ISTRI KECIL TUAN DOKTER

ISTRI KECIL TUAN DOKTER
bab : 39 Madu?


__ADS_3

"Morning, Sayang!" Sapa mama saat Zea datang


"Morning, Mah!" Sahutnya


"Kenapa? Kok mukanya cemberut gitu?"


"Itu lah, Om Suami!"


"Alvin? Ada apa dengan Alvin?"


"Om suami itu nyebelin banget loh, Mah!" Ucap nya lagi


"Nyebelin gimana?"


"Zea ngajak madu-madu itu loh mah! Apa sih namanya? Duh, Zea lupa!" Ucap nya sambil mencoba mengingat sesuatu


"Madu? Madu apa? Madu TJ atau madu Rasa nih? Atau madu lain?" Tanya mama bingung


"Itu loh, mah! Yang orang klo abis nikah itu, apa sih namanya?"


"Bulan madu?" Tebak mama


"Nah, betul tuh!" Sahut Zea senang


"Oh, kamu ngajak Alvin untuk bulan madu?" Tanya mama lagi


"Iya! Tapi Om suaminya gak mau". Sahut Zea


"Jadi Zea bilang gini lah yakan, Mah! Om suami pelit banget sih! Terus Om suami malah marah. Om suami bilang, klo gak pelit ga kaya. Gitu katanya". Adu Zea pada mama mertuanya


"Kamu mau bulan madu buat apa?"


"Gak ada sih! Biar kaya orang-orang aja". Sahutnya sambil cengengesan


"Zea!" Panggil mama


"Ada apa, mah?" Sahut Zea


"Em, kamu udah anu anu belum?" Tanya mama dengan nada suara setengah berbisik


"Anu-anu? Apa itu mah?"


"Is! Buat dede! "Bisik mama di telinga Zea

__ADS_1


"Oh! Mama kepo deh!"


"Ceritalah, cerita!" Pinta mama


"Nggak ah!" Tolak Zea


"Oh iya mah. Zea mau cerita nih".


"Cerita apa?"


"Mama jangan cerita sama, Om suami ya? "Peringat Zea


"Aman! "Sahut mama sambil membentuk O dengan jarinya


"Masa kan mah, Om suami itu ternya suka non..." ucapan Zea terpotong, saat ada seseorang yang membekap mulutnya


"Zea! "Teriak Alvin


Zea menarik tangan Alvin paksa dari mulutnya


"Apaan sih, Om? Tangan Om itu bau banget! Kaya bau tai ayam! "Ucap Zea


"Enak aja!"


"Lanjutkan lagi sayang". Ucap mama


"Gak usah di dengar, mah! Zea cuman bercanda". Sahut Alvin


"Enggak mah! Om suami yang bohong!" Ucap Zea


"Sebenarnya kan mah, Om suami itu sering... " lagi-lagi mulutnya di bekap oleh Alvin


"Berani ngomong lagi, saya bedah jantung mu!" Ancam Alvin dengan tatapan sinis


"Tapi kan ini memang betul, Om? "Bisik Zea


"Udah, diam aja! Jangan kasi tau mama! "Ucap Alvin dengan berbisik juga


"Gak open! Zea bakal tetep kasi tau." Keukeh Zea


"Bilang saja klo emang ginjal mu ingin hilang satu". Peringat Alvin lagi


"Is! Oke, oke! Zea gak bakal ngomong".

__ADS_1


"Nah, gitu dong! "Ucap Alvin sambil menoel hidung Zea


"Zea! ceritain dong, Alvin kenapa?" bisik mama di telinga Zea


"Mama mau tau ya?" sahut Zea dengan berbisik juga


"Ehem! "Alvin berdehem


lalu semuanya pun kembali sarapan


"Saya pergi dulu, kamu jaga mama". pesan Alvin


"Siap, Bos!" sahut nya sambil mengangkat telapak tangannya memberi hormat


Lalu Alvin menjulurkan tangannya berniat Zea bakal mencium tangannya


"Ngapain tangan nya begitu, Om? gak cape apa?" ucap Zea bingung


Alvin tak menjawab, tetapi malah mengayun-ngayunkan tangannya


"Kenapa sih, Om? pegel ya?" tebak Zea


"Astaga! apa kamu gak mau mencium tanganku?" tanya Alvin


"Oalah! bilang dong". ucap Zea sambil mencium punggung tangan Alvin


Melihat perdebatan Zea dan Alvin, mama hanya bisa menanggapi nya dengan tertawa


tak lupa ia juga mencium punggung tangan mama nya


"Alvin pergi dulu ya, mah!" ucap nya


"Hati-hati, Vin! "sahut mama, dan Alvin pun mulai berjalan ke arah pintu


"Jangan lupa cari bini baru ya? "teriak mama


"Aman, mah! secepatnya". sahut Alvin


"Mama!! " teriak Zea


Keduanya pun tertawa bersama


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2