
"Om! "Panggil Zea, namun sama sekali tak di respon oleh Alvin
"Yaelah! Ngambek nih yee..." ledek Zea
Lagi-lagi, Alvin masih tetap diam
"Om! Jangan merajuk-merajuk, gak sesuai loh sama umur. Udah tua soalnya hahaha". Ledek Zea lagi sambil terus tertawa
"Gak mempan juga ternyata! Hem, Zea harus cari cara nih supaya Om suami gak ngambek lagi sama Zea". Batinnya
"Tanya google aja kali ya?" Batinnya lagi
Zea pun keluar dari kamar, supaya Alvin tak mendengar perkataannya
"Oke, google! Gimana caranya biar orang gak ngambek lagi?"
"Kasih kado".
"Ha? Kasih kado? Enak banget, Zea aja gak pernah di kasih kado sama Om suami"
"Selain itu, ada lagi gak?"
"Kasih coklat, atau kiss"
"Kiss? Kiss apaan? Permen kiss bukan?" Tanya Zea lagi
"Kamu kok bego banget?"
"Setan lu ya, google! Enak aja ngatain Zea bego. Jawab aja, apa artinya kiss itu?" Omel Zea
"Sebuah ciuman"
"Cium? Zea harus cium Om suami gitu? Idih, bisa korengan nih bibir mungil, Zea!"
"Tapi, cium itu yang bunyinya gini kan ' Emmuach ' betul gak sih?"
"Salah! Jawabannya ' Prut! Prut! Prut' "
"Kentut kali ah, Prut! Prut!"
"Udah lah, google! Bodoh banget pun kamu. Makasih banyak ya, saran sampah nya!"
"Sama-sama orang tak tau diri."
Lalu Zea kembali masuk ke kamarnya, dan mulai mempraktekan saran dari google barusan
"Om!" Panggil Zea lagi
Alvin masih tetap diam, masih ngambek kayanya. Karena gak dapat jatah olahraga malamnya
Zea mendekat, dan mendaratkan ciumannya pada pipi Alvin
Cup!
__ADS_1
"Eh, apaan nih?" Marah Alvin
"Kata maaf! Alah, gak usah sok-sokan pake marah segala, orang jelas-jelas tadi senyum kok. Berarti kan seneng Zea cium".
"Geer bener! Siapa yang seneng? Bisa korengan nih pipi saya, klo di cium kamu". Cibir Alvin
"Ya udahlah sini, Zea ambil lagi ciumman Zea". Zea pun mendekat kembali ke pipi Alvin
Tangan kekar Alvin menahan wajah Zea. "Mau ngapain?"
"Ngambil ciuman Zea balik lah, katanya jijik!"
"Inget, ya? Sesuatu yang udah di beri, gak boleh di pulangkan kembali!"
"Bilang aja seneng, Om! Malah sok gengsi segala"
"Siapa coba yang seneng?"
"Terserah! Oh iya, Om! Zea pingin makan nasi goreng deh, Om buatin ya?" Ucap Zea memelas
"Warung nasi masih buka!"
"Ih! Zea mau nya Om suami yang masakin".
"Saya?" Tunjuk nya pada diri sendiri
"Setan!" ucap Zea asal
" ya Om lah, Udah tau malah nanya!"
"Udah, sana coba dulu. Ini kecebongnya yang minta, bukan Zea".
"Kecebong, kecebong! Anak aja udah bilangnya, heran". Omel Alvin
"Lah? Tapi Om sendiri yang bilang, klo nama nya itu kecebong!"
"Terserah kamu lah, Zea! Saya pasrah. klo bisa sekalian aja kamu kasih nama burung prit!"
"Nah, ide bagus tuh, Om! yaudah cepetan masaknya, Om! Zea laper tau".
" Biarin! lagian apa hubungannya sama saya, klo kamu sedang lapar?"
"Ya adalah, ntar klo kecebong yang di perut Zea mati gimana?"
"Ck! Asal aja klo ngomong kamu itu ya. Saya gak bisa masak, Zea yang cantik bak bidadari surga!" Ucap Alvin penuh penekanan
"Hahaha! Baru tau ya, klo Zea cantik? Makasih loh ya pujiannya".
"Tapi kan, Om! Zea gak mau tau, pokoknya Om harus masak titik!"
"Iya, iya! Nyusahin aja kamu itu bisanya". Alvin pun pergi menuju dapur.
"Gimana cara masaknya?" Gumam Alvin bingung
__ADS_1
"Apa aku minta ajarin mama aja ya? Ha, ide bagus tuh!" Ia pun pergi keruang keluarga, berniat memanggil mama nya
"Ma...." ucapan Alvin terhenti, sebab Zea langsung memotongnya
"Masak sendiri! "Sahut Zea
"Loh? Bocil, kamu kok di sini? "Tanya Alvin heran
"Kenapa? Gak boleh? Zea kan punya kaki, suka-suka Zea dong mau kemana, ngapain aja". Sahut Zea sewot
"Ada apa, Vin?" Tanya mama
"Gak jadi, mah!" Alvin pun langsung kembali ke dapur
"Kok bisa ya, bocil ingusan itu di situ?" Gumam Alvin
"Siapa yang, Om maksud bocil ingungan?" Tanya Zea yang sedang berdiri di belakang Alvin
"Astaga! Bahkan dengar suaranya saja pun aku mulai merinding". Ucap nya ketakutan, namun tak berniat tuk berbalik badan
"Padahal masih siang loh, kok udah ada setan ya? "
"Enak aja Zea di bilangin setan! "
"Ya ampun! Suaranya kok makin kuat ya?"
Zea yang merasa kesal, akhirnya menendang kaki Alvin hingga terjerembap ke tanah
"Astaga! KDRT ! "teriaknya
"Alay banget sih, Om? Kaya sinetron aja". Cibir Zea
"Mereka itu mah, alay dapat duit. Lah klo, Om dapat apa?"
"Undian!" Sahut Alvin asal
"Udah buruan masak!"
"Ya udah sabar! Klo gak, kamu bantuin saya masak gimana?"
"Zea? Masak? Keracunan yang ada Om! Bye". Zea pun pergi meninggalkan Alvin sendirian di dapur
Saat beberapa menit bergulat di dapur, nasi goreng buatan Alvin pun sudah selesai
"Hm! Wangi banget!" Puji mama membuat Alvin senang
"Wangi apaan?" Ucap Zea yang membuat senyum Alvin langsung kian memudar
"Jadi penasaran deh, Zea sama rasanya. Pasti gak enak! "Celetuk Zea
Saat satu suapan telah masuk kedalam mulut Zea, dan gimanakah rasanya?
Kita lanjut di part selanjutnya, terima kasih🙏
__ADS_1
Bersambung....