
Hari berlalu, bulan berganti. Kini kandungan Zea sudah memasuki bulan ke sembilan dan akan melahirkan dalam waktu dekat ini.
Saat tengah malam, Zea kebelet buang air. Sedang kan karena perutnya yang semakin membesar, itu membuatnya sulit berjalan.
"Mas! Bangun!" Ucap nya seraya menggoyang-goyangkan tubuh Alvin
"Huam! Apa sih, Yang?"
"Aku kebelet nih".
"Ya udah. Kan ada kamar mandi". Ucap Alvin sambil terus menguap
"Is! Ga bisa jalan loh, Ayang!"
"Ngesot". Sahut Alvin membuat Zea kesal
"Is! Ya udah, aku kencing di sini aja". Ancamnya
Alvin tak mengubris. Lalu Zea menjambak rambut Alvin dengan sangat kuat, membuat nya terbangun.
"Aw! Sakit, Yang!" Ringisnya
"Rasain!"
"Yaudah, yaudah! Kamu mau di apain nih? Mau di tidurin?" Canda Alvin
"Kebelet pipis. Mau jalan susah, gitu doang gak ngerti".
"Oh! Oke, besok pagi Mas pindahin ya kamar mandinya".
"Malah becanda sih. Udah kebelet ini"
"Oke-oke. Gitu doang ngambek". Alvin pun menggendong Zea menuju kamar mandi. Padahal jaraknya hanya sejengkal saja. Ibaratkan terpeleset, langsung sampai.
"Dekat gini pun, minta gendong". Omel Alvin
"Oh, dekat ya? Besok-besok tukaran, kamu yang hamil aja. Biar ngerasain rasanya kaya mana".
"Udah, jangan ngerepet. Tuh, celana kamu udah basah". Ledek Alvin
"Kan! Mas sih kelamaan".
"Ih, ayang mah jorok! Kaya anak kecil aja, masih ngompol hahahaha". Ledeknya
"Ck! Malah di ledekin". Kesel Zea
"Bentar ya, Mas ambilin ganti dulu". Ucap Alvin lalu mengambil pakaian ganti buat Zea
"Ih! Ini ke kecilan, Mas".
"Apa iya? Kamu sih, yang gendutan".
Plak!
Zea meninju perut Alvin. "Sakit, Yang!"
"Kamu bilang aku gendutan? Yang namanya orang hamil ya perutnya besar lah. Emang ada, orang hamil yang langsing kaya tiang tower?"
"Sabar, Yang! Ngerepet mulu ntar brojol loh anaknya".
"Kamu sih, bikin aku esmosi terus".
"Emosi, yang".
"Diem, suka-suka aku".
"Ganti yang lain. Buruan lah, mas. Udah dingin apem ku ini". Ucap Zea membuat Alvin tertawa
__ADS_1
"Mau ganti sendiri, atau di gantiin?" Tanya Alvin
"Gantiin aja lah, mas. Sakit klo harus nunduk-nunduk".
Alvin pun mulai memakaikan pakaian Zea. Saat di bagian bawah, ia terdiam sesaat dah lalu tersenyum
"Yang!" Panggil nya
"Hem!"
"Udah lama juga ya, aku gak kemari". Ucapnya sambil menunjuk ke bagian bawah tubuh Zea
"Sabar kali, Mas". Sahut Zea
"Udah lama gak di jenguk, makin lebat aja ya, Yang?"
"Lebat?" Ulang Zea
"Iya. Udah kaya hutan belantara aja". Sahut Alvin
"Asal jangan ada ularnya aja lah, Yang". Hehehe
"Gak ada klo ular mah. Soalnya masik di kurung di kandang". Sahut Zea sambil cekikikan
"Klo tiba-tiba lepas gimana?"
"Ya tinggal di tangkap".
"Klo liar? Terus ga bisa di tangkap gimana?"
"Is! Lari kan. Udah malam juga, makin ngawur". Ucap Zea sambil menjewer telinga Alvin
"Namanya kangen, Yang!"
"Tapi serius loh, Yang! Rumput kamu udah lebat banget itu. Mas cukur ya?" Tawar nya
"Malam-malam begini mau cukur-cukuran?"
Plak!
Zea kembali meninju perut Alvin.
*********
Berhubung hari minggu, jadi Zea mengajak Alvin buat menemaninya jalan-jalan pagi.
"Mau sampe mana nih, Yang?" Tanya Alvin
"Ancol!"
"Buset, jauh bener. Emang sanggup? Jalan ke kamar mandi aja ngesot, sok-sokan mau ke ancol".
"Banyak tanya deh. Mikir aja kenapa, mingkin kita sanggup jalan sampe ke ancol sana?" Ketus Zea
"Op! Udah marah dia ah, takut lah awak".
********
Hari ini adalah hari waktunya Zea lahiran. Segala persiapan sudah ia siapkan dari jauh hari.
Saat sedang bersantai di ruang keluarga, tiba-tiba ketuban Zea pecah.
Melihat hal itu, Alvin yang super hebohnya teriak kesana kemari. Sedangkan, Zea ia amat tenang berbanding jauh dengan Alvin
"Alah! Kamu itu, Zea yang mau melahirkan, kamu yang kehebohan". Ucap mama Alvin
"Namanya panik, Mah".
__ADS_1
"Kita kerumah sakit ya, Sayang?" Ajak mama
Mama menuntun Zea ke luar, menuju mobil. Sedangkan Alvin mengangkati barang-barang yang perlu di bawa
"Kamu ada ngerasain apa, Sayang?" Tanya Mama
"Gak ada, Mah. Palingan mules-mules dikit aja".
Definisi melahirkan santuy ya hehehe
Saat sampai di rumah sakit, Zea langsung di bawa ke dalam ruang bersalin.
"Pembukaan sudah lengkap ya, Bu. Sus, kita mulai sekarang".
Saat mengenjan, tiba-tiba Alvin teriak histeris
"Aaaaaaa......"
"Apaan sih, Mas? Masuk lagi kan anaknya. Kamu kira ngeluarinnya enak?" Kesal Zea
"Sorry, Yang! Kaget".
"Kita lanjut, dok". Ucap Zea lalu mengenjan kembali.
"Terus, Yang! Terus! Nah, udah nongol tuh kepalanya. Iya, iya terus.... ah, masuk lagi dia, Yang!"
"Maaf, Pak! Apakah bapak bisa diam?"
"Sorry, Dok. Terlalu bersemangat nih".
Semuanya kembali fokus pada Zea. Saat mengenjan yang terakhir kalinya. Keluar lah anak mereka, dan bersamaan dengan anak nya keluar, Alvin pun pingsan.
Bruk!!
"Astaga!" Kaget dokter itu
"Biarin aja, dok. Anak saya aja dulu di urusin, klo bapaknya mah biar aja". Ucap Zea
Dan benar saja, tidak ada yang menolong Alvin yang tergeletak di lantai. Hingga ia tersadar sendiri.
"Aku dimana?" Tanya nya saat sadar. Seperti orang linglung lebih tepatnya
"Alam baka!" Celetuk Zea membuat Alvin hendak pingsan lagi namun di tahan oleh Zea
"Jangan pingsan lagi! Mati beneran nanti". Alvin pun langsung berdiri.
"Serem amat doanya, Yang".
Ya, inilah akhir perjuangan Zea. Sekarang ia sudah menyandang status seorang 'ibu'.
Alvin pun mulai meng-azani putrinya. Ya, Zea berhasil menyelamatkan seorang putri kecil yang cantik.
Para saudara dan kerabat semua pada berdatangan untuk menjenguk, Zea.
Lengkap sudah keluarga kecil mereka. Dan di hiasi canda tawa setiap harinya.
Terima kasih, buat para pembaca karya receh ku ini. Maaf, bila selalu membuat para readers merasa kecewa, bosan, dongkol, atau apapun itu.
Author minta maaf, dengan ketidak nyamanan kalian saat membaca karya ini.
Barang kali ada yang mau mampir ke karya baruku, mana tau suka.
ISTRI DADAKAN TUAN ARYAN
Jangan lupa mampir ya🤗
Terimakasih banyak-banyak.
__ADS_1
~selesai~
Ada yang mau baca kelanjutannya gak? biar aku bikin S2. tapi klo gak mau juga gak apa-apa, nanya aja.