ISTRI KECIL TUAN DOKTER

ISTRI KECIL TUAN DOKTER
bab : 23 balon


__ADS_3

Lalu Zea mengambil gawainya, dan membukanya. Terlihat ada gambar sesuatu di dalamnya


"Ini apa? "Tanya Zea sambil menunjukkan gawainya


"Ini?" Tanya Alvin sambil tercengang.


"Ini itu, namanya balon!hihihi". Sahut Alvin sambil cekikikan


"Balon?"


"Iya, balon!"


"Balon apaan begini bentuknya?" Tanya Zea bingung


"Iya balon! Kamu dapat dari mana gambar itu? "Tanya Alvin


"Teman Zea yang ngirim. Kata dia Zea harus beli itu, dan suruh Om yang pake". Jawab Zea dengan sangat polosnya


"Emang balon itu bisa di pake, Om?" Tanya Zea lagi


Alvin menepuk jidatnya


"Astaga, Zea! Mengapa kamu polos banget sih! "Ucap Alvin sambil menghela nafas paksa


"Kan bener,Om! Balon kan biasanya di tiup, dan untuk hiasan gitu. Kenapa kata kawan Zea, itu bisa dipakai? Gimana caranya?" Tanya Zea


"Emang Om pernah pake beginian?" Tanya Zea sambil menatap Alvin tajam


"Gila kamu! Ya gak pernah lah. Buat apa saya pakai begituan?" Jawab Alvin emosi


"Kan Zea cuman nanya sih, Om!" Sahut Zea


"Om mau pake?"


"Buat apa?" Tanya Alvin kaget


"Iya, ya! Buat apa coba? Bentar, Zea tanya teman Zea dulu. Buat apa untuk make balon gitu". Ucap Zea yang mulai mengirim pesan ke temannya

__ADS_1


"Oh, astaga! Cukup satu aja yang begini tuhan! Aku tak sanggup!" Batin Alvin


"Kayanya Zea harus ku bawa ke dokter deh! Mana ada coba anak yang sepolos ini?" Batin Alvin lagi


"Udah tau jawabannya?" Tanya Alvin


"Belum! Teman Zea gak mau jawab. Katanya kalo mau tanya langsung sama Om suami. Emangnya Om suami tau?" Tanya Zea sambil memicingkan matanya


Btw, udah tau belum apa yang sedang di maksud Zea?


Kalo udah diem-diem aja yah, cukup diri ini aja yang tau. Wkwkwkw


"Om!" Panggil Zea


"Apa sih, Zea?"


"Jawab dulu ih! Zea pesen aja yah?"


"Eh, buat apa?"


"Ya buat ,Om lah. Ga mungkin buat Zea". Sahutnya


"Kok kamu bisa tau gitu. Kalo itu hanya buat saya, dan bukan buat kamu?" Tanya Alvin penuh selidik


"Teman Zea yang bilang". Sahut Zea


"Semua kamu ceritakan dengan sahabat mu. Apakah saat buat dede kemarin kamu ceritakan juga?" Tanya Alvin


Zea mengangguk


"Oh, astaga Zea! Manusia apakah kau ini? "Teriak Alvin sambil mengacak-acak rambutnya


"Memangnya kenapa? Kan bagus sih Om, klo teman-teman Zea tau. Jadi mereka bisa ngasi saran buat Zea, atau pun bisa niru Zea kan?" Sahut Zea dengan percaya diri.


"Bagus kamu bilang? Bagus dari mana? Dari hongkong? " Alvin kali ini mulai terlihat esmosi. Eh salah, emosi


"Itu namanya aib, Zea! Seharusnya itu rahasia. Tidak boleh ada satu orang pun yang tau". Ucap Alvin lagi

__ADS_1


"Jangan bilang kamu juga kasih tau mama?"


Zea juga mengangguk


"Oh, tuhan! Mati lah aku". Ucap Alvin sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"Zea juga udah kasih tau mami!" Sahut Zea


"Mami kamu kasih tau juga?"


Zea kembali mengangguk


"Sudahlah, Zea! Saya sudah habis fikir dengan kamu". Alvin pergi meninggalkan Zea di kamar sendirian


"Aneh banget deh, Om suami! Kan Zea niatnya ingin berbagi. Katanya, klo berbagi itu indah. Apa salahnya coba?" Gumam Zea


Saat Zea sedang kesal, tiba-tiba teringat ia dengan gambar yang dikirim sahabatnya tadi


[Serius, dong fir! Ini apaan?]


[Udah lakik lo tau itu!]


[Tapi tadi kata Om suami itu balon.]


[Hahaha.... kamu di tipuin bego!]


[Di tipuin? Di Tipuin gimana?]


[Udahlah Zea, gue cape debat sama lo!]


[Eh, jawab dulu dong Fir?]


[Lo masih bocil! Bocil gak boleh bahas begituan!]


[Kampret, lo!]


[Dahlah, Zea males! Bye]

__ADS_1


"Sebebarnya itu apa ya? Om suami bilang balon. Klo emang balon, cara makenya gimana? Mana ada yang pake balon? Udahlah, Zea pusing!" ucap Zea


bersambung...


__ADS_2