ISTRI KECIL TUAN DOKTER

ISTRI KECIL TUAN DOKTER
bab : 33 Belah Duren


__ADS_3

"Heh, suami lacnat! Senangnya dirimu melihat istri nya tersiksa." Cibir Zea geram


"Of course!"


"Terserah deh, Om! Semoga hari-hari mu bahagia"


"Aminn!" Sahut Alvin dengan semangat


"Om! " Panggil Zea


"Hm! Ada apa?"


"Belah duren yok, Om?" Ajak Zea


"Apa? Belah duren?" Zea mengangguk


"Sekarang? " Zea mengangguk lagi


"Kesempatan emas". Batin nya sambil tersenyum


"Ayo lah, gas sekarang". Ucap Alvin semangat


"Loh, mau ngapain?"


"Katanya mau belah duren, ya buka baju lah!"


"Ngapain?"


"Tapi mau belah duren!" Sahut Alvin lagi


"Belah duren ga perlu pake buka baju juga kali, Om!"


"Tunggu-tunggu! Maksud kamu, belah duren yang gimana nih?"


"Duren loh, Om! Buah duren! Tu, dah Zea beli". Tunjuknya pada sebuah duren


"Hayo, otak Om traveling ya? Dasar mesum!" Cibir Zea


"Emangnya, selaih belah duren yang bisa dimakan, emang ada arti lainnya lagi yah, Om?"


"Gak ada!" Sahut Alvin dingin


"Ayo lah, Om kita belah".


Keduanya pun mengambil buah duren tadi dan membelahnya


"Aww! Aduh! Pelan-pelan dong, Om! Sakit tau?" Ringis Zea

__ADS_1


Saat Zea sedang meringis kesakitan, pas pula mama pum sedang lewat


"Astaga! Siang bolong mereka belah duren!" Ucap mama sambil cekikikan


Mama tak hanya menguping saja, tapi juga merekam percakapan keduanya


"Berisik banget sih, Zea! Ini juga udah pelan-pelan"


"Pelan-pelan dari hongkong! Orang sakit banget gini".


"Sabar dong! Kok susah banget yah!" Keluh Alvin


"Uh! Masih rapet, hihihi". Batin mama sambil cekikikan


"Is! Om, sakit!"


"Tahan dong! Lemah banget."


"Dikit lagi nih! Satu...dua...tiga... huft selesai juga". Ucap Alvin bersemangat


"Wis, enak banget tuh!" Batin mama lagi


Saat sedang asyik membayangkan anak menantunya di dalam, sampai tak sadar bahwa handle pintu terbuka


"Loh, ma udah pulang?" Tanya Alvin sambil mencium punggung tangan mamanya


"Lagi ngapain tuh?" Tanya mama basa basi


"Belah duren!" Ucap Alvin datar


"Siang bolong begini?" Alvin mengangguk


"Tuh, liat aja sendiri!" Ucap Alvin sambil membuka lebar pintu kamarnya


"Hai , mah! "Sapa Zea lalu ikut menyalami punggung tangan mertuanya


"Astaga! Mengapa otakku kotor begini? Harus segera di bersihkan nih!" Batin mama


"Mama mau? "Tawar Zea


"Nggak, Ah! Kamu aja". Tolak mama


"Mama keluar dulu, ya!" Pamit mama langsung keluar


Alvin sangat rindu dengan masa-masa bercinta nya dengan istri bocilnya.


"Astaga! Mengapa badan ku panas dingin begini? Ini pasti ulah Zea tadi nih". Tebak Alvin menuduh Zea

__ADS_1


"Gimana caranya supaya aku bisa anu-anu yah sama, Zea? Mumpung belum puasa nih! Hihihi".


"Apa ku kasih obat aja ya? Gak usah ah, terkesan kaya ngemis banget. Tapi klo gak gini, pasti dia gak mau". Pikir Alvin lagi


"Ah, sudahlah! Gak penting juga pun". Alvin kembali lagi ke dalam kamarnya


Saat sedang asyik memakan buah duren, gawainya seketika berdering


dret..dret...dret...


"Huh, siapa sih ganggu aja? "gumam Zea


Tertera di layar gawainya dengan nama ' Yuna'


"Yuna? mengapa ia menelpon ku? ganggu saja". gumam Zea


[Halo]


[hai, Zea]


[Ada apa? aku sibuk! ketus Zea]


[Yaelah! jutek amat neng.]


[Udah buruan! ada apa hubungin gue?]


[kangen!] sahut Yuna


[buset! lesbi amat lu?]


[lagi apa lu sekarang, Ze?]


[Belah duren! ucap Zea sekenanya]


[ha?]


[kenapa? pengen juga? buat sayang!]


[Nanti aku buat ya, aku vidio call kau nanti.]


[Bener ya? jangan lupa.]


[sip]


bersambung...


haruskah kita buat disaat Yuna belah duren, dan kita vidio call si Zea?

__ADS_1


komen yah guys🤗


__ADS_2