ISTRI KECIL TUAN DOKTER

ISTRI KECIL TUAN DOKTER
bab : 47 Resep luar biasa


__ADS_3

Lalu mereka pun masuk ke dalam rumah, dan menuju meja makan


"Om!" Panggil Zea


"Hem!" Sahut Alvin


"Suapin Zea dong?" Pinta Zea dengan wajah memelasnya


"Malas!"


"Pelit amat sih! Tinggal nyuapin doang gak mau". Cibir Zea


"Tangan kamu mana?" Tanya Alvin


"Ini". Sahut Zea sambil menunjukkan tangannya


"Masih bagus kan? Ya udah makan sendiri"


"Iss, Om! Gak enak lo kalo makan sendiri".


Dengan berat hati, Alvin menyuapi Zea " ya sudah! Janagan senang dulu, ini itu karna terpaksa ya gak lebih!"


"Terserah! Zea gak peduli juga"


Alvin menyuapi Zea sungguh gak pake perasaan.


Uhuk...uhuk..uhuk..


"Pelan-pelan dong, Vin nyuapinnya".


"Ini sayang, minum dulu" Mama memberi Zea segelas air minum


"Gila! Om suami mau bunuh Zea ah, tapi secara gak langsung kayanya".


"Siapa yang mau membunuh? Orang saya cuman suapin kok".


"Iya pake perasaan kek, ini malah di jejelin terus mulut Zea, keselek lah. untung gak mati".


"Itu salah sendiri, udah tau masih banyak kenapa masih nampung juga".


"Udah lah sini, biar Zea makan sendiri!" Zea pun merampas piring dari tangan Alvin


"Dari tadi kek".


"Sudah-sudah! Debat mulu, cape mama dengernya. Bisa-bisa mama yang gila tau!"


"Om Suami itu mah yang mulai!"


"Heh, fitnah!"

__ADS_1


Saat sudah selesai makan, keduanya pun kembali ke kamar


"Om gak balik kerja lagi?"


"Malas! Gak mood".


"Aci gitu? "


"Aci lah, apa lagi".


"Oh iya, Om! Kayanya kita harus beli pohon mangga lagi deh?"


"Pohon mangga? Buat apa markonah!" Alvin menoyor kepala Zea


"Iya, biar Zea manjatnya enak. Bisa nyambung-nyambung gitu loh".


"Itu mah kuntilanak. Kamu mau bikin rumah kita hutan yah? Dari pada rumah ini yang jadi hutan, bagus kamu aja yang saya antar ke hutan".


"Ih, seramnya! Suami durhaka gini lah".


"Oh iya, Om! Zea kemaren kan lagi mesen balon di Shopee. Nah, tapi sampai sekarang gak nyampe-nyampe".


"Balon? Balon apaan?"


"Itu loh, Om. Yang Zea tunjukin kemaren". Sahutnya


"Oh, buat apa beli itu?"


"Keren dari hongkong". Batin Alvin


"Om!" Panggil Zea lagi


"Apaan sih, Zea? Gak cape apa ngoceh mulu?"


"Udah, Om denger dulu".


"Apa?"


"Kita liat pidio itu lagi yuk, Om?"


"Pidio yang mana lagi?"


"Alah, pura-pura lupa. Yang kemarin Om liat loh, roti sobek".


"Gak boleh liat begituan!"


"Tapi Om bolehnya?"


"Iya, kamu kan masih bocil. Jadi gak boleh". Sahut Alvin

__ADS_1


"Apanya yang gak boleh sih, Om? Orang isi pidio nya cuman tepung gitu". Sahut Zea sambil mengerutkan bibirnya


"Tu bibir kenapa? Nanti di cium nangis". Zea tak menjawab, ia pun membuang mukanya ke sembarang arah


Cup!


Zea langsung membalikkan wajahnya, dan mengerjap beberapa kali


"Kenapa? Kaget? " tanya Alvin sambil tertawa


"Gak ah, biasa aja". Sahut Zea


"Ayo lah, Om liat pidionya". Rengek Zea


Zea pun mengambil laptop milik Alvin, dan mulai mencari pidio yang ia maksud


Setelah iya menemukannya, Zea pun menunjukkan pada Alvin


"Ini loh, Om yang Zea maksud".


"Oh, yang ini". sahut Alvin dan Zea pun memangguk


"Klo yang ini mah udah biasa. Saya punya resep yang luar biasa, mau gak?"


"Resep luar biasa? Bukannya buatnya pake tepung yah?"


"Iya itu yang biasa. Klo yang luar biasa gak pake tepung". Sahut Alvin lagi


"Adonan gak pake tepung? Terus pake apa dong?"


"Ada deh, nanti malam saya kasih tau".


"Kenapa harus malam? Selalu malam. Emang nya ada apa sih dengan malam? Zea jadi heran deh". Gerutu nya


"Klo malam itu lebih spesial". Sahut Alvin sambil tertawa


"Klo di google ada gak, Om?"


Alvin mengangkat kedua bahunya "gak tau"


"Zea coba aja deh."


"Oke, google. Gimana cara buat roti sobek tanpa menggunakan tepung?"


"Ini resepnya! " Sahut Google itu sambil terpampang beberapa gambar di sana


"Astaga! Mata Zea ternodai". Teriaknya sambil membuang gawainya ke kasur


Alvin pun tertawa terbahak-bahak, melihat tingkah konyol Zea.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2