ISTRI KECIL TUAN DOKTER

ISTRI KECIL TUAN DOKTER
bab: 58 hal sepele jadi cere


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa mereka menjalankan aktivitasnya masing-masing


Pada saat pagi-pagi sekali alvin sudah berangkat ke rumah sakit karena ada tugas mendadak.


Sedangkan mama mertuanya pergi ke rumah temannya, karena ada urusan


Akhirnya Zea di rumah sendirian


Saat Zea sedang santai memainkan hpnya di kamar, tiba-tiba ada yang melempar kaca jendela nya hingga pecah


Jderr


"Astagfirullah, apaan tuh?" Ucap Zea terkejut


lalu Zea mendekati ke arah benda yang jatuh barusan


Terdapat gulungan kertas yang di dalamnya ada batu besar dan bertulis 'jauhi Alvin atau tidak nyawa kamu tidak akan selamat!'


Zea mengambil kertas itu, dan membacanya


"Jauhi Alvin atau nyawa kamu tidak selamat!" Ucap Zea sambil membaca isi dari kertas itu


"Siapa sih yang kurang kerjaan? Kalau memang gak ada pekerjaan kan bisa Zea kasih kerjaan hehehe".


"Yaelah, Zea kira ada yang ngasih surat cinta, eh rupanya ngasih surat ancaman".


"Tapi ngomong-ngomong ini dari siapa ya? mana nggak ada orang lagi di rumah, ntar kalau Zea di culik gimana?"


"Stres ya yang nulis surat ini? macam mana Zea mau jauhin Om Suami, sementara tinggalnya satu atap".


"Apa Zea cerita ke Om Suami aja ya? ah enggaklah nanti malah bikin Om Suami ke pikiran lagi". Gumamnya


"Apa ini dari nenek lampir itu ya? ah mana mungkin dia begini". Ucap Zea dalam hati


"Oh berarti Zea banyak saingan nih? oke kita lihat aja siapa yang menang!" Ucap Zea lagi


Saat sedang berpikir siapa yang meneror dia barusan, tiba-tiba ada seseorang memegang pundaknya


"Copot e copot!" Kagetnya


"Is, apaan sih Om? Ngagetin aja tau gak". Omel Zea


"Alay banget! Mana ada orang kaget bilangnya copot?"


"Om sih, kaya setan aja. Tiba-tiba nongol gitu"


"Mana ada setan se tampan saya? Nah, klo kamu baru cocok hahaha". Ledek Alvin


"Apaan tuh?" Ucap nya Sambil menatap kertas yang di pegang oleh Zea


"Gak tau? Coba Om liat. Kira-kira ini ulah siapa yah, Om?"


Alvin mengambil kertas itu, dan membacanya


"Jauhi Alvin atau nyawa kamu tidak selamat".

__ADS_1


"Siapa yah kira-kira?" Pikir Alvin


"Mana lah Zea tau Om".


"Apa jangan-jangan nek lampir itu ya Om?" Tebak Zea


"Shut! Jangan gitu nggak baik fitnah orang".


"Lah? Siapa tau kan?"


"Mana mungkin! Sedangkan dari tadi dokter Bella ada di rumah sakit". Jelas Alvin


"Hah? Kalau bukan Dokter Bella jadi siapa dong?"


Alvin mengangkat kedua bahunya sebagai pertanda bahwa dia tidak tahu


"Kita lapor ke kantor polisi aja ya?" Saran Zea


Zea menggeleng. "Gak usah lah, ngapain?" Tolak Zea


"Ini kejahatan namanya kita nggak bisa tinggal diem aja".


"Udah lah, Om! palingan juga itu orang-orang iseng"


"Iseng kamu bilang? Kaya gini iseng? Ini itu namanya kejahatan. Sejenis teror, dan kamu bilang iseng?" Omel Alvin panjang lebar


"Is, Kan! jadi Zea yang di marahin. Marahin lah yang ngirim, malah Zea pula". Omel Zea balik


"Sorry,sorry! Saya terbawa suasana soalnya". Maaf Alvin


Mungkin dia lagi sakit hati kali ya? Loh? Emangnya Zea punya hati? Wkwkwk


"Marah?" Tanya Alvin sambil menatap Zea


"Gak tau". Sahut Zea ketus


"Gitu klo di bilangin".


"Om nyalahin Zea?" Tanya Zea dengan nada yang tinggi


"Saya gak nyalahin kamu, Saya cuma menasehati". Ucap Alvin dengan nada yang lebih tinggi lagi


"Terserah, Om! Zea gak peduli".


"Kamu itu egois, Zea!"


"Apa Om bilang? Zea egois? Gak kebalik?"


"Jadi maksud kamu, saya yang egois gitu? Iya?" Bentak Alvin


Air mata Zea pun mulai mengalir. Jujur Alvin tak tega melihat hal ini, tapi terlanjur sudah terbawa suasana


"Saya sudah berusaha sabar ya, Zea dengan sikap kamu!" Ucap Alvin dengan dada yang bergemuruh


"Capek kan? Kenapa masih di lanjutin?" Ucap Zea dengan air mata yang terus berlomba ingin keluar

__ADS_1


"Zea juga udah males sebenarnya! Liat? Gara-gara pernikahan ini masa depan Zea hancur! Cita-cita Zea, lenyap semua!" Teriak Zea


"Kamu nyalahin saya? Jadi kamu pikir saya dalang dari ini semua? Iya? Saya juga di rugikan di sini! Jangan egois kamu!"


"Terus aja salahin Zea! Om itu memang gak pernah ngertiin perasaan Zea". Lirih Zea sambil terjatuh lemas ke lantai


"Maaf!" Ucap Alvin sambil ikut duduk di samping Zea


"Zea gak butuh maaf dari, Om".


"Hanya masalah sepele, sampai jadi begini". Ucap Zea dengan terus menangis


"Maaf! " hanya itu yang bisa di ucap kan Alvin


"Pergi lah, Om! Klo emang Om udah bosen sama Zea, udah gak tahan lagi liat Zea, pergi lah! Pulangkan Zea sama mami Zea". Lirih Zea lagi


Alvin menggeleng. "Nggak! Saya gak akan ceraikan kamu". Tolak Alvin


"Zea tau kok, ini semua hanya dasar keterpaksaan. Kita gak cocok, Om!"


"Jadi maksud kamu, mau pisah gitu?"


"Bukannya Om yang minta?"


"Di gantung itu gak enak, Om! Pernikahan ini hanya status Dan napsu. Gak ada cinta dan kesetiaan sedikit pun".


"Apa yang harus di pertahankan? Klo cuman ada napsu, dan bukan cinta". Jelas Zea lagi


"Anter Zea ke rumah mami sekarang!"


"T...tapi..."


"Anter!" Tegas Zea


"Saya gak mau! Kamu jangan pancing emosi saya ya, Zea?"


"Kamu itu memang egois, Ze! Dan juga Keras kepala. Sadar kamu, sadar!"


"Cuman karena hal sepele, kamu minta pisah? Lelucon apa ini?" Ucap Alvin sambil tertawa hambar


Kok aku mewek ya nulisnya? Apa dasar aku yang alay?


Dear Alvin, bok ya ngalah gitu lo, kambek bojo mu hehehe


"Om yang membesarkan masalah, bukan Zea! Hanya perkara kecil, Om marahin Zea. Yang ini lah, yang itu lah, Om sadar gak?"


"Oh, cuman itu? Gara-gara itu kamu minta pisah? Baperan banget kamu ya?"


Klo gini kapan siapnya coba? Gak ada yang mau ngalah


"Udah pergi! Pergi Om dari sini, pergi! Hiks..hiks...hiks..." air matanya kembali keluar dengan sangat derasnya.


Sangking derasnya, air terjun kalah hehehe


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2