lembut


"Belum! Malah makin parah karena kamu disini". Ketus Alvin


Zea yang merasa jengkel dengan Alvin, reflek menonjok pipi Alvin


Brakk!


"Aduh! Mama! Tolongin aku, siapa pun! Mati lah aku!" Teriak Alvin hingga tak sadar kan diri

__ADS_1


"Duh! Gimana nih? Mampus!" Zea sangat panik


"Om! Om! Bangun dong! Om!" Panggil Zea.


Akibat tonjokan dari Zea, Alvin pingsan ternyata


"Aduh! Zea harus apa ini? Lagian dokter kok lembek amat sih? Baru kenak tonjok, udah pingsan" Gumam Zea semakin panik


Zea sibuk mengutak ngatik kotak obat.


"Kalo pingsan dikasi apa ya?" Gumam Zea


Lalu Zea mengambil minyak kayu putih dengan balsam


"Taruh dimana ya?" Batinnya.


Zea bingung, mau di kemanakan obat yang di tangannya itu


Zea menuangkan minyak kayu putih itu kehidung Alvin tanpa perasaan.


"Moga-moga bangun!"Gumamnya


Lalu Zea menuangkan semua isi botol minyak kayu putih itu ke mulut, kuping, dan hidung Alvin hingga habis.


Zea mengambil balsam, lalu mengolesinya keseluruh wajah dan tubuh Alvin


"Maafin Zea Om, Zea panik". Bisiknya sambil terus mengolesi tubuh Alvin hingga balsam itu habis


Karena lelah melihat Alvin yang tak kunjung bangun, akhirnya Zea terlelap


"Huh, panas! Panas!" Ringis Alvin sambil mengibas- ngibaskan tangannya


"Heh bocil! Bangun kamu!" Teriak Alvin sambil mengguncang-guncangkan tubuh Zea


"Apa sih om? "Tanya Zea sambil terus menguap


"Kamu apakan tubuh saya? Mengapa panas begini?" Tanya Alvin sangat marah sepertinya


"Gak ada Zea apa-apain".


"Jujur?" Bentak Alvin

__ADS_1


"Zea olesin balsam sama minyak kayu putih". Jawab Zea


"Astaga Zea! Pantes lah badan saya panas semua". Omel Alvin


Lalu Alvin menghidupkan Ac dengan sangat dingin.


Zea yang kedinginan, ia tak bisa tidur nyenyak sesekali ia menggigil kedinginan.


Alvin dengan sigap menyelimuti Zea dengan selimut yang tebal.


Zea terbangun, dan membuka matanya. "Om!"


"Shut! Tidur lah, ini sudah malam." Ucap Alvin


lalu keduanya terlelap dengan posisi saling berpelukan.


Mata Zea silau saat matahari mulai terbit dan menerobos masuk lewat lubang-lubang udara.


Zea menggeliat kecil, khas seperti orang bangun tidur


"Huam!" Zea menguap lalu duduk bersandar di dinding ranjang.


Bola mata Zea membulat, saat mendapati seluruh tubuh Alvin merah


"Waduh! Merah banget tuh badan". Guman Zea


"Masih idup gak ya nih orang?" Zea mengguncang-guncangkan tubuh kekar Alvin


"Om! Om! Om! Om.....!" teriak Zea sangat keras di telinga Alvin


Alvin yang terkejut langsung terduduk.


"Astaga, Zea! Bisakah kamu jangan teriak-teriak?"


"Gak bisa,Om! Dari orok dah gini". Sahut Zea


Saat Alvin mulai tersadar dengan tubuhnya yang memerah, ia mulai terlihat panik


"Astaga! Tubuh saya kenapa ini?" Alvin menatap Zea tajam


"Zea!!!" Teriak Alvin

__ADS_1


"Ampun, Om! Zea gak sengaja". Zea lari terbirit-birit keluar dari kamar itu.


__ADS_2