ISTRI KECIL TUAN DOKTER

ISTRI KECIL TUAN DOKTER
bab : 9 penyakit cinta


__ADS_3

"Apakah benar begitu Om?" tanya Zea


"Iya! makanya gak usah ke rumah sakit,ntar juga baik sendiri". tambah Alvin lagi


"Ya udah deh Om, gak jadi kerumah sakitnya". jawab Zea


Alvin hanya mengangguk dan tersenyum


"Emangnya ini gak papa,Om?" Tanya Zea sambil memegangi beberapa tubuhnya yang sedikit memerah akibat ulah Alvin tadi malam


"Gak papa, udah ntar juga ilang sendiri". Jawab Alvin


"Kira-kira Zea kena penyakit apa ya Om?"


"Hm, kayanya penyakit cinta deh". Jawab Alvin asal


"Oh! Emang ada ya penyakit cinta?"


"Ada dong! Buktinya itu badan kamu".


"Hehehe, iya juga yah Om! Zea baru tau nya sekarang". Ucap nya sambil cengengesan


"Mandi bareng yuk Om? " Ajak Zea membuat Alvin terkejut


"Apa? mandi bareng? "Tanya Alvin


"Tidaklah! Kamu mandi duluan saja, ntar saya nyusul". Tolak Alvin


"Is, Om gak enak deh! Zea kan mau nunjukin tubuh Zea yang merah-merah ini". Ucapnya dengan penuh harap pada Alvin


"Kesempatan Vin, kapan lagi. Mumpung lagi di depan mata, gas aja lah apa lagi?" Seakan-akan jin jahat telah merasukinya dan akhirnya ia menyetujui permintaan Zea

__ADS_1


"Hem, oke mari kita mandi bareng". Jawab Alvin


"Om! Bukain baju Zea dong?" Pinta Zea tanpa ada rasa bersalah


"Ya ampun bocil! Harus kah aku juga yang membukakan baju mu? "Tanya Alvin sambil memijik pelipisnya


"Zea lemes banget nih, Om! Tolongin ya?" Ucapnya dengan mata yang berbinar-binar


Saat Alvin sudah selesai membuka baju Zea, ia terkejut dengan bercak-bercak merah di tubuh Zea


"Astaga! Mengapa banyak sekali bekasnya? Kamu memang rakus Alvin". Batinnya


"Astaga, Zea! Ini bercak nya banyak banget loh?" Ucap Alvin seakan-akan terkejut


"Tuh, bener kan Om? Apa Zea bilang". Ucapnya dengan raut wajah khawatir dan takut


Selesai mandi dan berpakaian, mereka hendak turun kebawah untuk sarapan.


Namun Zea merasa takut untuk turun karena bercak merah yang di tubuhnya


"Om!" Panggil Zea


"Apa sih bocil? Teriak-teriak mulu dah". Omel Alvin


"Zea gak mau sarapan!" Ucapnya hampir sedikit Teriaknya


"Kenapa?"


"Ya Zea malu lah, liat ini semuanya merah! Nanti kalo mama nanya gimana?" Ucap Zea bingung ingin menjawab apa misalnya nanti ia di +


"Yah tinggal kamu jawab aja kebenarannya". Jawab Alvin

__ADS_1


"Iya juga yah Om. Udahlah, Zea mau sarapan dulu"


Setelah selesai berdebat dengan Alvin, Zea turun ke bawah untuk sarapan


"Pagi mah! " Sapa Zea saat sudah sampai di meja makan


"Pagi, sayang! Mari makan". Tawar mama


"Leher kamu kenapa sayang? "Tanya Mama khawatir


"Zea juga gak tau mah! Cuman kata Om suami, ini akibat terkena penyakit cinta. Gitu deh mah, Zea juga gak tau". Jawabnya sangat polos


Mendengar jawaban polos dari menantunya, ia hanya bisa tersenyum-senyum saja


"Ih, mama kok senyum-senyum sih? "


"Ga papa sayang! Tadi mama liat film, jadi masih kebayang". Elaknya


"Alvinnya mana? Kok gak ikut sarapan? "Tanya mama


"Tadi sih masih pakai baju mah". Jawab Zea


"Oh iya, mah! Zea mau nanya nih".


"Nanya apa?"


"Hem, mama tau gak cara buat dedek bayi gimana?" Tanya Zea polos


Mendengar ucapan Zea barusan, Mama akhirnya tersedak nasi yang sedang ia kunyah


"Uhuk...uhuk...uhuk..."

__ADS_1


"Ini minum dulu mah". Lalu Zea menuangkan segelas air putih dan diberikan ke mama


Bersambung...


__ADS_2