
"Om mau kemana?" Tanya Zea
"Saya ada jadwal operasi. Jadi kamu diam disitu!" Pesan Alvin lagi
Karena bosen sendirian di ruangan, Zea pun memilih tuk keluar dari ruangan itu
Karena terus berjalan tak tau arah, akhirnya Zea ke sasar.
"Duh! Zea dimana nih? "Ucapnya sambil melihat sekeliling
"Kayanya Zea kesasar deh". Gumam nya
Zea terlihat frustasi.
"Loh, dik! Ngapain?" Tanya seorang dokter itu
"Zea ke sasar,Om!" Jawab Zea
"Panggil kakak aja". Ucap Dokter itu sambil menjulurkan tangannya
"Nama saya Zein! "Ucap dokter itu dan di sambut oleh Zea
"Zea!"
"Wah, nama yang cantik!" Puji dokter Zein
"Terima kasih!"
"Hm, bisakah kakak bawa saya keluar?" Ucap Zea
"Bisa! Mari ikut saya". Ajak dokter itu
Lalu Zea mengekori dokter Zein dari belakang.
"Nah sudah sampai. Itu pintu keluarnya". Tunjuk dokter Zein
"Terima kasih". Ucap Zea
Saat hendak melangkah, ada yang memanggil dari belakang
"Zea!" Panggil Alvin
Zea segera menoleh
Alvin berlari dan langsung memeluk Zea
"Kamu dari mana sih?" Lalu Alvin mulai meregangkan pelukannya
"Tadi Zea jalan-jalan, terus kesasar deh". Sahutnya
"Kan udah saya bilang, kamu diam di ruangan saya kenapa keluar?" Omel Alvin
__ADS_1
"Zea bosen loh Om!"
Dokter Zein hanya bisa diam dan menyimak percakapan Zea dan Alvin
"Eh, tunggu-tunggu! Jadi kalian saling kenal?" Tanya dokter Zein.
"Iya. Oh iya, terima kasih sudah mengantar Zea ya! Saya permisi". Pamit Alvin
"Itu siapanya dokter Alvin ya?" Guman dokter Zein
Saat tangan Zea di tarik oleh Alvin. Sempat-sempat nya ia melambai tangan pada dokter Zein
"Gemes!" Batin Zein
"Kamu kan sudah saya pesanin buat gak kemana-mana, kenapa gak nepati janji?" Omel Alvin
"Tadi Zea bosen banget, Om! Ya udah deh Zea keluar".
"Oh iya,Om! Dokter itu tadi kok ganteng banget ya?" Tanya Zea sambil senyum-senyum
"Masih gantengan juga saya". Sahut Alvin
"Ya beda dong,Om! Klo dokter tadi masih muda, kalo om kan udah tua". Jawab Zea
"Terserah kamu".
"Om! Om ada wa nya gak? "
"Bagi dong,Om! "
"Iya, buat apa?" Tanya Alvin lagi
"Biar bisa Chattan". Sahut Zea
"Gak ada!" Jawab Alvin cuek
"Tadi katanya ada, ini malah bilang gak ada". gerutu Zea
"Terserah saya dong!"
"Ayo kita makan siang". Ajak Alvin
"Mau makan di mana, Om?" Tanya Zea sambil mengekori Alvin dari belakang
"Toilet!" Jawab Alvin asal
"Toilet? Kan jorok Om?" Tanya Zea sambil ngedumel
Saat berjalan di koridor rumah sakit, ada seorang dokter yang menyapa Alvin
"Hai, Vin! Makan bareng yuk?" Ajak dokter itu
__ADS_1
"Maaf, bel! Aku tak bisa". Tolak Alvin
"Gatel banget sih si dokter krempeng ini! "Batin Zea
"Ayolah Vin!" Paksanya
Lalu pandangannya beralih ke Zea
"Dia siapa?" Tanya dokter wanita itu. Ia menatap Zea seperti tak suka
"Matanya yah tante, di jaga!" Sewot Zea
"Heh, bocil! Sopan dikit mulut itu ya". Balas dokter itu lagi
"Dia siapa sih, Vin?" Tanya nya lagi
"Maaf, saya lagi buru-buru!" Jawab Alvin
Zea mengulurkan lidah nya pertanda meledek si dokter itu
"Huh! Awas kamu yah bocil!" Gumam nya
"Om!" Zea menghentakkan tangannya
"Ada apa sih,Zea?"
"Kenapa tadi Om gak bilang aja kalo Zea itu istri Om?" Tanya Zea
"Emang nya kenapa?" Tanya Alvin
"Oh! Jangan-jangan Om malu ya ngakuin Zea sebagai istri? "Tanya Zea
"Ngak gitu loh,Zea!"
"Terus? Udah lah Om, Zea mau pulang aja". Ucap Zea lalu kembali menuju pintu keluar
"Mau kemana?" Tanya Alvin
"Pulang!"
"Kok pulang?" Tanya Alvin
"Ngapain Zea disini, lebih bagus juga Zea dirumah!" Sahutnya
"Mari saya antar!" Tawar Alvin
"Gak, mau! Zea naik taxi aja."
Kebetulan taxi lewat, dan Zea segera naik
"Kenapa sih bocil itu?" Batin Alvin
__ADS_1
bersambung...